Koplo

May 8, 2008

Akman tergopoh-gopoh menemui Wikundro, ada panggilan dari Kejaksaan Negeri Jankarto Pusat untuk Direktur Utama PT Lindudata Maju Pertiwi.

“Pak, ada surat cinta dari kejaksaan.” Akman dengan lugas memberi tahu Wikundro yang merupakan atasan langsungnya di PT Ikompi Moalhang Jayamantap. “Untuk siapa?” Wikundro segera ingin tahu. “Untuk dirut LMP, Pak. Yang mengantarkan Pak Andropol dari Tharqe Hubb Chawechawe.”

Wikundro menghela nafas lebih dalam. “Hhh… Kejadian juga. Dasar orang-orang amatiran.” Gumamnya.

Delapan bulan sebelumnya Wikundro, Arbinto, Andropol dan Yulkimar bersama-sama pergi ke Departemen Kosakata menemui Direktur Penyeragaman. Andropol mengaku kenal dengan Direktur Penyeragaman itu dan mengajak Wikundro dan Arbinto untuk mengajukan proposal proyek. Yulkimar adalah anak buah Andropol. Dari tampangnya, Andropol seperti orang pintar. Wajahnya bersih dan jidatnya sudah bertambah luas membentuk botak di ubun-ubun. Kesannya rambut di sana meranggas karena kepala sering dipakai berpikir keras. Sedangkan Yulkimar berperawakan tegap, tingginya sekitar 175 cm, berkulit sawo matang dan suka membawa minimal tiga buah telepon genggam. Read more

Dilihat 221 kali oleh 96 pengunjung