Perayaan Kemerdekaan Indonesia Sebagai Momentum Untuk Memiliki Harapan Baru, Haluan Baru dan Pemimpin Baru
August 17, 2008
Pada 17 Agustus 1945, Bangsa Indonesia yang diwakili oleh Soekarno dan Hatta memproklamirkan kemerdekaannya. Pada naskah proklamasi kemerdekaan tidak dinyatakan merdeka dari apa. Akan tetapi, Bangsa Indonesia sudah tahu bahwa mereka merdeka dari penjajahan asing.
Proklamasi Kemerdekaan adalah deklarasi untuk mengatur nasib sendiri. Sudah tiga abad Bangsa Indonesia dijajah oleh sebuah kongsi dagang bernama VOC yang dilanjutkan dengan pendudukan oleh tentara Jepang. Bangsa Indonesia sudah lelah ditindas oleh bangsa lain dan ingin bebas merdeka untuk mengatur diri sendiri.
Pada saat itu, seluruh warga bangsa bersatu dalam pikiran yang sama bahwa apabila merdeka, Bangsa Indonesia akan dapat mewujudkan kesejahteraan yang tidak pernah didapat selama dijajah oleh VOC dan diduduki oleh Jepang. Para pendiri bangsa telah merumuskan tujuan negara ini yaitu: (1) melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, (2) memajukan kesejahteraan umum, (3) mencerdaskan kehidupan bangsa dan (4) ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Sungguh merupakan cita-cita yang sangat luhur dan mulia.
Para pendahulu kita menginginkan agar negara dapat melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Seluruh bangsa Indonesia dapat diartikan sebagai warga negara ini. Negara berhak melindunginya di mana pun warga negara berada selama dia masih memegang paspor Republik Indonesia. Oleh karena itu, melindungi Tenaga Kerja Indonesia yang berada di luar negeri adalah merupakan kewajiban bagi negara. Sayangnya, apabila negara lain terlihat sangat gigih dalam membela warga negaranya yang ada di luar negeri, negara kita justru setengah hati dalam melindungi warga negaranya yang menjadi TKI di Timur Tengah dan Malaysia. Banyak kasus TKI kita dianiaya di luar negeri yang tidak dilindungi dan dibela secara maksimal oleh negara.
Sedangkan, melindungi seluruh tumpah darah Indonesia berarti melindungi setiap jengkal wilayah negara ini. Coba lihat yang terjadi dengan Sipadan dan Ligitan, negara nampak kurang maksimal dalam melaksanakan setiap usaha untuk mempertahankannya.
Memajukan kesejahteraan umum dapat diartikan sebagai meningkatkan kesejahteraan seluruh warga, baik secara ekonomi maupun sosial. Negara harus mampu melakukan pemerataan pendapatan seluruh warga negaranya. Kesenjangan ekonomi dan sosial yang sangat lebar tidak boleh terjadi. Demikian pula penguasaan sumber-sumber ekonomi, harus dapat dismakan peluangnya bagi seluruh warga negara. Kekayaan alam yang terkandung di bumi Indonesia harus dikuasai oleh negara dan digunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat, bukan untuk dikuasai oleh asing dan hanya memakmurkan sebagian pejabat salah urus dan cukongnya
Dalam hal mencerdaskan kehidupan bangsa, kita dapat mengartikan bahwa negara ini wajib menyediakan sarana pendidikan yang berkualitas tinggi dan tersebar di seluruh nusantara. Bahkan, sudah selayaknya negara membebaskan rakyat dari biaya pendidikan pada semua jenjang pendidikan dasar.
Selain tiga hal di atas, kita juga memiliki tujuan untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia. Ketertiban yang seperti apa? Yaitu ketertiban yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Makanya, sudah menjadi kewajiban negara untuk selalu terlibat aktif dalam upaya mewujudkan perdamaian dunia. Sejak masa awal kemerdekaan Indonesia sudah aktif mengirimkan pasukan penjaga perdamaian di bawah bendera PBB. Selain itu, Indonesia juga pernah aktif membantu meredakan konflik di Kamboja dan Moro. Dari sisi itu, Indonesia memiliki nilai yang positif pada tujuan negara yang keempat ini. Namun, ada satu faktor utama yang saat ini dirasakan mulai berkurang, yaitu ketahanan negara kita sendiri. Ketahanan ekonomi, pangan, dan energi kita mulai melemah. Di sisi lain, kekuatan pertahanan organik kita, yaitu TNI, juga tidak didukung dengan alutsista yang memadai untuk menjaga wilayah negara yang sangat luas. Akibatnya, negara tetangga kita tidak lagi menyegani kekuatan pertahanan kita. Padahal, kekuatan pertahanan kita sangat diperlukan dalam upaya ikut menjaga ketertiban dunia itu. Kita harus mengembalikan wibawa bangsa kita di atas pentas dunia.
Untuk menjawab semua hal di atas, terutama untuk mewujudkan seluruh tujuan negara yang telah diamanatkan dalam alinea ke-4 Pembukaan UUD 1945, saya ingin berbagi harapan baru untuk mewujudkan Indonesia yang jaya melalui haluan baru dan pemimpin baru. Ketiga hal tersebut, harapan baru, haluan baru dan pemimpin baru terdapat dalam Gerakan Indonesia Raya. Marilah bergabung bersama saya dalam gerakan tersebut.
Dilihat 273 kali oleh 98 pengunjung
Blogger Jadi Caleg
August 15, 2008
Politikus jadi caleg.
Tokoh Masyarakat jadi caleg.
Kedua hal di atas sudah jadi praktek umum sedari dulu.
Aktor atau aktris
Alias selebritas jadi caleg
Masih banyak yang mempertanyakan kualitas
dan pengetahuan mereka tentang dunia politik
Walaupun sudah ada contoh
Selebritas yang jadi anggota DPR
Blogger jadi caleg
Nah, yang seperti ini bagaimana menurut Sampeyan?
Dilihat 83 kali oleh 63 pengunjung
Website Komisi Pemilihan Umum Yang Baru Kurang Lengkap
August 12, 2008
Komisi Pemilihan Umum adalah lembaga negara yang diberi tanggung jawab untuk menjadi penyelenggara pemilihan umum di Republik Indonesia. Segala hal mengenai pemilihan umum sudah barang tentu harus dicari rujukannya ke Komisi Pemilihan Umum. Ingin mencari hasil tabulasi nasional Pemilu 2004 ke KPU-lah memintanya. Mau bertanya mengenai pemetaan daerah pemilihan pada Pemilu 2009, KPU-lah yang harus dituju.
Menyadari hal di atas, sudah seharusnya KPU sebagai satu-satunya lembaga yang berwenang dalam urusan pemilu mampu menyediakan semua yang berkaitan dengan informasi pemilu yang dibutuhkan oleh masyarakat. Tidak pada tempatnya kalau masyarakat harus bertanya mengenai pemilu kepada LSM karena KPU-lah sentral informasi pemilu tersebut.
Website KPU merupakan sebuah sarana yang sangat ampuh untuk menyediakan segala informasi yang berkaitan dengan pemilu 2009. Dengan penyediaan website yang representatif, masyarakat akan dapat mengakses informasi seputar pemilu tanpa harus dibatasi ruang dan waktu. Sayangnya, website KPU hasil pengembangan yang ada saat ini benar-benar tidak representatif. Pada website KPU hasil pengembangan ini kita tidak dapat menemukan:
- Tabulasi Nasional Pemilu 2004
- Daftar Daerah Pemilihan (Dapil) 2009
Pada navigasi Pemilu 2009, ada tiga menu di sana, yaitu Undang-undang / Peraturan, Partai Partai dan Peta Daerah Pemilihan. Sayangnya, halaman Partai Partai dan Peta Daerah Pemilihan per hari ini (12 Agustus 2008) masih kosong. Tidak ada daftar nama dan lambang partai di halaman Partai Partai dan tidak ada peta daerah pemilihan pada halaman Peta Daerah Pemilihan. Bahkan, daftar daerah pemilihan pun tidak ada. Daftar partai peserta pemilu 2009 sendiri dapat diakses pada halaman ini setelah terlebih dahulu melakukan proses pencarian. Sedangkan, daftar daerah pemilihan sendiri tidak berhasil ditemukan. Padahal, sebelum peta daerah pemilihan bisa dipasang di website KPU, sangat mudah untuk mempublikasikan daftar Daerah Pemilihan 2009. KPU dapat menyediakannya dalam format halaman web maupun file PDF yang dapat diunduh oleh pengunjung.
Saya sendiri menganggap bahwa dengan dihilangkannya hasil tabulasi nasional Pemilu 2004 dari websitenya, KPU telah melakukan langkah mundur. Pengembangan website yang dilakukan oleh KPU saat ini pun bisa jadi merupakan kemunduran. Website KPU saat ini dibuat dengan aplikasi CMS berupa Joomla yang merupakan sebuah aplikasi CMS opensource. Favicon joomla pada wesbite KPU pun masih belum diubah dari favicon joomla.
Saya tidak menitikberatkan pada penggunaan joomla yang merupakan aplikasi open source di sana. Yang saya amati justru besaran nilai pekerjaan pengembangan website KPU yang menggunakan CMS joomla ini. Aplikasinya sendiri gratis. Yang pelu dibayar hanya kastemisasi desain dan sedikit pemrograman untuk tata letak (layouting). Bukan pekerjaan yang sulit apabila dibandingkan dengan pekerjaan membangun aplikasi CMS dari nol.
Hal kedua yang menjadi perhatian saya, karena website ini merupakan pengembangan, sebaiknya website ini tidak mengurangi menu yang disediakan oleh website yang lama (contohnya hasil tabulasi nasional pemilu 2004) sehingga masyarakat masih dapat mengaksesnya.
Mengenai hasil tabulasi pemilu 2004, kita dapat mencontoh website KPU Daerah Istimewa Yogyakarta. Website KPU DIY ini memiliki halaman Pemilu 2004 yang menyediakan tabulasi hasil pemilu 2004 untuk wilayah DIY baik untuk DPD, DPR RI, DPRD Provinsi, DPR Kota/Kabupaten, Pilpres I dan Pilpres II.
Sungguh sangat mengherankan apa yang diperlihatkan oleh KPU dalam memperbarui websitenya karena justru mengurangi menu-menu yang disediakan pada website yang lama. Lagipula, buat apa website KPU diperbarui dengan merombak total? Tentu alangkah lebih mudah dan murah apabila KPU hanya melakukan penambahan atau pengeditan pada menu atau halaman-halaman terntentu, misalnya, daerah pemilihan yang berubah tinggal diganti dengan memublikasikan daerah pemilihan yang baru. Coba bayangkan apabila KPU untuk pemilu 2014 nanti juga melakukan pembaruan website. Jangan-jangan, website KPU hanya berisi logo KPU dan di bawahnya diberi tulisan “Website ini sedang dalam proses perubahan desain” tetapi sampai habis masa kerja KPU periode itu websitenya tidak pernah selesai.
Bagaimana menurut Sampeyan?
Dilihat 174 kali oleh 95 pengunjung
Bismillah, Saya Bergabung Dengan Partai Gerindra
July 28, 2008
Setelah mempelajari naskah Deklarasi Partai, AD/ART Partai Gerakan Indonesia Raya (Partai Gerindra) maka dengan mengucakan “Bismillahirrahmaanirrahiim” saya bergabung dengan Partai Gerindra.
Partai dengan nomor urut 5 ini saya nilai akan menjadi partai yang menjadi bagian dari pemecahan masalah, terutama bagi masyarakat lemah, baik yang lemah secara ekonomi maupun sosial. Partai Gerindra akan mengusung program dari masyarakat dan melaksanakan program tersebut.
Saya sendiri selama ini sangat sulit untuk menentukan partai untuk menyalurkan aspirasi dan melakukan perjuangan. Akan tetapi, Partai Gerindra mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan saya. Ide mengenai ekonomi kerakyatan untuk mewujudkan kemandirian sangat sesuai dengan idealisme saya bahwa bangsa yang dihamparkan oleh Allah di atas kepulauan Nusantara ini akan mampu mandiri dengan segala potensi yang dimilikinya asal dapat dikelola dengan baik oleh orang-orang yang berprinsip untuk meletakkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi atau golongan. Saya menilai Indonesia mampu untuk mewujudkan kemandirian dengan melakukan perdagangan antar pulau. Kita tidak harus bergantung kepada pihak asing karena segala potensi sumberdaya alam kita menyediakan hampir semua yang kita perlukan.
Dilihat 360 kali oleh 172 pengunjung
Musyawarah Nasional Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara Tahun 2008
June 27, 2008
SMA Taruna Nusantara Magelang meluluskan alumninya untuk pertama kali pada tahun 1993. Sebanyak 275 siswa dari 281 siswa — yang dilantik pada tanggal 14 Juli 1990 melalui upacara Prasetya Siswa yang dipimpin oleh Panglima ABRI Jend. TNI Try Soetrisno sebagai Inspektur Upacara — dilantik menjadi alumni melalui sebuah upacara Prasetya Alumni. 275 alumni pertama siap terjun ke masyarakat untuk melanjutkan pendidikan atau bekerja. Kini, pada 21 Juni 2008 yang lalu, SMA Taruna Nusantara kembali melakukan upacara Prasetya Alumni untuk angkatan ke 16. Tidak terasa sudah 16 angkatan diluluskan oleh SMA Taruna Nusantara Magelang.
Pada tahun 1994, setahun setelah lulus, para alumni Angkatan I SMA Taruna Nusantara memelopori berdirinya sebuah ikatan alumni yang diberi nama Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara yang disingkat IKASTARA. Sepanjang sejarah berdirinya, IKASTARA telah memiliki dua Ketua Umum yaitu Anang Kurniawan Hanudji (alumnus Angkatan I) dan Takwa Fuadi Samad (alumnus Angkatan II). Kedua Ketua Umum IKASTARA itu menjabat dalam dua periode masa jabatan. Sebagaimana pasal mengenai jabatan presiden di Republik Indonesia, maka Ketua Umum IKASTARA maksimal hanya boleh dijabat selama 2 kali berturut-turut dan setelah itu alumnus yang bersangkutan tidak boleh lagi mencalonkan diri.
Pada 28 Juni 2008 yang akan datang, IKASTARA akan melaksanakan Musyawarah Nasional V untuk menerima laporan Pertanggungjawaban Ketua Umum periode 2005 - 2008, mengubah AD/ART dan memilih Ketua Umum periode 2008 - 2011. Ada tiga alumni SMA Taruna Nusantara yang telah ditetapkan menjadi Calon Ketua Umum yang berhak untuk dipilih pada Munas nanti yaitu:
- Dr. Agung Wicaksono, M.Sc. MBA, alumnus Angkatan III
- dr. Herbert Situmorang, SPOG, alumnus Angkatan II
- Syarif Syahrial, SE, MSE, Alumnus Angkatan V
Dilihat 430 kali oleh 154 pengunjung





