Free Blogger Template


Kemanakah Para Tokoh Ekonomi Kerakyatan?

Tokoh ekonomi kerakyatan yang paling berkesan di dalam diri saya adalah almarhum Prof. Dr. Mubyarto. Konsistensi beliau dalam memperjuangkan ekonomi kerakyatan patut diacungi jempol. Sampai akhir hayatnya, Pak Muby — demikian orang-orang suka memanggil — tetap mempercayai bahwa sistem ekonomi kerakyatan adalah sistem yang paling cock dan paling baik untuk Indonesia.

Pemikiran-pemikiran dan tulisan-tulisan Pak Muby serta beberapa ekonom lain tentang ekonomi kerakyatan dapat ditemui di Jurnal Ekonomi Rakyat. Sayangnya, jurnal ini dapat dikatakan sebagai sebuah jurnal yang mati suri. Belum mati total karena jurnal online ini masih dapat diakses. Artikel terakhir dipublikasikan di Jurnal Ekonomi Takyat ini pada bulan November 2004. Kita semua dapat membayangkan bahwa selama 29 bulan terakhir, Jurnal Ekonomi Rakyat tidak lagi disentuh baik oleh pengelolanya maupun kontributor-kontributornya.

Saya heran, sepeninggal Pak Muby, tidak ada yang meneruskan Jurnal Ekonomi Rakyat tersebut. Ke mana para pakar ekonomi rakyat kita? Ekonom yang juga gencar menggerakkan kekonomi kerakyatan adalah Pak Adi Sasono. Akan tetapi, mungkin beliau kurang bisa diterima apabila walaupun beliau bersedia meneruskan Jurnal tersebut. Maaf, ini pendapat saya. Pendapat itu didasari pemikiran bahwa Pak Adi Sasono juga banyak berkecimpung di dalam politik sehingga bisa saja pemikirannya dianggap partisan.

Well… untuk sekedar bernostalgia mengenang ekonomi kerakyatan, mari kita baca tulisan Pak Adi Sasono yang berjudul EKONOMI KERAKYATAN DALAM DINAMIKA PERUBAHAN.

Mudah-mudahan ada pihak-pihak yang tergerak untuk kembali menghidupkan Jurnal Ekonomi Rakyat tersebut. Siapa tahu PUSTEP UGM!

Tags:

Free Blogger Template

Moh Arif Widarto adalah bloger yang mengalami krisis identitas karena tidak mau memilih satu dari dua platform blog yang paling populer. Oleh karenanya, dia mengelola blog ini untuk pengguna WordPress yang fanatik dan mendambakan kemudahan komentar dan WWW.Widarto.Net untuk bloger yang masih cinta Blogger dan menganggap commenting system di Blogger nggak masalah. Berkunjung ke sini atau ke sana sama saja isinya.