April 21, 2008 – 6:12 am | by Arif | Dilihat 59 kali, 1 hari ini |

|
13 Tanggapan | Kategori »
Post by Email,
Silaturahim
Ketika bangun pagi tadi saya merasakan kepala ini berat dan sangat pusing. Orang Jawa bilang sebagai buyer. Saya melihat sekeliling saya berputar sangat cepat. Saya berusaha mengangkat kepala tetapi tidak kuat. Kalau kepala saya angkat, segalanya berputar semakin cepat. Saya menyerah dan hanya berusaha merubah posisi tidur yang semula miring ke kanan menjadi telentang. Ternyata posisi telentang pun membuat buyer di kepala bertambah. Saya kembali berbaring miring ke kanan.
Kemarin saya masih dengan gagah menghadiri acara silaturahim Ikastara Tangerang di rumah Dodi Mawardi. Hadir di sana 20 alumni SMA Taruna Nusantara Magelang. Bloger alumni yang hadir adalah tuan rumah sendiri, Anjar Priandoyo, Ari Juliano dan saya sendiri. Ikastara Tangerang memiliki agenda untuk bersilaturahim bersama setiap tiga bulan sekali. Di sana kembali saya sosialisasikan rencana kerja Ikastara Tangerang. Rencana kerja yang membumi, bukan yang muluk-muluk:
1. Silaturahim setiap 3 bulan
2. Donor Darah setiap 3 bulan
3. Bakti Sosial (project based)
4. Satu Bulan Satu Buku. Sumbang buku ke SMATN
5. Karyawisata Bersama
Selesai acara di rumah Dodi Mawardi saya mampir ke rumah Anjar Priandoyo di Permata Bintaro. Saya belum menengok keponakan baru sehingga kemarin itu saya niatkan betul untuk mampir.
Pukul 16:30 saya pamit dari rumah Anjar, takut mengganggu istirahat si Kecil dan mamanya. Juga supaya Anjar tidak bosan mendengar ocehan saya. Kalau mau tahu, banyak topik yang kami bicarakan mulai dari bayi, pekerjaan, sampai blog monetization.
Sebelum ke rumah saya mampir dulu beli sate padang pesenan ibunya Si Berseri-seri Cahaya Kemuliaan yang libur masak. Sampai di rumah hujan turun dengan derasnya. Saya sempat terkena gerimisnya dari jarak 500 meter dari rumah.
Saya tidak ke kantor. Bangun dari kasur saja saya tidak mampu. Kaki sih mampu menopang badan saya untuk berdiri tetapi justru kepala yang membuat saya tidak mampu berdiri. Bahkan, duduk pun tak mampu. Saya menuliskan posting ini sambil berbaring. Posting via email sehingga link saya tulis url aselinya.
Memang kalau mau jujur kemarin saya sudah merasakan senut-senut di tengkuk kiri saya. Bahkan lengan kiri saya juga agak nyeri. Akan tetapi saya tidak ingin hal itu menghalangi saya untuk bersilaturahim dengan para alumni SMA Taruna Nusantara yang berdomisili di wilayah Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan calon Kota Tangerang Selatan. Biarlah yang lain tidak hadir bersilaturahim, asal bukan saya. Kapan lagi saya akan mengetahui dan berkunjung ke rumah alumni yang lain kalau bukan dalam acara silaturahim seperti ini. Sebagai alumni angkatan purwaka saya merasa berkewajiban untuk mengajarkan kepada adik-adik agar jangan menjadi kacang lupa kulit. Melupakan ikatan almamater SMATN. Makanya saya selalu mengusahakan untuk hadir dalam silaturahim Ikastara Tangerang. Saya tidak hadir satu kali karena keluarga di Tangerang berkeras minta diantar ke Masjid Dian Al-Mahri di Depok.
Saya masih berbaring dan sesekali mencoba duduk untuk merasakan masih buyer atau tidak. Saya akan pergi ke dokter. Tadi istri saya minta untuk pergi ke dr. Joko yang praktek di Taman Picaso apakah mau dipanggil untuk datang ke rumah karena saya benar-benar tidak mampu bangun. Petugas di bagian pendaftaran mengatakan dr. Joko tidak bisa ke rumah saya. Tanpa bicara dengan dr. Joko istri saya langsung pulang padahal saya benar-benar tidak mampu bangun. Ya sudah, saya akan menunggu sampai saya kuat bangun dan mengendarai sepeda motor. Untuk menurunkan tekanan darah saya minum jus sledri dan makan timun. Mudah-mudahan bisa mempercepat terusirnya rasa buyer.
Update
Baru saja istri saya ke dr. Joko lagi (pukul 16-an) dan berhasil ketemu dr. Joko. Dokter itu bilang, “Saya sudah mau pergi. Saya buatkan rujukan ke rumah sakit saja ya. Lagipula saya tidak pernah memeriksa pasien di rumah.”
Saya minta istri saya ke apotek saja untuk mencari unalium. Februari lalu ayah saya tensinya tembus 220 dan merasa sangat buyer seperti yang saya rasakan. Untuk menghilangkan buyer itu dokter meminta untuk dibelikan unalium.
–
Sent from Gmail for mobile | mobile.google.com
Tags: darah tinggi, hipertensi, sakit