Sudah Tiga Hari Di Sleman

March 18, 2008

Capai deh,… Dari tadi sudah compose email pakai blackberry (saya posting by email) tetapi karena pindah ke aplikasi lain, draf email yang belum saya simpan sebagai draf jadi ketutup. Ketika kembali lagi ke email, yang muncul adalah inbox. Bikin kesal aja… Saya sudah ngetik banyak sampai dua kali. Eh, ilang lagi-ilang lagi.

Gini aja deh. Cerita komplitnya nanti kalau emosi saya sudah hilang. Saat ini saya sedang menunggu momen kopdar dengan para penguasa Jogja. Walaupun asli Sleman, kali ini saya adalah tamu mereka.

Gitu aja deh. Daripada panjang-panjang dan ilang lagi, mending saya kirim saja sekarang.

Sent from my BlackBerry® 8707g

Mari Peduli

March 15, 2008

Adalah dosa kita apabila ada orang di sekitar kita sampai mati karena lapar, seperti yang dialami oleh saudara kita di Makassar. Mari buka mata kita, buka nurani kita.

Konstitusi kita mengamanatkan bahwa fakir miskin dan anak-anak telantar dipelihara oleh negara. Akan tetapi, negara yang politisa sibuk berebut kekuasaan sedangkan pejabat dan pegawai pemerintahan sibuk memperkaya diri dengan alasan gaji yang terlalu rendah untuk mereka. Akibatnya, yang terjadi adalah fakir miskin dan anak-anak ditelantarkan oleh negara. Kadang-kadang saya berpikir, buat apa kita punya negara. Buat apa kita punya pemerintah? Toh mereka tak pernah mengamalkan amanat konstitusi.

Sudahlah. Lupakan negara. Lupakan pemerintah. Mari kita bersama bersatupadu mengumpulkan berapapun yang kita mampu merelakan. Sedikit dari saya, banyak dari Sampeyan, tentu akan menjadi banyak juga.

Apabila Sampeyan peduli dengan Daeng Besse yang sudah tiada dan Daeng Besse - Daeng Besse yang lain, silakan sumbangkan ke nomor rekening berikut (masih rekening pribadi milik <a href="http://atapsenja.wordpress.com">Hanna</a>):

BCA KPC Bojong Indah #479-0057126 a.n. Tjhia Fui Ha.

Moh Arif Widarto

www.widarto.net


Sent from my BlackBerry®

powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Insya’ Allah ke Jogja 4 hari

March 13, 2008

Sejak Januari lalu saya sudah membuat rencana untuk pulang ke Sleman mengunjungi orang tua yang keduanya sudah mulai sakit-sakitan.

Sejak pensiun Bapak mulai dihinggapi banyak penyakit yang selama kerja mungkin belum dirasakan. Karena selama mengabdi sebagai PNS selalu pergi dan pulang kerja mengendarai sepeda motor maka bapak sempat kena paru-paru basah. Entah mengapa ketika masa BT tiba-tiba saja dokter bilang bapak mengalami pembengkakan jantung. Kalau penyakit ini kumat, tubuh bapak akan dingin sekali seperti sudah tidak ada darah yang mengalir. Bahkan, pernah suatu kali bapak pinsan ketika di Ring Road Utara ketika dlam perjalanan pulang dari kantornya di Bogem menuju rumah. Akibatnya bapak jatuh wong saat itu sedang membawa motor Tossa saya yang saya tinggal di Sleman supaya bisa dipakai bapak.

Ibu lain lagi. Sejak tahun 2003 ibu dinyatakan positif diabetes. Tadinya ibu mengira yang diderita hanya asam urat. Ketika tes darah ternyata bukan uratnya saja yang asam tetapi gula darahnya juga tinggi. Ibu saya memang gemuk tahun-tahun itu sehingga bapak sempat memanggilnya gajah. Geli juga kalau ingat hal itu.

Nah, dua tahun belakangan kondisi ibu buruk sekali. Berat badan turun drastis sehingga ketika bulan Juni 2007 lalu bapak dan ibu ke Citra Raya pada saat Si Berseri-seri Cahaya Kemuliaan ulang tahun, saya sempat bengong, "ibu kok kurus sekali?" Lebaran lalu berat ibu hanya 47 kg. Saya kasihan sekali melihatnya. Andai KPR saya sudah lunas, saya akan tinggalkan Tangerang untuk kembali ke Sleman mengurus mereka berdua. Sayangnya, lunasnya kok baru nanti tahun 2011. Itu pun kalau umur saya sampai.

Saya menunggu KPR lunas karena saya pasti tidak bisa mengandalkan pekerjaan di Jogja. Boleh percaya boleh tidak, saya tahun 2003 pernah kerja sebagai sales alat tulis di UD Nugraha di Jl. Wates dengan gapok Rp250.000. Sampeyan semua bisa membayangkan bagaimana istri saya yang sedang menyusui Si Berseri-seri Cahaya Kemuliaan yang baru berumur setahunan saya beri makan dengan lauk ikan cuik kranjangan yang per kranjang harganya gopek isi tiga, ditemani daun kenikir dan daun luntas yang saya tanam di halaman depan rumah saya di sana. Jadi, saya akan sangat berat nyari sesuap nasi di Sleman sambil nyicil KPR yang cukup besar jumlahnya. Bisa-bisa, kalau saya kerja di Jogja, KPR saja nggak ketutup.

Mudah-mudahan saya akan sempat kopdar dengan para penguasa Jogja. Tapi, selain Anto, saya tidak punya nomor ponsel teman-teman. Kalau tidak keberatan mungkin bisa kirim nomor ponselnya ke arif(at)widarto.net supaya sesampainya di Jogja saya bisa menghubungi. Rencananya saya mau lewat Bandung, eh, Kang Roffi ada acara reunian nanti hari Minggu, hari keberangkatan kami sekeluarga.

Mohon doanya supaya kami sampai di Jogja dengan selamat dan mohon bantuan doa supaya kedua orang tua saya selalu dikaruniai kesehatan supaya saya sempat membalas semua pengorbanan mereka dengan bakti. Amin.

Moh Arif Widarto

www.widarto.net


Sent from my BlackBerry®

powered by Sinyal Kuat INDOSAT

CJ Feed Indonesia Membajak Tulisan Kang Roffi

March 12, 2008

Ketika sedang googling dengan kata kunci udang windu, saya sampai ke website CJ Feed Indonesia, produsen pakan ayam yang memiliki tiga perusahaan yaitu PT. CJ Superfeed, PT. CJ Feed Jombang dan PT. Super Unggas Jaya. Google mengantarkan saya ke sebuah artikel di website CJ Feed Indonesia pada halaman berjudul Udang Windu.

image

Hm… lamat-lamat kok saya ingat suatu hari di saat yang lalu saya pernah ke blog Kang Rofi dan membaca mengenai topik yang sama. Ketika saya klik tombol balik di perambah rubah api saya, saya menemukan hasil pencarian oleh Mbah Gugel seperti yang ditampilkan pada gambar di bawah ini.

image

Tulisan Kang Roffi ada di posisi paling buntut pada halaman pertama hasil pencarian dengan Mbah Gugel. Asyik, halaman pertama rek! Aku yakin setelah tulisan ini dimuat, akan bergeser ke posisi paling atas, hahaha… Kalau ada yang iseng ikut mencari dengan kata kunci udang windu dan mengklik taut ke “Berharap kembali dari Udang Windu“. Eh, sama deh, untuk CJ Feed Indonesia yang hasil pencariannya berada di halaman kedua. Nggak jauh dari posisi tulisan Kang Roffi.

Hmm… apa sih yang aneh dari udang windu?

Sebenarnya nggak ada yang aneh kecuali bahwa CJ Feed Indonesia telah membajak tulisan Kang Roffi. Setelah saya bandingkan secara sekilas, perbedaan hanya terletak pada paragraf paling bawah.

Paragraf asli dari “Berharap kembali dari Udang Windu“:

Menurut Ketut Sugama, pengembangan udang windu seyogyianya akan lebih baik bila dimulai pada areal yang masih virgin yaitu kawasan Indonesia Timur. Harapan kembali berjayanya udang windu tentunya tidak terlepas dari kerjasama semua pihak yang terlibat. Tentunya harapan semua masyarakat Indonesia agar Indonesia yang memiliki wilayah pengembangan udang windu yang ama besar dapat kembali menjadi produsen utama udang windu sehingga semakin diandalkan menjadi penghasil devisa.

Paragraf terakhir dari Udang Windu (yang ada di CJ Feed Indonesia):

Pengembangan udang windu seyogyianya akan lebih baik bila dimulai pada areal yang masih virgin yaitu kawasan Indonesia Timur. Harapan kembali berjayanya udang windu tentunya tidak terlepas dari kerjasama semua pihak yang terlibat. Tentunya harapan semua masyarakat Indonesia agar Indonesia yang memiliki wilayah pengembangan udang windu yang ama besar dapat kembali menjadi produsen utama udang windu sehingga semakin diandalkan menjadi penghasil devisa.

Tukang Konten CJ Feed hanya menghapus bagian “Menurut Ketut Sugama” saja.

creative common license Saya merasa CJ Feed Indonesia kurang sopan. Sebaiknya operator mengikuti kaidah Creative Common License yang sudah dipasang PERINGATANnya oleh Kang Roffi pada bagian paling atas kolom sisi (sidebar) sebelah kiri. Siapa pun operator konten CJ Feed Indonesia sebaiknya segera mengirim email kepada Kang Roffi dan mematuhi Creative Common License yang sudah dipasang oleh Kang Roffi. Bukan suatu hal yang memalukan apabila kita mempublikasikan artikel hasil karya orang lain di website perusahaan kita. Yang memalukan adalah apabila kita melakukan plagiasi dan ketahuan.

Di bawah ini screen shot kedua tulisan yang saya sebutkan di atas. Sengaja saya buatkan screen shotnya untuk menjadi bukti bahwa CJ Feed Indonesia membajak karya Kang Roffi. Klik untuk memperbesar ya, gambar dalam format JPG (sedang malas bikin file PDF). Tulisan hasil bajakan di sebelah kiri (yang gambarnya lebih besar karena halamannya pendek) sedangkan tulisan asli yang dibajak di sebelah kanan (yang gambarnya lebih ramping tapi panjang karena banyak komentar di sana).

artikel bajakan di cj feed indonesia  sumber tulisan yang dibajak cj feed indonesia

Kena Racun BlackBerry

March 11, 2008

Papabonbon menyebarkan racun blackberry di milis SMA saya. Dia tidak sendirian tetapi dibantu oleh developer blackberry yang sudah membangun blackberry di dua operator blackberry di Indeonesia.

Saya kepincut dengan paket unlimited untuk email dan internet yang ditawarkan oleh XL yaitu Rp199.000 (unlimited internet & email plus data 50MB). Dengan paket ini, akses 10 email yang diintegrasikan ke blackberry plus browsing menggunakan browser blackberry dapat dilakukan sampai bosan. Email akan langsung mak nyusss masuk ke hanheld blackberry.

Kepincutnya sama paket XL tetapi yang saya eksekusi adalah dari Indosat karena alasan saya punyanya nomer dari Indosat. Saya akan terus pakai layanan blackberry Indosat sampai saya jumpai bahwa paketnya lebih menarik XL dalam artian browsing memakai browser blackberry hanya XL yang memberikan unlimited. Sebulan ini saya mau membuktikan dulu seperti apa blackberry Indosat yang di rumah saya sinyalnya sering SOS itu. Hahaha… dari milis id-blackberry, banyak yang mengeluh juga karena sinyal XL juga sering seperti sinyal Indosat di rumah saya. Apa semua orang harus pindah ke rumah yang dekat dengan BTS operator telepon yang dimilikinya? Ampun Pak Dhe!

Hari Sabtu blackberry sudah aktif. Baru empat email yang saya daftarkan ke blackberry. Masih ada enam lagi dan masih dicari-cari email mana yang akan dimasukkan. Saya punya email di hotmail, yahoo, gmail tetapi yang saya daftarkan ke blackberry saya baru yang gmail, email kantor plus dua email dengan domain widarto.net. Email kombor.com tidak saya daftarkan. Biar saja saya aksesnya dari Outlook Express saja, hehehe.

Ternyata benar-benar mak nyuusss… Sejak saya pakai blackberry, sudah dua tulisan Pak Sawali yang masuk ke email saya. Jadi, walaupun saya di rumah, saya masih bisa menikmati tulisan-tulisan dari bloger yang di blognya memberikan fasilitas langganan pengumpan lewat email. Contohnya blog Pitutur dan blog Pak Sawali. Ayo dong, yang belum pasang fasilitas langganan pengumpan lewat email segera pasang. Gratis ini pasangnya. Kalau Sampeyan pasang, saya kan bisa baca tulisan-tulisan Sampeyan walaupun saya tidak ngablogburit ke blog Sampeyan. Hihihi… saya sudah rikues hal ini ke Pak Ersis melalui Buku Tamunya tetapi belum dipenuhi. Padahal saya suka sekali baca tulisan Pak Ersis. Awal bulan ini saya sudah beli buku Menulis Mari Menulis di Gramedia Lippo Karawaci. Buku Menulis Mudah belun saya temukan.

Dengan memberikan fasilitas langganan pengumpan lewat email, cakupan kemampubacaan (readability coverage) blog kita akan semakin luas. Kita harus mengingat bahwa tidak semua orang sempat browsing. Ada tipe orang yang tidak sempat browsing tetapi selalu membaca email. Nah, orang-orang semacam itu perlu diapresiasi keberadaannya dengan memberikan fasilitas kepada mereka untuk berlangganan pengumpan blog kita. Kunjungan langsung ke blog memang penting tetapi jangan salah, silent reader yang membaca tulisan kita lewat email juga penting. Bagi yang ingin, pengumpan kita pun bisa kita monetize dengan ditempeli iklan. Feedburner memberi fasilitas itu dengan AdSense. Saya sih belum kepikiran untuk menempeli AdSense di pengumpan saya wong yang langganan baru sedikit. Kalau yang langganan sudah 10.000 orang pasti saya tempeli iklan, hahaha!

Loh… kok ngelantur ke sana. Pokoke gini deh, blackberry memang mak yus!

Next Page »