Free Blogger Template


Sang Pemimpi Membuat Saya Kembali Bermimpi

image Berbeda dengan Laskar Pelangi yang membuat saya menjadi bodoh, Sang Pemimpi sudah mampu membuat saya menjadi manusia rata-rata. Saya tidak bodoh dan tidak pintar dan keadaan itu cukuplah untuk membantu saya menikmati cerita dalam Sang Pemimpi dengan lebih baik.

Cerita yang disuguhkan dalam Sang Pemimpi sangat manusiawi dan saya kira banyak contohnya yang terjadi di dunia nyata. Saya kira Andrea Hirata mampu menyampaikan dengan sempurna pesan bagi pembacanya untuk berani bermimpi.

Sudah banyak orang yang menyampaikan bahwa pencapaian-pencapaian luar biasa yang berhasil dicatatkan oleh umat manusia berasal dari mimpi yang dibuat. Tentu kita harus memandang mimpi di sini sebagai cita-cita. Bukan mimpi yang menjadi bunga tidur kita. Andrea Hirata menyampaikan pesan untuk berani bermimpi itu dengan kemampuan bertuturnya yang apik dan dengan contoh yang sangat menggugah. Tokoh Arai yang telah menjadi yatim piatu sejak kecil justru menjadi tokoh yang mengajarkan kepada Ikal untuk terus bermimpi. Sungguh sangat membangkitkan semangat ketika Arai menasehati Ikal ketika Ikal melorot drastis rankingnya.

“Biar kau tahu, Kal, orang seperti kita tak punya apa-apa kecuali semangat dan mimpi-mimpi, dan kita akan bertempur habis-habisan demi mimpi-mimpi itu!!”


Baca selengkapnya… »

Tags: , ,

Membaca Laskar Pelangi Serasa Bodoh

Kalau tidak salah ingat saya pernah menyampaikan bahwa saya sudah mengakuisisi Laskar Pelangi, Sang Pemimpi dan edensor dari Gramedia Karawaci. Laskar Pelangi belum selesai saya baca. Pembatas masih saya selipkan di antara halaman 384 dan 385. Saya baru akan membaca Bab 28 yang berjudul Societeit de Limpai. Minggu lalu saya sama sekali libur membaca. Tentu Sampeyan semua tahu mengapa saya bisa libur membaca. Yang belum tahu bisa membaca-baca postingan minggu lalu (maaf, bukan promosi).

Saya belum selesai membaca Laskar Pelangi. Novel yang sangat terlambat saya baca. Terus-terang saya memang agak kurang suka segala sesuatu yang pop. Apa pun yang pop dan jadi tren sesaat hampir pasti tidak akan saya ikuti. Sebagai bukti sampai saat ini saya belum pernah membaca Saman yang konon spektakuler. Saya belum pernah membaca Ayat-ayat Cinta. Filmnya pun saya tidak nonton. Apa yang pop, kecuali post office protocol tidak mampu membuat saya ikut-ikutan.

Lalu, mengapa saya mengakuisisi tiga dari tetralogi Laskar Pelangi?
Baca selengkapnya… »

Tags: ,

Koplo

Akman tergopoh-gopoh menemui Wikundro, ada panggilan dari Kejaksaan Negeri Jankarto Pusat untuk Direktur Utama PT Lindudata Maju Pertiwi.

“Pak, ada surat cinta dari kejaksaan.” Akman dengan lugas memberi tahu Wikundro yang merupakan atasan langsungnya di PT Ikompi Moalhang Jayamantap. “Untuk siapa?” Wikundro segera ingin tahu. “Untuk dirut LMP, Pak. Yang mengantarkan Pak Andropol dari Tharqe Hubb Chawechawe.”

Wikundro menghela nafas lebih dalam. “Hhh… Kejadian juga. Dasar orang-orang amatiran.” Gumamnya.

Delapan bulan sebelumnya Wikundro, Arbinto, Andropol dan Yulkimar bersama-sama pergi ke Departemen Kosakata menemui Direktur Penyeragaman. Andropol mengaku kenal dengan Direktur Penyeragaman itu dan mengajak Wikundro dan Arbinto untuk mengajukan proposal proyek. Yulkimar adalah anak buah Andropol. Dari tampangnya, Andropol seperti orang pintar. Wajahnya bersih dan jidatnya sudah bertambah luas membentuk botak di ubun-ubun. Kesannya rambut di sana meranggas karena kepala sering dipakai berpikir keras. Sedangkan Yulkimar berperawakan tegap, tingginya sekitar 175 cm, berkulit sawo matang dan suka membawa minimal tiga buah telepon genggam.
Baca selengkapnya… »

Tags: ,

Peluncuran Kumpulan Cerpen Pak Sawali

Ada email dari Ci Aha ke milis KBBC. Isinya seperti di bawah ini:

–isi-email–
Teman-teman semua dengan kerendahan hati mohon sudi kiranya hadir dalam acara louncing buku kumpulan cerpennya pak Sawali. Mohon dukungannya, ya.

Susunan Acara
PENTAS SASTRA DAN DISKUSI BUKU
Baca selengkapnya… »

Free Blogger Template

Moh Arif Widarto adalah bloger yang mengalami krisis identitas karena tidak mau memilih satu dari dua platform blog yang paling populer. Oleh karenanya, dia mengelola blog ini untuk pengguna WordPress yang fanatik dan mendambakan kemudahan komentar dan WWW.Widarto.Net untuk bloger yang masih cinta Blogger dan menganggap commenting system di Blogger nggak masalah. Berkunjung ke sini atau ke sana sama saja isinya.