Free Blogger Template


Peluncuran Kumpulan Cerpen Pak Sawali

Ada email dari Ci Aha ke milis KBBC. Isinya seperti di bawah ini:

–isi-email–
Teman-teman semua dengan kerendahan hati mohon sudi kiranya hadir dalam acara louncing buku kumpulan cerpennya pak Sawali. Mohon dukungannya, ya.

Susunan Acara
PENTAS SASTRA DAN DISKUSI BUKU
Baca selengkapnya… »

Apa Lagi Setelah Bebas Bicara?

Pada tahun 1994 yang lalu — setahun setelah lulus SMA — saya menulis sebuah sajak yang berjudul "Beri Kami Kebebasan". Saat itu, saya sudah kecewa pada keadaan negeri ini. Kekecewaan yang sampai kini belum juga terobati.

Empat hari ini, dimulai dari 30 Maret 2008 sampai 2 April 2008 saya membagi kegelisahan saya pada tahun 1994 - 1998 itu dengan Sampeyan semua. Ada Irian Akhir Tahun 1997, Tak Mungkin Di Negeri Ini, Kepada Pak Tua dan akhirnya yang saya bagikan hari ini, Beri Kami Kebebasan.

Saya tidak memanipulasi tanggal-tanggal di bawah setiap sajak itu. Setiap tanggal menandai waktu pada saat sajak itu saya tulis. Saya pun sudah mempublikasikannya melalui Geocities walaupun tidak ada yang mengendus keberadaan sajak-sajak itu. Saya mengakui memang sajak-sajak itu tidak seindah atau sebagus karya para penyair tulen. Saya bukan penyair, apalagi sastrawan. Kalau dulu saya menulis sajak, itu hanya untuk menandai suasana. Suasana batin saya atau suasana pikiran saya.

Kini saya bagi sedikit sajak-sajak itu kepada Sampeyan. Bukan untuk diapresiasi. Bukan untuk menandingi Pak Sawali, Pak Ersis, Ci Aha atau bloger yang lain yang memiliki kepiawaian dalam mengolah kata guna menerjemahkan pikir dan rasa menjadi produk-produk sastra yang mengagumkan. Saya hanya berbagi gelisah saja. Gelisah yang sampai kini masih saja menghantui.


Baca selengkapnya… »

Tags:

Kepada Pak Tua

Kepada Pak Tua

seharusnya sinar matahari
engkau bagi dengan anak-anak muda
yang sejak lahirnya
telah engkau payungi
dengan perisai kharisma
atau ketakutan semata

sebaiknya kepada mereka
kau buka daun jendela malam
agar terlihat purnama penuh
dengan korona memancar pamor
kekuatan dan kekuasaan atas sebuah negeri
yang siap kau wariskan

istirahatlah dengan damai
di bukit-bukit hijau milikmu
dan mulai munajat pada ilahi
dzikirkan ratap tobat
dan doa keselamatan dinasti

2 Februari 1998

—-oOo—-

Keterangan: Sajak itu saya tulis sebagai pesan kepada penguasa orde baru, sebelum Pak Tua itu lengser keprabon

Tags:

Tak Mungkin Di Negeri Ini

Tak Mungkin Di Negeri Ini

tak mungkin kuhirup wangi espresso
kucerna lezat teppanyaki
dan kuping ini dipenuhi
alunan disco-jazz-blues-country
atau flamenco
sementara di sudut kota
ada yang mencumbu bau busuk sampah
dan telinganya berzina dengan serapah

tapi itu hanya sirik
yang belum kubuat sarkas
karena aku tak berani
duduk-duduk di cafe minum kopi
atau berapresiasi di jakjazz
melewatkan malam yang selalu datang
tanpa diundang

aku lahir di bumi merdeka
gemah ripah loh jinawi
negeri manusia pancasila
pemuja dewa pertumbuhan
pemusnah iblis pemerataan
pemelihara kapitalis-kapitalis baru
penggusur jelata-jelata kesrakat
surga para manipulator

tak mungkin di negeri ini
ada pemimpin adil
impian pendiri negeri
yang telah lama mati

2 Februari 1998

Tags:

Irian Akhir 1997

Irian Akhir 1997

Tangis bayi
Masihkah itu berarti bagi kita
Seperti anak sendiri
Mewek di atas tetek

Jeritan panjang
Dapatkah itu menyentuh iba kita
Seperti orangorang lereng merapi
Mereka juga terpanggang
Api

Apa beda enamratus jiwa
Dengan satu, sepuluh
Atau sejuta…
     Gogik
     Thiwul
     Beras
     Mie instan
     Upacara-upacara dan reporter tv

Tentunya kita mengerti
Merebutnya dari Belanda
Bukan untuk membiarkan
Mereka kelaparan
Lalu mati

Januari 1998

—–oOo—–

Seingat saya, sajak di atas dilatarbelakangi oleh peristiwa terbakarnya hutan di Irian Jaya. Ada rakyat yang menjadi korban jiwa. Akan tetapi, perlakuan bantuan kepada mereka berbeda dengan perlakuan pada penduduk lereng Merapi yang terkena wedhus gembel.

Free Blogger Template

Moh Arif Widarto adalah bloger yang mengalami krisis identitas karena tidak mau memilih satu dari dua platform blog yang paling populer. Oleh karenanya, dia mengelola blog ini untuk pengguna WordPress yang fanatik dan mendambakan kemudahan komentar dan WWW.Widarto.Net untuk bloger yang masih cinta Blogger dan menganggap commenting system di Blogger nggak masalah. Berkunjung ke sini atau ke sana sama saja isinya.