April 26, 2008 – 8:52 am | by Arif | Dilihat 44 kali |

|
1 Tanggapan | Kategori »
Post by Email
“Amenangi jaman edan, yen ora edan ora melu keduman”. Semua orang pasti pernah mendengar jangka Jayabaya atau ramalan Jayabaya yang salah satu ramalannya dipotong seenaknya seperti kalimat pembuka paragraf ini.
Zaman terus berubah. Akan tetapi, penyakit masyarakat pada setiap zaman kemungkinan akan sama saja. Pembunuhan manusia pertama sudah dimulai saat Qabil dan Habil berebut pasangan dan itu ada di masa Adam masih hidup. Pelacuran dikatakan sama tuanya dengan umur manusia. Tentu judi, pencurian, perampokan dan tindak kriminal yang lain juga telah hadir di antara kita sejak masa nenek moyang manusia pertama dulu. Begitu pula dengan korupsi yang selalu merugikan negara dan secara otomatis pasti merugikan masyarakat, umurnya pasti sudah setua umur manusia.
Pecurian, penipuan, dan korupsi adalah penyakit masyarakat yang didasari oleh berkuasanya ketidakjujuran dalam diri manusia. Sifat jujur memang selalu bersanding dengan sifat tidak jujur karena Tuhan selalu menciptakan segala sesuatu dalam pasangan-pasangan. Ada kalanya sifat jujur berhasil mendominasi dan mengalahkan sifat tidak jujur. Ada kalanya keadaan yang sebaliknya yang berlaku. Dalam keadaan ini seseorang akan selalu merugikan orang lain dan menguntungkan dirinya sendiri.
Pada saat kecil kita pasti dididik untuk selalu jujur. Orang tua kita meminta kita untuk pamit kalau mau pergi ke manapun. Orang tua pasti ingin tahu ke mana harus mencari apabila sudah saatnya pulang tetapi anaknya belum pulang. Kegiatan pamit dimaksudkan agar kita memberitahukan ke mana kita akan pergi, bersama siapa dan mau apa. Kalau informasi yang kita sampaikan kepada orang tua benar, ketika terjadi sesuatu dengan kita maka orang tua akan dapat melacak keberadaan kita dengan benar. Akan tetapi, kadang kala kita sudah mulai belajar tidak jujur sedari kecil. Mau mancing di bendungan kita bilang mau belajar kelompok. Mau berenang di waduk kita bilang mau bertanding sepakbola. Beruntunglah yang sedari kecil tidak pernah berbohong karena sifat jujur akan selalu terasah dan pada akhirnya akan mendominasi dan mengalahkan sifat tidak jujur.
Sifat tidak jujur sejatinya merupakan sifat inti dari para munafik. Nabi mengatakan tiga ciri orang munafik yaitu apabila bicara bohong, apabila berjanji mengingkari dan apabila dipercaya !erkhianat. Entah sifat mana yang membuat Dewi Persik bisa mengatakan, “Jangan munafik deh!” Ketika Walikota Tangerang mencekalnya menggoyang pantatnya di Tangerang. Apakah dengan begitu Walikota Depok, Bupati dan Ulama-ulama di Sukabumi, dan kepala daerah - kepala daerah yang lain yang mencekal dia juga munafik? Ah… Manusia banyak yang membohongi diri sendiri dalam usahanya mencari uang.
Kalau hanya membohongi diri sendiri sih mungkin hanya diri sendiri yang rugi. Namun, kalau sudah melangkah ke tingkat yang lebih tinggi, yaitu membohongi orang lain maka skala kerugian yang ditimbulkan otomatis juga semakin luas, bukan hanya diri sendiri melainkan juga orang lain. Bahkan bisa lebih luas lagi, yaitu merugikan masyarakat.
Banyak jalan menuju Roma. Banyak juga jalan menjadi kaya. Ada jalan yang panjang berliku dan penuh onak, ada pula jalan pintas yang sangat mulus, lebar dan tanpa hambatan. Yang belakangan ini yang banyak ditempuh para pejabat kita. Merasa gajinya kekecilan dan tidak memungkinkan untuk bisa mengantarkannya menjadi kaya, banyak abdi negara yang mengambil jalan pintas dengan mengerat keuangan negara untuk keuntungan sendiri. Para pejabat ini menyunat anggaran negara melalui penggelembungan nilai proyek. Modus lain, mereka meminta jatah agar pemenang lelang proyek menyetor sejumlah prosentase tertentu kepada mereka. Bukan hanya eksekutifnya, orang dari legislatif juga suka minta jatah pada pemenang proyek. Fakta-fakta di lapangan sampai saat ini masih sulit untuk menghilangkan praktek kongkalikong antara pengusaha, eksekutif dan legislatif dalam tender proyek. Namun, kerugian negara yang ditimbulkan tidak separah zaman dulu di mana proyek fiktif banyak
sekali. Kabar baiknya adalah para tikus pengerat itu mulai diendus olek KPK.
*bersambung*