Caleg DPR RI Bukannya Bagi-bagi Duit Malah Membuka Rekening Sumbangan
November 5, 2008
Apabila Caleg DPR RI yang lain (mungkin) sudah menyiapkan dana kampanye yang jumlahnya bervariasi, ada yang puluhan juta, ratusan juta bahkan ada yang miliaran rupiah maka saya justru membuka rekening untuk menerima sumbangan dari Warga Negara Indonesia yang simpati pada perjuangan saya.
Saya jujur bahwa saya mendaftarkan diri sebagai caleg hanya bermodalkan idealisme semata. Akan tetapi, perjuangan ini tetap membutuhkan dana. Untuk turun ke daerah pemilihan yang merupakan remote area, saya membutuhkan dana untuk transportasi. Selain itu, tentunya dalam memasarkan diri saya juga membutuhkan marketing kits untuk untuk dibagikan di daerah pemilihan. Itu juga membutuhkan dana.
Sayangnya, saya tidak punya dana. Oleh karena itu, saya telah membuka sebuah rekening baru yang saya khususkan untuk menampung sumbangan dari Anda sekalian. Saya menghimbau kepada Warga Negara Indonesia yang menyetujui perjuangan untuk mewujudkan swasembada pangan dan energi di Indonesia untuk tidak malu-malu memberikan sumbangannya kepada saya. Sumbangan Anda akan sangat berarti bagi perjuangan saya.
Pokok-pokok perjuangan saya sudah saya sampaikan melalui visi Indonesia untuk Indonesia. Sebagai patriot, saya ingin memiliki sebuah negara yang memiliki harkat dan martabat. Saya sangat tidak rela negara kita ini diremehkan oleh negara lain. Bahkan diremehkan oleh negara tetangga kita yang pada era 70-an kita bantu dengan mengirim tenaga-tenaga terdidik kita. Saya juga ingin mengembalikan kekayaan alam Indonesia agar kembali kepada rakyat Indonesia. Kita yang berhak menikmati seluruh kekayaan alam yang kita miliki, bukan bangsa-bangsa asing di luar sana. Kita harus berdaulat atas diri kita sendiri. Indonesia untuk Indonesia karena semua orang memiliki hak untuk sejahtera.
Sekali lagi, jangan malu-malu untuk menyumbang. Informasi rekeningnya sebagai berikut:
Bank BCA KCP Cikupa No Rekening 7640380203 atas nama Moh Arif Widarto.
Terimakasih untuk yang sudah menyumbang. Saya sangat menghargai dan akan mempergunakan untuk keperluan kampanye dengan sebaik-baiknya.
Moh Arif Widarto Bakal Calon Legislatif DPR RI Partai GERINDRA No Urut 2 untuk Dapil Banten II
September 19, 2008
Akhirnya, setelah menunggu sekian lama, pada hari ini saya umumkan kepada publik bahwa saya:
- Nama: Moh Arif Widarto
- Umur: 34 Tahun
- Alamat: Graha Sevilla, Citra Raya - Tangerang
adalah Bakal Calon Legislatif dari Partai GERINDRA dengan nomor urut 2 untuk Daerah Pemilihan Banten II yang meliputi Kabupaten Serang, Kota Serang dan Kota Cilegon.
Pada saat pendaftaran, saya mendaftarkan diri sebagai bakal calon legislatif untuk Daerah Pemilihan Banten III yang meliputi Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang. Akan tetapi, partai memerintahkan saya untuk menjadi calon legislatif untuk Banten II. Sebagai kader Partai GERINDRA, saya tunduk kepada keputusan Partai.
Saya mohon doa restu, dukungan moril, dukungan suara dan dukungan dana kepada Anda sekalian kader dan simpatisan Partai GERINDRA dan juga Warga Negara Indonesia yang setuju bergerak untuk Indonesia, bergerak untuk mewujudkan Indonesia Raya.
Doa restu saya harapkan dari seluruh Warga Negara Indonesia. Dukungan moril saya harapkan dari Anda yang mendukung saya dalam pencalegan ini. Dukungan suara saya harapkan dari Anda yang berada di wilayah Dapil Banten II (Kabupaten Serang, Kota Serang dan Kota Cilegon). Sedangkan, dukungan dana saya harapkan dari Anda yang bersimpati kepada perjuangan saya.
Anda dapat menyampaikan pernyataan dukungan melalui halaman Dukung MAW. Ada formulir dukungan yang saya siapkan pada halaman tersebut sehingga Anda dapat menyampaikan dukungan Anda secara tertulis dan akan dipublikasikan melalui blog saya ini.
Bagi Anda yang bersimpati pada perjuangan saya dan ingin menyumbangkan dana, Anda dapat mengirimkan melalui Paypal ke email moharifwidarto(at)gmail.com. Rekening pengumpulan dana belum saya buka sehingga Anda yang ingin menyumbang melalui transfer bank saya harapkan dapat bersabar dulu. Rekening pengumpulan dana akan segera saya umumkan setelah saya buka.
TANDEF dan ISCEL Persembahan Alumni SMA Taruna Nusantara Magelang Bagi Indonesia
August 20, 2008
Pada 14 Juli 1990 yang lalu, 281 lulusan SMP dari seluruh nusantara dilantik menjadi siswa sebuah sekolah menengah berasrama yang dipersembahkan untuk bangsa dan negara. Sekolah itu bertempat di Desa Pirikan, di tepi Jalan Raya Magelang - Purworejo. Tidak tanggung-tanggung, pada upacara yang disebut Prasetya Siswa tersebut, Panglima ABRI saat itu Jenderal TNI Try Sutrisno yang bertindak selaku Inspektur Upacara.
Tidak terasa, sudah 18 tahun usia SMA Taruna Nusantara Magelang. Sampai saat ini, SMA Taruna Nusantara Magelang sudah meluluskan alumninya sebanyak 16 Angkatan dengan jumlah alumni sekitar 4000 orang. Alumni pertama yang lulus melalui Upacara Prasetya Alumni sebanyak 275 orang dari input sebanyak 281 orang. Alumni SMA Taruna Nusantara tersebar di seluruh bidang. Ada yang menjadi prajurit TNI, anggota kepolisian, PNS di berbagai departemen, karyawan swasta, wirausaha, peneliti, penulis buku, dll.
Di kancah nasional, alumni SMA Taruna Nusantara belum terdengar kiprahnya. Akan tetapi, sebenarnya mereka telah berkiprah di bidang masing-masing. Tengok saja Romi Satriawahono yang menjadi gerbong IlmuKomputer.Com sebagai contoh. Romi tidak pernah menonjol-nonjolkan dirinya sebagai alumnus SMA Taruna Nusantara sehingga dia tidak dikenal sebagai alumnus SMA Taruna Nusantara Magelang oleh khalayak. Saya sendiri mengenal pribadi Romi yang memang selalu rendah hati dengan tingkat kepakaran yang dimilikinya.
Contoh kedua adalah Dr. T. Faisal Fathani, ahli Teknik Sipil dari Universitas Gadjah Mada yang bersama rekan-rekannya telah membuat alat deteksi tanah longsor yang kemudian dijiplak idenya, dibuat alat deteksi versi digital dan dipatenkan oleh ilmuwan Jepang. Dr. T. Faisal Fathani adalah juga alumnus SMA Taruna Nusantara Magelang. Tentu saat ini Dr. T. Faisal Fathani lebih dikenal sebagai orang UGM daripada alumni SMA Taruna Nusantara Magelang.
Saya sendiri berpendapat bahwa alumni SMA Taruna Nusantara Magelang harus mulai menunjukkan eksistensinya di percaturan kehidupan berbangsa dan bernegara. Pendapat tersebut saya dasarkan pada pemikiran bahwa masyarakat harus diberi informasi mengenai kiprah alumni SMA Taruna Nusantara yang oleh pendirinya, almarhum Bapak LB Moerdani pada prasastinya dituliskan ” Dipersembahkan Bagi Bangsa dan Negara”. Dua contoh di atas hanya merupakan bagian kecil dari kiprah alumni SMA Taruna Nusantara Magelang. Masih banyak prestasi lain yang dipersembahkan oleh alumni SMA Taruna Nusantara baik yang berada di dalam lingkaran kepegawaian negara maupun bukan. Misalnya, di KPK, terdapat beberapa alumni SMA Taruna Nusantara baik yang berprofesi sebagai penyidik maupun bukan. Di Departemen Keuangan, alumni SMA Taruna Nusantara tersebar baik di Bea Cukai, Pajak, maupun Perbendaharaan Negara. Di Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia, ada alumni yang menjadi pegawai Imigrasi. Di Departemen Luar Negeri, ada alumni SMA Taruna Nusantara Magelang yang menjadi Diplomat di San Fransisco, Amerika Serikat. Diplomat muda tersebut bernaka Khasan Ashari.
Guna mewujudkan janji untuk memberikan karya terbaik bagi masyarakat, bangsa, negara dan dunia, alumni SMA Taruna Nusantara Magelang mempersembahkan dua lembaga kajian bagi bangsa Indonesia. Lembaga pertama bergerak dalam pemantauan pemilu. Lembaga ini diberi nama ISCEL, kependekan dari Indonesian Society for Civilized Election, dimotori oleh Ari Juliano Gema, seorang pengacara muda alumni SMA Taruna Nusantara. Lembaga kedua bergerak dalam kajian pertahanan nasional. Lembaga ini diberi nama TANDEF, kependekan dari Think & Act for National Defense. TANDEF dimotori oleh Khairil Azmi, alumnus angkatan ke-4 SMA Taruna Nusantara Magelang. Sebagai lulusan angkatan pertama, saya diminta oleh Direktur Eksekutif TANDEF — Khairil Azmi — untuk menjadi anggota Dewan Penasehat Reguler.
Saya memimpikan bahwa sebentar lagi akan keluar sebuah lembaga kajian ekonomi, lembaga kajian pertanian, lembaga kajian maritim, lembaga kajian pemerintahan daerah, dan lain-lain yang diprakarsai oleh alumni SMA Taruna Nusantara Magelang.
Semoga.
Perayaan Kemerdekaan Indonesia Sebagai Momentum Untuk Memiliki Harapan Baru, Haluan Baru dan Pemimpin Baru
August 17, 2008
Pada 17 Agustus 1945, Bangsa Indonesia yang diwakili oleh Soekarno dan Hatta memproklamirkan kemerdekaannya. Pada naskah proklamasi kemerdekaan tidak dinyatakan merdeka dari apa. Akan tetapi, Bangsa Indonesia sudah tahu bahwa mereka merdeka dari penjajahan asing.
Proklamasi Kemerdekaan adalah deklarasi untuk mengatur nasib sendiri. Sudah tiga abad Bangsa Indonesia dijajah oleh sebuah kongsi dagang bernama VOC yang dilanjutkan dengan pendudukan oleh tentara Jepang. Bangsa Indonesia sudah lelah ditindas oleh bangsa lain dan ingin bebas merdeka untuk mengatur diri sendiri.
Pada saat itu, seluruh warga bangsa bersatu dalam pikiran yang sama bahwa apabila merdeka, Bangsa Indonesia akan dapat mewujudkan kesejahteraan yang tidak pernah didapat selama dijajah oleh VOC dan diduduki oleh Jepang. Para pendiri bangsa telah merumuskan tujuan negara ini yaitu: (1) melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, (2) memajukan kesejahteraan umum, (3) mencerdaskan kehidupan bangsa dan (4) ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Sungguh merupakan cita-cita yang sangat luhur dan mulia.
Para pendahulu kita menginginkan agar negara dapat melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Seluruh bangsa Indonesia dapat diartikan sebagai warga negara ini. Negara berhak melindunginya di mana pun warga negara berada selama dia masih memegang paspor Republik Indonesia. Oleh karena itu, melindungi Tenaga Kerja Indonesia yang berada di luar negeri adalah merupakan kewajiban bagi negara. Sayangnya, apabila negara lain terlihat sangat gigih dalam membela warga negaranya yang ada di luar negeri, negara kita justru setengah hati dalam melindungi warga negaranya yang menjadi TKI di Timur Tengah dan Malaysia. Banyak kasus TKI kita dianiaya di luar negeri yang tidak dilindungi dan dibela secara maksimal oleh negara.
Sedangkan, melindungi seluruh tumpah darah Indonesia berarti melindungi setiap jengkal wilayah negara ini. Coba lihat yang terjadi dengan Sipadan dan Ligitan, negara nampak kurang maksimal dalam melaksanakan setiap usaha untuk mempertahankannya.
Memajukan kesejahteraan umum dapat diartikan sebagai meningkatkan kesejahteraan seluruh warga, baik secara ekonomi maupun sosial. Negara harus mampu melakukan pemerataan pendapatan seluruh warga negaranya. Kesenjangan ekonomi dan sosial yang sangat lebar tidak boleh terjadi. Demikian pula penguasaan sumber-sumber ekonomi, harus dapat dismakan peluangnya bagi seluruh warga negara. Kekayaan alam yang terkandung di bumi Indonesia harus dikuasai oleh negara dan digunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat, bukan untuk dikuasai oleh asing dan hanya memakmurkan sebagian pejabat salah urus dan cukongnya
Dalam hal mencerdaskan kehidupan bangsa, kita dapat mengartikan bahwa negara ini wajib menyediakan sarana pendidikan yang berkualitas tinggi dan tersebar di seluruh nusantara. Bahkan, sudah selayaknya negara membebaskan rakyat dari biaya pendidikan pada semua jenjang pendidikan dasar.
Selain tiga hal di atas, kita juga memiliki tujuan untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia. Ketertiban yang seperti apa? Yaitu ketertiban yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Makanya, sudah menjadi kewajiban negara untuk selalu terlibat aktif dalam upaya mewujudkan perdamaian dunia. Sejak masa awal kemerdekaan Indonesia sudah aktif mengirimkan pasukan penjaga perdamaian di bawah bendera PBB. Selain itu, Indonesia juga pernah aktif membantu meredakan konflik di Kamboja dan Moro. Dari sisi itu, Indonesia memiliki nilai yang positif pada tujuan negara yang keempat ini. Namun, ada satu faktor utama yang saat ini dirasakan mulai berkurang, yaitu ketahanan negara kita sendiri. Ketahanan ekonomi, pangan, dan energi kita mulai melemah. Di sisi lain, kekuatan pertahanan organik kita, yaitu TNI, juga tidak didukung dengan alutsista yang memadai untuk menjaga wilayah negara yang sangat luas. Akibatnya, negara tetangga kita tidak lagi menyegani kekuatan pertahanan kita. Padahal, kekuatan pertahanan kita sangat diperlukan dalam upaya ikut menjaga ketertiban dunia itu. Kita harus mengembalikan wibawa bangsa kita di atas pentas dunia.
Untuk menjawab semua hal di atas, terutama untuk mewujudkan seluruh tujuan negara yang telah diamanatkan dalam alinea ke-4 Pembukaan UUD 1945, saya ingin berbagi harapan baru untuk mewujudkan Indonesia yang jaya melalui haluan baru dan pemimpin baru. Ketiga hal tersebut, harapan baru, haluan baru dan pemimpin baru terdapat dalam Gerakan Indonesia Raya. Marilah bergabung bersama saya dalam gerakan tersebut.
Bismillah, Saya Bergabung Dengan Partai Gerindra
July 28, 2008
Setelah mempelajari naskah Deklarasi Partai, AD/ART Partai Gerakan Indonesia Raya (Partai Gerindra) maka dengan mengucakan “Bismillahirrahmaanirrahiim” saya bergabung dengan Partai Gerindra.
Partai dengan nomor urut 5 ini saya nilai akan menjadi partai yang menjadi bagian dari pemecahan masalah, terutama bagi masyarakat lemah, baik yang lemah secara ekonomi maupun sosial. Partai Gerindra akan mengusung program dari masyarakat dan melaksanakan program tersebut.
Saya sendiri selama ini sangat sulit untuk menentukan partai untuk menyalurkan aspirasi dan melakukan perjuangan. Akan tetapi, Partai Gerindra mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan saya. Ide mengenai ekonomi kerakyatan untuk mewujudkan kemandirian sangat sesuai dengan idealisme saya bahwa bangsa yang dihamparkan oleh Allah di atas kepulauan Nusantara ini akan mampu mandiri dengan segala potensi yang dimilikinya asal dapat dikelola dengan baik oleh orang-orang yang berprinsip untuk meletakkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi atau golongan. Saya menilai Indonesia mampu untuk mewujudkan kemandirian dengan melakukan perdagangan antar pulau. Kita tidak harus bergantung kepada pihak asing karena segala potensi sumberdaya alam kita menyediakan hampir semua yang kita perlukan.


