TANDEF dan ISCEL Persembahan Alumni SMA Taruna Nusantara Magelang Bagi Indonesia

August 20, 2008

Pada 14 Juli 1990 yang lalu, 281 lulusan SMP dari seluruh nusantara dilantik menjadi siswa sebuah sekolah menengah berasrama yang dipersembahkan untuk bangsa dan negara. Sekolah itu bertempat di Desa Pirikan, di tepi Jalan Raya Magelang - Purworejo. Tidak tanggung-tanggung, pada upacara yang disebut Prasetya Siswa tersebut, Panglima ABRI saat itu Jenderal TNI Try Sutrisno yang bertindak selaku Inspektur Upacara.

Tidak terasa, sudah 18 tahun usia SMA Taruna Nusantara Magelang. Sampai saat ini, SMA Taruna Nusantara Magelang sudah meluluskan alumninya sebanyak 16 Angkatan dengan jumlah alumni sekitar 4000 orang. Alumni pertama yang lulus melalui Upacara Prasetya Alumni sebanyak 275 orang dari input sebanyak 281 orang. Alumni SMA Taruna Nusantara tersebar di seluruh bidang. Ada yang menjadi prajurit TNI, anggota kepolisian, PNS di berbagai departemen, karyawan swasta, wirausaha, peneliti, penulis buku, dll.

Di kancah nasional, alumni SMA Taruna Nusantara belum terdengar kiprahnya. Akan tetapi, sebenarnya mereka telah berkiprah di bidang masing-masing. Tengok saja Romi Satriawahono yang menjadi gerbong IlmuKomputer.Com sebagai contoh. Romi tidak pernah menonjol-nonjolkan dirinya sebagai alumnus SMA Taruna Nusantara sehingga dia tidak dikenal sebagai alumnus SMA Taruna Nusantara Magelang oleh khalayak. Saya sendiri mengenal pribadi Romi yang memang selalu rendah hati dengan tingkat kepakaran yang dimilikinya.

Contoh kedua adalah Dr. T. Faisal Fathani, ahli Teknik Sipil dari Universitas Gadjah Mada yang bersama rekan-rekannya telah membuat alat deteksi tanah longsor yang kemudian dijiplak idenya, dibuat alat deteksi versi digital dan dipatenkan oleh ilmuwan Jepang. Dr. T. Faisal Fathani adalah juga alumnus SMA Taruna Nusantara Magelang. Tentu saat ini Dr. T. Faisal Fathani lebih dikenal sebagai orang UGM daripada alumni SMA Taruna Nusantara Magelang.

Saya sendiri berpendapat bahwa alumni SMA Taruna Nusantara Magelang harus mulai menunjukkan eksistensinya di percaturan kehidupan berbangsa dan bernegara. Pendapat tersebut saya dasarkan pada pemikiran bahwa masyarakat harus diberi informasi mengenai kiprah alumni SMA Taruna Nusantara yang oleh pendirinya, almarhum Bapak LB Moerdani pada prasastinya dituliskan ” Dipersembahkan Bagi Bangsa dan Negara”. Dua contoh di atas hanya merupakan bagian kecil dari kiprah alumni SMA Taruna Nusantara Magelang. Masih banyak prestasi lain yang dipersembahkan oleh alumni SMA Taruna Nusantara baik yang berada di dalam lingkaran kepegawaian negara maupun bukan. Misalnya, di KPK, terdapat beberapa alumni SMA Taruna Nusantara baik yang berprofesi sebagai penyidik maupun bukan. Di Departemen Keuangan, alumni SMA Taruna Nusantara tersebar baik di Bea Cukai, Pajak, maupun Perbendaharaan Negara. Di Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia, ada alumni yang menjadi pegawai Imigrasi. Di Departemen Luar Negeri, ada alumni SMA Taruna Nusantara Magelang yang menjadi Diplomat di San Fransisco, Amerika Serikat. Diplomat muda tersebut bernaka Khasan Ashari.

Guna mewujudkan janji untuk memberikan karya terbaik bagi masyarakat, bangsa, negara dan dunia, alumni SMA Taruna Nusantara Magelang mempersembahkan dua lembaga kajian bagi bangsa Indonesia. Lembaga pertama bergerak dalam pemantauan pemilu. Lembaga ini diberi nama ISCEL, kependekan dari Indonesian Society for Civilized Election, dimotori oleh Ari Juliano Gema, seorang pengacara muda alumni SMA Taruna Nusantara. Lembaga kedua bergerak dalam kajian pertahanan nasional. Lembaga ini diberi nama TANDEF, kependekan dari Think & Act for National Defense. TANDEF dimotori oleh Khairil Azmi, alumnus angkatan ke-4 SMA Taruna Nusantara Magelang. Sebagai lulusan angkatan pertama, saya diminta oleh Direktur Eksekutif TANDEF — Khairil Azmi — untuk menjadi anggota Dewan Penasehat Reguler.

Saya memimpikan bahwa sebentar lagi akan keluar sebuah lembaga kajian ekonomi, lembaga kajian pertanian, lembaga kajian maritim, lembaga kajian pemerintahan daerah, dan lain-lain yang diprakarsai oleh alumni SMA Taruna Nusantara Magelang.

Semoga.

Kelompok Eksklusif Anak-anak Elit Jakarta di SMA Taruna Nusantara

July 19, 2008

SMA Taruna Nusantara Magelang merupakan sekolah yang didirikan atas prakarsa almarhun Jendral LB Moerdani pada tahun 1980-an. Sekolah itu menerima siswa pertamakali pada tahun 1990. Sesuai salah satu wawasan yang diajarkan di sekolah berasrama itu, yaitu wawasan kenusantaraan, semua siswa berasal dari seluruh provinsi yang ada di nusantara. Saat itu masih 27 provinsi sehingga dari 281 siswa angkatan pertama, ada perwakilan dari setiap provinsi.

Saya masih ingat nama dari tiga teman saya yang berasal dari Timor Timur. Mereka adalah Virgilio, Jaulino dan Adelino. Nama belakang mereka samar-samar di kepala saya. Kalau tidak salah Virgilio Da Costa, Jaulino Da Costa Pinto. Untuk Adelino, saya tidak ingat sama sekali. Read more

14 Juli 1990

July 14, 2008

Pagi hari itu, Sabtu 14 Juli 1990, saya menjadi bagian dari 281 anak Indonesia yang berasal dari seluruh penjuru nusantara (27 provinsi waktu itu) yang dilantik menjadi siswa SMA Taruna Nusantara Magelang melalui sebuah Upacara Prasetya Siswa. Upacara dipimpin oleh Panglima ABRI waktu itu, Jenderal TNI Try Sutrisno.

Perasaan saya waktu itu bercampur aduk. Saya sangat gembira karena hari-hari yang melelahkan selama proses seleksi untuk menjadi siswa SMA Taruna Nusantara telah berhasil saya lalui dengan baik. Saya sangat mengingat momen-momen seleksi itu. Yang pertama adalah seleksi administrasi yang dilakukan di Kodim Sleman. Saya harus mengambil berkas administrasi pendaftaran lalu mengisinya dan melengkapi semua persyaratan yang ada. Ada fotokopi rapor SMP dari semester 1 sampai semester 5, ada Surat Ijin Orang Tua, SKKB, Surat Keterangan Sehat dari Puskesmas. Saya mencari sendiri semua yang saya butuhkan, mulai dari RT, RW, Dukuh, Lurah, Kecamatan, Koramil, Polsek, Polres untuk SKKB. Ke Puskesmas untuk periksa kesehatan. Lalu, saya mengembalikan berkas administrasi pendaftaran itu ke Kodim seorang diri tanpa disertai oleh orang tua. Di sana ada pemeriksaan gigi oleh dokter gigi muda yang cantik. Setelah itu, yang perlu saya lakukan hanyalah menunggu surat panggilan dari Kodim. Kalau lulus seleksi administrasi, saya akan dikirimi surat panggilan.

Read more

Sayang, Fertob dan Romi Tidak Hadir Pada Munas Ikastara

June 29, 2008

Munas V Ikastara 2008

Munas V Ikastara kemarin berhasil dilaksanakan dengan sukses dan lancar. Selain membahas usulan perubahan AD, menerima laporan pertanggungjawaban Ketua Umum Ikastara periode 2005 - 2008, Munas V Ikastara kemarin juga berhasil memilih Ketua Umum Ikastara periode 2008 - 2011. Syarif Syahrial, SE, MSE, terpilih menjadi Ketua Umum setelah mengalahkan dua kandidat yang lain yaitu Dr. Agung Wicaksono, ST, MBA dan dr. Herbert Situmorang, SPOG.

Alumni yang hadir di Balai Pendidikan dan Latihan Departemen Pertahanan Jl. Salemba Raya - Jakarta sekitar 300-an orang. Untuk Angkatan I sendiri yang hadir adalah:

Read more

Musyawarah Nasional Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara Tahun 2008

June 27, 2008

SMA Taruna Nusantara Magelang meluluskan alumninya untuk pertama kali pada tahun 1993. Sebanyak 275 siswa dari 281 siswa — yang dilantik pada tanggal 14 Juli 1990 melalui upacara Prasetya Siswa yang dipimpin oleh Panglima ABRI Jend. TNI Try Soetrisno sebagai Inspektur Upacara — dilantik menjadi alumni melalui sebuah upacara Prasetya Alumni. 275 alumni pertama siap terjun ke masyarakat untuk melanjutkan pendidikan atau bekerja. Kini, pada 21 Juni 2008 yang lalu, SMA Taruna Nusantara kembali melakukan upacara Prasetya Alumni untuk angkatan ke 16. Tidak terasa sudah 16 angkatan diluluskan oleh SMA Taruna Nusantara Magelang.

Pada tahun 1994, setahun setelah lulus, para alumni Angkatan I SMA Taruna Nusantara memelopori berdirinya sebuah ikatan alumni yang diberi nama Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara yang disingkat IKASTARA. Sepanjang sejarah berdirinya, IKASTARA telah memiliki dua Ketua Umum yaitu Anang Kurniawan Hanudji (alumnus Angkatan I) dan Takwa Fuadi Samad (alumnus Angkatan II). Kedua Ketua Umum IKASTARA itu menjabat dalam dua periode masa jabatan. Sebagaimana pasal mengenai jabatan presiden di Republik Indonesia, maka Ketua Umum IKASTARA maksimal hanya boleh dijabat selama 2 kali berturut-turut dan setelah itu alumnus yang bersangkutan tidak boleh lagi mencalonkan diri.

Pada 28 Juni 2008 yang akan datang, IKASTARA akan melaksanakan Musyawarah Nasional V untuk menerima laporan Pertanggungjawaban Ketua Umum periode 2005 - 2008, mengubah AD/ART dan memilih Ketua Umum periode 2008 - 2011. Ada tiga alumni SMA Taruna Nusantara yang telah ditetapkan menjadi Calon Ketua Umum yang berhak untuk dipilih pada Munas nanti yaitu:

  1. Dr. Agung Wicaksono, M.Sc. MBA, alumnus Angkatan III
  2. dr. Herbert Situmorang, SPOG, alumnus Angkatan II
  3. Syarif Syahrial, SE, MSE, Alumnus Angkatan V

Read more