Sedikit Membaca Banyak Menulis
July 8, 2008
Saat ini bisa dikatakan saya lebih banyak menulis daripada membaca. Saya lebih banyak menulis posting blog daripada membaca posting blog di blogosfer. Jangankan membaca blog, membaca koran pun saya tidak sempat. Membaca majalah apa lagi. Tiga minggu yang lalu saya beli majalah Tempo dan sampai saat ini belum ada separo yang saya baca. Saya pernah membeli Media Indonesia, kira-kira sebulan yang lalu. Sampai saat ini, lipatannya masih rapi karena belum pernah saya buka. Saya langganan tabloid Kontan dari teman. Bacanya saya rapel sebulan sekali — berarti terdiri dari 4 tabloid mingguan dan 1 edisi khusus.
Hmm… Apakah ini bagus? Read more
Viewed 519 times by 208 viewers
Susahnya Membuat Tulisan Bermutu
May 11, 2008
Saya sudah lama ngeblog. Sejak tahun 2001. Platform yang saya pakai adalah Blogger. Hosting pindah-pindah, pernah di Geocities, Tripod dan Blogspot. Saya pun pernah membangun website pribadi di F2S dan Singcat. Yang terakhir adalah malapetaka karena website saya yang saya hosting di Singcat musnah tak berbekas karena Singcat melakukan penggantian server tanpa pemberitahuan. Namanya juga layanan gratis, apa sih yang diharapkan?
Kalau dihitung, saya sudah ngeblog selama 7 tahun. Namun sampai sejauh ini saya merasa tidak mampu membuat tulisan bermutu. Saya hanya mampu mengubah dari yang semula weblog alias catatan web ke blog. Dulu weblog merupakan log atas link yang ditemukan di web baik untuk keperluan pribadi maupun untuk dibagi dengan orang lain (pengunjung).
Seiring berubahnya zaman,blog pun ikut berubah dari yang semula merupakan catatan web menjadi bentuk seperti sekarang ini. Selain weblog, dulu ada online jurnal/diary. Mereka yang suka membuat buku harian online tentu pernah kenal dengan DiaryLand.com atau Pitas.com. Dalam penilaian saya, blog saat ini justru merupakan perkembangan dari jurnal online daripada catatan web. Namun, kali ini orang tidak melulu menceritakan kegiatan atau curhat melainkan juga menulis artikel-artikel, opini, cepen, puisi, panduan, dan lain-lain. Dalam buku harian online, puisi atau opini masih bisa muncul tetapi panduan/tutorial bisa dikatakan tidak ada. Read more
Viewed 526 times by 214 viewers
3 Alat Wajib Untuk Blogger
April 11, 2008
Maaf, judulnya seharusnya "3 alat wajib untuk saya", bukan seperti yang tertulis di atas itu. Namun, supaya keren dan kelihatan berbobot, bolehlah saya kasih judul tulisan ini "3 alat wajib untuk blogger". Siapa tahu bisa memancing trefik. Halahh…
Seperti yang Sampeyan semua tidak ketahui, saya punya beberapa blog. Mungkin saya ini termasuk orang yang sudah kecanduan blog alias blog addicted. Walaupun blog saya tidak pernah masuk BOTD atau daftar blog hangat (gimana mau masuk kalau tidak ngeblog di wordpress.com), saya tetap setia mengisi blog-blog tersebut. Siapa tahu mesin pencari memberikan sedekahnya kepada blog saya.
Beberapa blog yang saya kelola sedikit di antaranya adalah Kombor.Com yang sudah berevolusi menjadi blog bertopik cari duit lalu MotoGP yang berisi informasi seputar balap motor paling terkenal di dunia itu, kemudian blog sok Boso Inggris yang kadang saya gunakan untuk nulis Paid To Review dan Free Template — template gratis untuk Blogger — yang belum saya imbuhi template baru. Alhamdulillaah, sampai saat ini saya masih kuasa untuk mengelola blog-blog tersebut dan puji Tuhan, sudah ada satu cek yang saya terima dari Google dan satu lagi sedang saya tunggu.
Ngeblog memang indah. Indah apabila tulisan kita diberi sedekah tanggapan oleh para pengunjung. Indah apabila banyak pengunjung yang diarahkan oleh mesin pencari sehingga sampai di blog kita. Indah apabila ternyata blog kita — yang menggunakan domain sendiri dan hosting berbayar –tidak memberatkan keuangan kita karena blog itu dapat membiayai sendiri kehidupannya. Indah apabila ternyata blog dapat memberikan tambahan pendapatan untuk membantu mencicil KPR kita. Indah karena melalui blog kita bisa mendapatkan teman-teman dan saudara-saudara baru. Tengoklah acara kopi darat yang selalu meninggalkan kisah seru di mana bloger yang baru bertemu pun sudah bisa langsung akrab seoalah-olah baunya sudah sama (walaupun baju yang dipakai sudah tiga hari tidak diganti).
+ Kok ngalor-ngidul to, Mas?
- Ya sengaja dibikin ngalor-ngidul
+ Kenapa?
- Karena alat wajibnya hanya 3! Kalau langsung diberikan, posting ini pasti pendek sekali
Viewed 1039 times by 301 viewers



