Memasuki Usia Ketiga Semoga Tidak Ada Lagi Perangkapan Jabatan di Partai GERINDRA
February 9, 2010
Pada 6 Februari 2010 Partai GERINDRA genap berusia dua tahun. Saya menganggap Partai GERINDRA adalah sebuah partai yang fenomenal. Dalam usia 5 bulan sejak didirikan pada 6 Februari 2008, Partai GERINDRA telah lolos verifikasi faktual KPU. Kemudian, pada usia 14 bulan, Partai GERINDRA berhasil mendudukkan 26 kadernya sebagai Anggota DPR RI. Sebuah prestasi yang mengantarkan Partai GERINDRA sebagai partai baru yang memperoleh suara rakyat paling banyak. Bahkan, Partai GERINDRA mampu memperoleh suara lebih banyak dibandingkan beberapa partai yang pada periode 2004 – 2009 memiliki wakil di parlemen.
Di samping prestasi yang fenomenal itu, Partai GERINDRA juga memiliki kekurangan. Salah satu kekurangan yang melekat pada Partai GERINDRA pada saat menghadapi pemilu 2009 adalah adanya perangkapan jabatan dalam kepengurusan. Sebagai mantan caleg DPR RI untuk Dapil Banten II saya mengetahui dengan pasti adanya perangkapan jabatan di DPD Banten. Sebagai contoh, Ketua DPD Banten merangkap sebagai Wakil Sekjen di DPP. Dua orang Wakil Ketua DPD Banten merangkap jabatan pula masing-masing sebagai Ketua DPC Kota Cilegon dan Ketua DPC Kabupaten Tangerang.
Perangkapan jabatan di dalam partai membuat kinerja partai terhambat baik secara manajerial maupun teknis karena pengurus partai yang memiliki jabatan rangkap menjadi tidak fokus pada tugas dan tanggung jawabnya. Hal tersebut juga dapat memicu terjadinya konflik kepentingan. Sebagai contoh, seorang Wakil Ketua DPD selayaknya memberikan pembinaan sekaligus melakukan evaluasi terhadap kinerja partai di wilayahnya. Akan tetapi, karena Wakil Ketua DPD merangkap juga sebagai Ketua DPC, maka fungsi evaluasi menjadi kabur. Bagaimana mungkin seseorang melakukan evaluasi kinerja terhadap dirinya sendiri?
Kini Partai GERINDRA sudah memasuki tahun ketiga dalam kiprah perjuangannya di dalam kancah perpolitikan nasional. Seperti telah disampaikan oleh Ketua Dewan Pembina dalam pidato ulang tahun Partai GERINDRA di kantor DPP Partai GERINDRA, saatnya Partai GERINDRA untuk melakukan konsolidasi internal sampai dengan tahun 2012 untuk melakukan persiapan Pemilu 2014. Saya mengharapkan agar perangkapan jabatan di dalam kepengurusan Partai GERINDRA dihapuskan sama-sekali untuk membuat partai bekerja secara lebih optimal. Saya juga setuju dengan arahan Ketua Dewan Pembina Partai GERINDRA agar kader Partai GERINDRA tidak mencari jabatan dalam berpartai. Kader Partai GERINDRA harus militan dan disiplin dan terus bekerja dan tidak terlena dengan keberhasilan menjadi partai yang lolos parliamentary threshold.
Viewed 10840 times by 1095 viewers
Refleksi Setahun Partai GERINDRA: Saatnya Mengembalikan Kejayaan Indonesia Raya Bersama GERINDRA
February 7, 2009
Pada 6 Februari 2009 Partai GERINDRA berulang tahun untuk yang pertama kali. Sungguh merupakan umur yang masih sangat muda apabila dibandingkan dengan partai-partai lain yang sudah memiliki wakil di DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten maupun menteri. Namun, dalam waktu yang masih sangat belia, Partai GERINDRA sudah menunjukkan keberadaannya secara fenomenal.
Fenomena pertama, hanya dalam waktu dua minggu, Partai GERINDRA sudah berdiri di 32 provinsi dan sebagian besar Kabupaten/Kota sehingga Partai GERINDRA dapat lolos verifikasi administrasi.
Fenomena kedua, hanya dalam waktu lima bulan sejak pendiriannya, Partai GERINDRA mampu lolos verifikasi faktual oleh KPU. Padahal, banyak partai lain yang berumur lebih tua dari Partai GERINDRA tidak lolos verifikasi faktual.
Fenomena ketiga, Partai GERINDRA muncul sebagai salah satu partai baru yang paling dikenal oleh masyarakat.
Fenomena keempat, Partai GERINDRA merupakan partai baru yang diperhitungkan oleh partai-partai lama.
Fenomena kelima, Partai GERINDRA mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat sehingga pada ulang tahunnya yang pertama Partai GERINDRA telah mampu memberikan Kartu Tanda Anggota yang kesepuluh juta.
Partai GERINDRA didirikan bukan untuk memenuhi nafsu pendek untuk berkuasa melainkan untuk tujuan yang lebih mulia dari itu, yaitu mengembalikan kejayaan Indonesia Raya. Merebut kekuasaan secara sah melalui pemilu hanyalah merupakan salah satu langkah untuk mewujudkan visi dan misi Partai GERINDRA, bukan satu-satunya tujan yang hendak dicapai.
Kita tentu tidak akan mengelak bahwa kita pernah menjadi sebuah bangsa yang disegani dan dihormati oleh bangsa-bangsa lain di kancah pergaulan internasional. Di masa yang masih muda, pemimpin kita sudah mampu terjun ke panggung politik dunia. Menjadi pemimpin yang disegani oleh negara-negara yang baru merdeka maupun negara-negara yang telah maju. Di masa selanjutnya, negara kita masih disegani dan dihormati. Tidak ada negara yang berani melecehkan negara kita. Bahkan, kita pernah disebut sebagai salah satu macan Asia.
Namun, sepuluh tahun terakhir kita rasakan sebagai dekade yang buram dalam sejarah bangsa kita. Tidak hanya negara besar yang kehilangan keseganan dan kehormatannya kepada kita. Bahkan dua negara tetangga kita berkali-kali melecehkan kita tanpa kita berani dengan tegas menyatakan kehormatan kita. Apakah seperti itu sikap sebuah negara besar?
Partai GERINDRA didirikan untuk memberikan solusi bagi permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh bangsa ini. Tujuan negara yang dituangkan dalam Pembukaan UUD 1945 akan dijalankan sepenuhnya. Partai GERINDRA akan mengembalikan kejayaan INDONESIA RAYA.
Kejayaan Indonesia Raya tidak dapat kita tunggu melainkan harus kita perjuangkan bersama. Apabila Anda merindukan Indonesia Raya yang jaya, yang mampu menghidupi rakyatnya, yang mampu menegakkan diri di hadapan bangsa-bangsa lain di dunia, Anda tidak perlu lagi menunggu. Bergabunglah bersama GERAKAN INDONESIA RAYA karena GERINDRA memang didirikan untuk itu.
Kini bukan saatnya menunggu. Fenomena kebangkitan Indonesia Raya telah ditunjukkan oleh GERINDRA. Kita tentu tidak ingin berpangku tangan menunggu bantuan asing untuk maju karena kini telah tiba saatnya bagi kita untuk mengembalikan kejayaan Indonesia Raya. Tentu saja, bersama GERINDRA.
Viewed 631 times by 263 viewers
Selamat Atas Deklarasi Gardu Prabowo
December 1, 2008
Pada tanggal 30 November 2008 kemarin, di Padepokan Pencak Silat TMII telah dideklarasikan Gerakan Rakyat Dukung Prabowo atau Gardu Prabowo. Gardu Prabowo merupakan organisasi berbasis komunitas yang berfungsi sebagai gerakan moral yang bertujuan mendukung, memberikan pencitraan positif, serta simpati masyarakat kepada Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto. Ketua Umum Gardu adalah Widjono Hardjanto.
Pada deklarasi tersebut hadir Pak Prabowo Subianto yang kembali mengingatkan pentingnya mengembalikan kejayaan rakyat dan kemandirian bangsa.
Saya mengucapkan selamat atas deklarasi Gardu Prabowo. Semoga relawan-relawan Gardu Prabowo mampu menjadi kekuatan pendukung untuk menyukseskan Pak Prabowo Subianto menjadi Presiden RI 2009 – 2014.
Berita seputar deklarasi Gardu Prabowo:
- Gardu Prabowo Kawal Gerindra
- Gardu Prabowo Dideklarasikan
- Gardu Siap Sukseskan Prabowo Jadi Presiden
- Gardu Prabowo Siap Sukseskan Prabowo Subianto Jadi Presiden
- Pendukung Prabowo Dirikan Gardu Prabowo
- Gardu Prabowo Bukan Alat Untuk Mengkultuskan
Viewed 550 times by 218 viewers
Bismillah, Saya Bergabung Dengan Partai Gerindra
July 28, 2008
Setelah mempelajari naskah Deklarasi Partai, AD/ART Partai Gerakan Indonesia Raya (Partai Gerindra) maka dengan mengucakan “Bismillahirrahmaanirrahiim” saya bergabung dengan Partai Gerindra.
Partai dengan nomor urut 5 ini saya nilai akan menjadi partai yang menjadi bagian dari pemecahan masalah, terutama bagi masyarakat lemah, baik yang lemah secara ekonomi maupun sosial. Partai Gerindra akan mengusung program dari masyarakat dan melaksanakan program tersebut.
Saya sendiri selama ini sangat sulit untuk menentukan partai untuk menyalurkan aspirasi dan melakukan perjuangan. Akan tetapi, Partai Gerindra mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan saya. Ide mengenai ekonomi kerakyatan untuk mewujudkan kemandirian sangat sesuai dengan idealisme saya bahwa bangsa yang dihamparkan oleh Allah di atas kepulauan Nusantara ini akan mampu mandiri dengan segala potensi yang dimilikinya asal dapat dikelola dengan baik oleh orang-orang yang berprinsip untuk meletakkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi atau golongan. Saya menilai Indonesia mampu untuk mewujudkan kemandirian dengan melakukan perdagangan antar pulau. Kita tidak harus bergantung kepada pihak asing karena segala potensi sumberdaya alam kita menyediakan hampir semua yang kita perlukan.
Viewed 1224 times by 420 viewers



