Caleg DPR RI Bukannya Bagi-bagi Duit Malah Membuka Rekening Sumbangan
November 5, 2008
Apabila Caleg DPR RI yang lain (mungkin) sudah menyiapkan dana kampanye yang jumlahnya bervariasi, ada yang puluhan juta, ratusan juta bahkan ada yang miliaran rupiah maka saya justru membuka rekening untuk menerima sumbangan dari Warga Negara Indonesia yang simpati pada perjuangan saya.
Saya jujur bahwa saya mendaftarkan diri sebagai caleg hanya bermodalkan idealisme semata. Akan tetapi, perjuangan ini tetap membutuhkan dana. Untuk turun ke daerah pemilihan yang merupakan remote area, saya membutuhkan dana untuk transportasi. Selain itu, tentunya dalam memasarkan diri saya juga membutuhkan marketing kits untuk untuk dibagikan di daerah pemilihan. Itu juga membutuhkan dana.
Sayangnya, saya tidak punya dana. Oleh karena itu, saya telah membuka sebuah rekening baru yang saya khususkan untuk menampung sumbangan dari Anda sekalian. Saya menghimbau kepada Warga Negara Indonesia yang menyetujui perjuangan untuk mewujudkan swasembada pangan dan energi di Indonesia untuk tidak malu-malu memberikan sumbangannya kepada saya. Sumbangan Anda akan sangat berarti bagi perjuangan saya.
Pokok-pokok perjuangan saya sudah saya sampaikan melalui visi Indonesia untuk Indonesia. Sebagai patriot, saya ingin memiliki sebuah negara yang memiliki harkat dan martabat. Saya sangat tidak rela negara kita ini diremehkan oleh negara lain. Bahkan diremehkan oleh negara tetangga kita yang pada era 70-an kita bantu dengan mengirim tenaga-tenaga terdidik kita. Saya juga ingin mengembalikan kekayaan alam Indonesia agar kembali kepada rakyat Indonesia. Kita yang berhak menikmati seluruh kekayaan alam yang kita miliki, bukan bangsa-bangsa asing di luar sana. Kita harus berdaulat atas diri kita sendiri. Indonesia untuk Indonesia karena semua orang memiliki hak untuk sejahtera.
Sekali lagi, jangan malu-malu untuk menyumbang. Informasi rekeningnya sebagai berikut:
Bank BCA KCP Cikupa No Rekening 7640380203 atas nama Moh Arif Widarto.
Terimakasih untuk yang sudah menyumbang. Saya sangat menghargai dan akan mempergunakan untuk keperluan kampanye dengan sebaik-baiknya.
Nama Caleg Di DCT Masih Salah
October 31, 2008
Menindaklanjuti kesalahan penulisan nama saya di DCS, saya sudah mengirim surat kepada DPP Partai GERINDRA yang saya tembuskan ke KPU mengenai koreksi nama caleg dalam DCS. Akan tetapi, ternyata sampai dengan diumumkannya DCT, nama saya yang ditulis dalam DCT masih salah. Tertulis di sana nama saya Moh. Arif Widiyarto, sedangkan nama saya yang benar adalah Moh Arif Widarto.
Saya berpendapat, dalam hal ini, baik DPP Partai GERINDRA maupun KPU ternyata tidak bekerja dengan optimal. Baik DPP Partai GERINDRA maupun KPU tidak melakukan pemeriksaan nama caleg yang ditulis dalam daftar caleg dengan nama yang terdapat dalam berkas-berkas administrasi caleg yang bersangkutan. Bahkan ketika sudah dikirimi surat koreksi pun, DPP Partai GERINDRA dan KPU tidak melakukan pembetulan.
Saya kurang paham akibat hukum yang akan terjadi dengan kesalahan penulisan nama caleg dalam DCT tersebut, apakah pencalegan saya batal demi hukum atau tidak. Akan tetapi, yang menghadang di depan mata saya adalah kesulitan dalam melakukan sosialisasi. Tentu saja, saya akan melakukan sosialisasi dengan menggunakan nama saya, yang selalu sama di Akte Kelahiran, Ijazah, KTP, SIM bahkan Kartu Kredit. Kesulitannya, ketika semua bahan sosialisasi menggunakan nama yang benar dan publik sudah mengetahui nama saya yang benar, di surat suara nanti, mereka tidak akan menemukan nama Moh Arif Widarto, yang ada adalah Moh. Arif Widiyarto.
Apakah Anda memiliki saran mengenai ini? Tentu saja, saya akan kembali melayangkan surat ke KPU agar nama saya pada surat suara nanti tidak ditulis dengan salah.
Tujuh Alumni SMA Taruna Nusantara Maju Sebagai Caleg DPR RI
October 31, 2008
Pada 29 Oktober 2008 KPU telah menetapkan Daftar Calon Tetap Anggota Legislatif Pemilu 2009 (DCT). DCT tersebut pada hari ini 31 Oktober 2008 diumumkan melalui Harian Republika. Total terdapat 11.301 caleg yang akan memperebutkan 560 kursi DPR RI dari 77 Daerah Pemilihan di seluruh Indonesia.
Di antara sebelas ribuan calon anggota legislatif tersebut terdapat tujuh orang alumni SMA Taruna Nusantara Magelang yang maju sebagai calon anggota legislatif. Ketujuh orang alumni SMA Taruna Nusantara tersebut maju melalui Partai GERINDRA. Ada pun ketujuh alumni tersebut adalah:
| Dapil | No. Urut | Nama | Angkatan |
| DKI 1 | 2 | Dian Nugroho | III |
| Banten 2 | 2 | Moh Arif Widarto* | I |
| Jabar 3 | 2 | Hizbullah Yusuf** | I |
| Jateng 10 | 1 | Agung Gumilar Saputra | V |
| Jateng 4 | 1 | Prasetyo Hadi | VI |
| Jateng 10 | 2 | Danang Wicaksana Sulistya | V |
| Bali | 2 | Komang Arya Tridarma, SE | I |
Keterangan:
- *) Nama pada DCT masih salah. Pada DCT tertulis Moh. Arif Widiyarto
- **) Pada DCT hanya ditulis Hizbullah
Dari kiri: Dian Nugroho, Danang Wicaksana Sulistya, Prasetyo Hadi, Hizbullah Yusuf, Moh Arif Widarto, Komang Arya Tridarma, Agung Gumilar Saputra.
Ketujuh alumni SMA Taruna Nusantara Magelang tersebut merasa terpanggil untuk memberikan karya terbaik bagi masyarakat, bangsa dan negara melalui perbaikan kinerja lembaga perwakilan RI. Dengan bekal kesetiaan kepada Pancasila dan UUD 1945 serta wawasan kebangsaaan, wawasan kejuangan dan wawawasan kenusantaraan yang telah diajarkan selama studi di SMA Taruna Nusantara Magelang, ketujuh caleg tersebut tidak perlu lagi dipertanyakan nasionalisme dan patriotrismenya. Kini ketujuh caleg tersebut siap berkompetisi dengan sebelas ribuan caleg DPR RI yang lain. Semoga.
Jangan Beli Presiden Dalam Karung Pada Pemilu 2009
October 29, 2008
Hari ini DPR telah mengesahkan RUU Pemilihan Presiden menjadi UU Pemilihan Presiden. Hal paling alot yang dibahas dalam RUU ini, dan menjadi pergulatan kepentingan partai politik yang memiliki kursi DPR, adalah persyaratan bagi partai politik untuk mengajukan calon presidennya. Adapun syarat pencalonan presiden bagi partai politik akhirnya diputuskan menjadi 20 per seratus kursi DPR atau 25 per seratus suara sah.
Pembahasan persyaratan yang alot itu menjadi bukti betapa anggota dewan saat ini bukan mewakili kepentingan rakyat melainkan kepentingan partainya yang di dalam parlemen perpanjangan tangannya berupa fraksi. Untuk melakukan reformasi parlemen, mulai 2009 - 2014 sebaiknya fraksi di DPR dihapus saja agar setiap anggota DPR bisa lebih berkonsentrasi mewakili rakyat, bukan mewakili partainya.
Terhadap UU Pemilihan Presiden yang baru saja disahkan, saya mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia untuk tidak membeli presiden dalam karung. Di depan mata kita terdapat dua pemilu, yaitu pemilu legislatif dan pemilihan presiden. Keduanya kelihatannya berbeda tetapi tujuan akhirnya sama, yaitu pemilihan presiden. Oleh karena itu, pada pemilu legislatif tanggal 9 April 2009 nanti, pilihlah caleg-caleg dari partai yang sudah menetapkan calon presidennya. Syarat bagi partai politik untuk mengajukan calon presidennya adalah 20 per seratus kursi DPR atau 25 per seratus suara sah. Untuk apa memilih partai yang belum jelas calon presidennya apabila di depan mata kita saat ini sudah ada beberapa partai yang sudah memiliki calon presiden. Partai-partai yang sudah berani menetapkan calon presidennya adalah partai politik yang tidak akan menipu Anda sekalian. Figur calon presiden sudah diajukan sejak dini, bukan diajukan nanti.
Partai politik yang sudah jelas calon presidennya adalah:
- Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA) yang mengusung Letjen TNI (Pur) Prabowo Subianto
- Partai Hati Nurani Rakyat (HANURA) yang mengusung Jend TNI (Pur) Wiranto
- Partai Demokrat yang mengusung Letjen TNI (Pur) Susilo Bambang Yudhoyono
- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang mengusung Megawati Soekarnoputri
Pada pemilu 9 April 2009 nanti, pilihlah partai politik yang tidak akan membohongi Anda dalam hal calon presiden. Di atas itu adalah partai politik yang berani sejak awal menawarkan calon presidennya kepada Anda.
Saya sendiri bergabung dalam Gerakan Indonesia Raya, sebuah gerakan yang ingin memberikan solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi bangsa ini. Sebuah gerakan yang memperjuangkan kemandirian dalam bidang pangan dan energi, dua hal vital yang saat ini sudah berada di ambang krisis.
Salah Tulis Nama Lengkap Caleg DPR RI
October 9, 2008
Manusia tidak ada yang sempurna. Begitu pula personel DPP Partai GERINDRA yang mengurusi Daftar Caleg dan KPU. Dari DCS yang sudah diumumkan oleh KPU, nama lengkap saya yang berada di Daerah Pemilihan Banten II (Partai GERINDRA) tertulis Moh Arif Widiyarto. Padahal, nama lengkap saya adalah Moh Arif Widarto. Saya mendapat bonus dua huruf pada nama saya ![]()
Sebenarnya, kesalahan penulisan nama lengkap saya itu sudah berkali-kali disampaikan ke DPP Partai GERINDRA. Akan tetapi mungkin dikarenakan banyak yang diurus, koreksi tidak sempat dilakukan. Akibatnya, sampai dengan diumumkannya DCS oleh KPU, nama saya masih tertulis tidak benar.
Bukan hanya nama saya yang salah tulis. Bahkan, nama lengkap Bapak Glenny Kairupan pun tertulis Glenny Kairipan. Padahal, beliau itu Pengurus DPP. Ada juga Hizbullah Yusuf yang hanya ditulis Hizbullah.
Akhirnya, saya membuat pernyataan tertulis untuk mengoreksi penulisan nama lengkap saya. Surat saya tujukan ke DPP Partai GERINDRA dan ditembuskan ke KPU agar pada DCT nanti nama lengkap saya dapat tercantum dengan benar.
Popularitas Prabowo Sebagai Calon Presiden Semakin Meningkat
October 9, 2008
Hasil survei terbaru LSN, Prabowo Subianto menduduki 3 besar setelah SBY dan Megawati. Berikut berita yang dilansir oleh Detik.com:
Kamis, 09/10/2008 15:27 WIB
Survei Capres LSN: SBY Rebound, Prabowo Masuk 3 Besar
Nograhany Widhi K - detikNews
Jakarta - Pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) popularitas SBY yang sempat merosot kembali terangkat. Capres wajah baru, Prabowo Subianto popularitasnya meroket hingga masuk 3 besar.
Hal itu tampak dalam survei Lembaga Survei Nasional (LSN) yang diadakan tanggal 20-27 September 2008. Sebanyak 400 responden berusia minimal 17 tahun dari 15 kota besar di Indonesia, dipilih secara acak sistematis dari buku telepon terbaru.
Tingkat kesalahan (sample error) survei ini sekitar 4,9 persen dengan taraf kepercayaan 95 persen.
“Tingkat elektibilitas SBY yang sempat disalip Megawati pasca kenaikan harga BBM Mei lalu, kini sudah mulai naik kembali atau rebound. Sebanyak 30 persen responden mengaku akan memilih SBY jika pilpres dilaksanakan hari ini,” ujar Direktur Eksekutif LSN Umar S Bakry dalam keterangan tertulis, Kamis (9/10/2008).
Otomatis, SBY menduduki peringkat pertama dengan elektibilitas tertinggi. Padahal, imbuh dia, survei LSN bulan Mei 2008 tingkat elektibilitas SBY terpuruk di angka 16,4 persen.Alasannya, SBY dinilai serius memberantas korupsi, melalui berbagai gebrakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Kedua, kebijakan pemberian BLT (Bantuan Langsung Tunai) tampaknya cukup menghibur masyarakat miskin,” ujar Umar.
Sementara popularitas Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto meroket menembus 3 besar. Tingkat elektabilitas mantan Danjen Kopassus ini bertengger di peringkat 3, yang akan dipilih 14,2 persen responden jika pilpres dilakukan hari ini.
Gara-garanya, iklan Prabowo dinilai cukup memikat hati. Sebanyak 79,9 persen publik mengaku suka terhadap iklan Prabowo yang mengandung pesan-pesan simpatik mewakili masyarakat petani, nelayan, dan pedagang pasar tradisional.
“Mayoritas mereka menilai Prabowo sebagai sosok tegas dan berwibawa sehingga pantas untuk memimpin republik ini,” jelas dia.
Hasil survei selengkapnya untuk tingkat elektabilitas: SBY (30 persen), Megawati Soekarnoputri (15,3 persen), Prabowo Subianto (14,2 persen), Hidayat Nurwahid (4,8 persen), Sri Sultan HB X dan Yusril Ihza Mahendra (4,3 persen), Amien Rais (2 persen), Wiranto (1,5 persen), Gus Dur (1,3 persen), Jusuf Kalla, Sutiyoso, dan Soetrisno Bachir (0,8 persen), Rizal Malarangeng (0,5 persen), Akbar Tandjung (0,3 persen). Sisanya tokoh lainnya (0,3 persen) dan masih belum memutuskan atau rahasia (18,8 persen).
Sementara responden yang diminta menyebutkan 3 nama paling pantas menjadi capres, SBY masih paling banyak disebut (55,4 persen), disusul Prabowo (47,7 persen), Megawati (32,8 persen), Wiranto (28,7 persen) dan Sri Sultan HB X (26,4 persen).
(nwk/iy)
–*–
Bagaimana dengan Anda, siapakah yang akan Anda pilih menjadi Presiden pada pemilu 2009 nanti? Mari terbuka dalam berdemokrasi.
Caleg DPR RI Partai GERINDRA Dapil Banten II (Kab Serang, Kota Serang dan Kota Cilegon)
September 23, 2008
Pada tanggal 26 September 2008 yang akan datang, apabila tidak terlambat, KPU akan mengumumkan Daftar Sementara Calon Legislatif DPR RI. Tujuan dari diumumkannya daftar sementara tersebut adalah untuk menerima masukan dari masyarakat atas para bakal caleg tersebut. Kepada masyarakat diberikan waktu lebih kurang sebulan untuk memberikan masukan dan pada akhir Oktober 2008 nanti KPU akan menetapkan Daftar Tetap Calon Legislatif DPR RI Pemilu 2009. Masyarakat mungkin lebih mengenalnya sebagai DCT atau Daftar Calon Tetap.
Daftar Caleg Dapil Banten II Partai GERINDRA
Daerah Pemilihan Banten II terdiri dari Kabupaten Serang, Kota Serang dan Kota Cilegon. Apabila tidak berubah, susunan bakal caleg Partai GERINDRA untuk Dapil Banten II adalah:
1. Idin Rosyidin
2. Moh Arif Widarto, SE
3. Avy Permata Sari
4. Anita Viola
5. Safri, SE
6. Lasiyono
7. Nunung Eko Waluyo, SPd
8. Franklin RF
9. Mu’rifat
10. Rudy Sigandaru
Partai GERINDRA menempatkan saya sebagai bacaleg nomor urut 2 di Dapil Banten II. Sebagai kader, saya menerima penempatan tersebut. Sebelumnya, pada saat mendaftar saya memilih Dapil Banten III yang terdiri dari Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang. Menurut saya, yang memiliki prasetya “dan di manapun berada, memberikan karya terbaik bagi masyarakat, bangsa, negara dan dunia”, penempatan saya di Banten II tidak menjadi masalah bagi saya.
Banten telah menjadi bagian dari hidup saya karena saya sudah tinggal di Provinsi Banten sejak tahun 1994. Sudah 14 tahun. Setiap hari saya bernafas di atas bumi Banten. Makan dari bahan makanan yang dibeli dari pedagang di wilayah Banten. Menikah dengan wanita Banten. Oleh karena itu, memperjuangkan perbaikan kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai wakil Banten II tidak menjadi masalah bagi saya karena saya adalah bagian dari Banten.
Dengan Idin Rosyidin dan Avy Permata Sari saya pernah bertemu sekali. Dengan para bacaleg yang lain saya belum pernah bertemu. Insya’ Allah saya akan aktif menjalin silaturahmi dengan semua bacaleg dari Banten II. Tidak hanya bacaleg DPR RI tetapi juga bacaleg DPRD Provinsi dan DPRD Kab/Kota di Banten II.
Kepada masyarakat, silakan berikan penilaian kepada kami. Khusus untuk saya sendiri, saya alumnus SMA Taruna Nusantara Magelang dan alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Pelita Harapan. Tinggal di Graha Sevilla T.02/15 - Citra Raya, Tangerang. Saat ini belerja di PT Esa Mandiri Teknologi yang beralamat di Jl. Gaharu Terusan I No. 5A, Jakarta Selatan.
Saya selalu siap untuk diverifikasi oleh siapa pun dalam kaitan dengan pencalonan saya sebagai anggota legislatif DPR RI 2009 - 2014.
Moh Arif Widarto Bakal Calon Legislatif DPR RI Partai GERINDRA No Urut 2 untuk Dapil Banten II
September 19, 2008
Akhirnya, setelah menunggu sekian lama, pada hari ini saya umumkan kepada publik bahwa saya:
- Nama: Moh Arif Widarto
- Umur: 34 Tahun
- Alamat: Graha Sevilla, Citra Raya - Tangerang
adalah Bakal Calon Legislatif dari Partai GERINDRA dengan nomor urut 2 untuk Daerah Pemilihan Banten II yang meliputi Kabupaten Serang, Kota Serang dan Kota Cilegon.
Pada saat pendaftaran, saya mendaftarkan diri sebagai bakal calon legislatif untuk Daerah Pemilihan Banten III yang meliputi Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang. Akan tetapi, partai memerintahkan saya untuk menjadi calon legislatif untuk Banten II. Sebagai kader Partai GERINDRA, saya tunduk kepada keputusan Partai.
Saya mohon doa restu, dukungan moril, dukungan suara dan dukungan dana kepada Anda sekalian kader dan simpatisan Partai GERINDRA dan juga Warga Negara Indonesia yang setuju bergerak untuk Indonesia, bergerak untuk mewujudkan Indonesia Raya.
Doa restu saya harapkan dari seluruh Warga Negara Indonesia. Dukungan moril saya harapkan dari Anda yang mendukung saya dalam pencalegan ini. Dukungan suara saya harapkan dari Anda yang berada di wilayah Dapil Banten II (Kabupaten Serang, Kota Serang dan Kota Cilegon). Sedangkan, dukungan dana saya harapkan dari Anda yang bersimpati kepada perjuangan saya.
Anda dapat menyampaikan pernyataan dukungan melalui halaman Dukung MAW. Ada formulir dukungan yang saya siapkan pada halaman tersebut sehingga Anda dapat menyampaikan dukungan Anda secara tertulis dan akan dipublikasikan melalui blog saya ini.
Bagi Anda yang bersimpati pada perjuangan saya dan ingin menyumbangkan dana, Anda dapat mengirimkan melalui Paypal ke email moharifwidarto(at)gmail.com. Rekening pengumpulan dana belum saya buka sehingga Anda yang ingin menyumbang melalui transfer bank saya harapkan dapat bersabar dulu. Rekening pengumpulan dana akan segera saya umumkan setelah saya buka.
Politisi Jenggot Takut Suara Terbanyak
September 13, 2008
Wacana penentuan kursi DPR RI dengan suara terbanyak sudah bergulir. Partai Amanat Nasional sudah menyatakan bahwa di partainya, kursi DPR akan ditentukan berdasarkan suara terbanyak. Partai GOLKAR pun demikian juga. Walaupun pada mulanya alot, akhirnya Partai GOLKAR pun (yang saya dengar dari bacalegnya) akan menggunakan suara terbanyak untuk menentukan perolehan kursi DPR pada Pemilu 2009 nanti.
Agar tidak menyalahi ketentuan dalam UU No. 10 tahun 2008 tentang Pemilihan Umum, saat ini partai-partai yang setuju penentuan kursi DPR RI dengan suara terbanyak sedang mengupayakan untuk melakukan amandemen (perubahan) terhadap UU No.10/2008 tersebut.
Sebagai seorang bakal caleg saya sangat setuju dengan penentuan perolehan kursi dengan suara terbanyak karena hal tersebut akan mencerminkan tingkat legitimasi anggota DPR. Saat ini, di mana Presiden, Kepala Daerah dan DPD dipilih langsung oleh rakyat, ternyata DPR masih ditentukan oleh partai melalui mekanisme nomor urut caleg. Pada saat Presiden, DPD, Kepala Daerah dan bahkan Lurah (Kepala Desa) pun memiliki legitimasi sangat tinggi, DPR belum memiliki karena anggota DPR belum sepenuhnya dipilih langsung oleh rakyat.
Dengan mekanisme suara terbanyak, dapat disimpulkan bahwa siapa pun yang memperoleh kursi DPR adalah merupakan politisi yang memiliki basis pendukung atau memiliki akar yang kuat di tengah masyarakat. Kader yang demikian tentu telah dikenal oleh pemilih di daerah pemilihannya dan dipercaya oleh pemilih untuk dapat membawakan aspirasi mereka.
Sebaliknya, politisi jenggot alias politisi yang mengakar ke atas, tentu akan memilih mekanisme penentuan kursi dengan nomor urut. Para Politisi kader jenggot itu lebih dekat dengan jajaran elit (pimpinan) partai daripada rakyat. Oleh karena itu, walaupun mereka memiliki nomor peci, tingkat elektibilitasnya sebenarnya belum tentu lebih tinggi daripada yang mendapatkan nomor sepatu. Para politisi jenggot menyadari hal tersebut sehingga mereka akan memilih penentuan kursi dengan nomor urut daripada suara terbanyak.
Tentu kita masih ingat, bahwa dari 550 anggota DPR RI hasil pemilu 2004, hanya ada dua orang yang mampu memenuhi BPP (Bilangan Pembagi Pemilih). Salah satunya adalah Dr. Hidayat Nurwahid dari PKS. Kita juga ingat, Nurul Arifin yang mendapatkan suara terbanyak di dapilnya gagal mendapatkan kursi karena tidak berada di nomor urut atas.
Apakah kita akan terus melanggengkan praktek-praktek seperti itu? Saya dengan tegas berkata tidak. Sudah saatnya rakyat memilih sendiri wakil-wakilnya di DPR, bukan menyerahkannya kepada partai. Memang dengan mekanisme suara terbanyak, rakyat harus memilih orang yang dikelanlnya. Bagaimana kalau rakyat tidak kenal orang itu? Saya anjurkan untuk memilih orang yang pernah dia tahu namanya. Tentu bukan tahu namanya karena caleg tersebut sering menghiasi layar kaca karena kasus kriminal melainkan tahu karena hal-hal positifnya.
Untuk mendukung mekanisme suara terbanyak, saya menganjurkan agar rakyat memilih dengan mencontreng nama caleg pada saat hari pemilihan nanti. Jangan contreng gambar partainya tapi contrenglah nama calegnya.
Saya yakin, dengan mekanisme suara terbanyak negara kita akan memiliki DPR yang lebih berkualitas daripada DPR yang dihasilkan oleh nomor urut.
Petunjuk Pemilu 2009 : Contrenglah Nama Caleg Jangan Gambar Partai
September 11, 2008
Pada pemilu legislatif 2009 nanti, menurut KPU, pemilih dapat memilih dengan:
- mencontreng logo partai politik
- mencontreng nomor urut caleg
- mencontreng nama caleg
Saya menghimbau agar para pengakses internet yang merupakan calon pemilih yang memiliki tingkat pendidikan tinggi membantu menyosialisasikan kepada masyarakat di sekitarnya untuk melakukan pencontrengan nama caleg pada hari pemilihan umum nanti.
Sudah saatnya warga negara Indonesia menentukan sendiri wakil rakyatnya di DPR, bukan menyerahkan kepada partai politik untuk memilihkan wakil yang akan ditempatkan di DPR. Memilih dengan mencontreng nama caleg merupakan pencerminan dari perwujudan kedaulatan rakyat. Artinya, rakyat berdaulat untuk menentukan siapa yang berhak untuk duduk di lembaga perwakilan untuk mewakili dirinya.
Dengan mencontreng tanda gambar partai, berarti rakyat sama saja dengan menyerahkan kepada partai untuk menjadikan caleg nomor urut 1 sebagai wakilnya di DPR RI/DPRD Provinsi/DPRD Kab/Kota. Dengan kata lain, mencontreng tanda gambar sama saja dengan memilih nomor 1. Apabila memang pemilih secara sadar berniat memilih nomor urut 1 maka contrenglah nama caleg yang berada di nomor urut 1, jangan mencontreng tanda gambar partai.
Pilihlah caleg yang sudah dikenal. Apabila belum kenal, cari tahulah mengenai caleg tersebut. Setelah KPU menetapkan Daftar Tetap Calon Legislatif, rakyat harus proaktif mencari tahu mengenai caleg yang diusung partai politik peserta pemilu. Pilihlah caleg yang benar-benar dikenal dan memiliki integritas yang tinggi, rekam jejak yang bersih dan positif serta memiliki komitmen untuk memperjuangkan aspirasi rakyat.

Jakarta - Pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) popularitas SBY yang sempat merosot kembali terangkat. Capres wajah baru, Prabowo Subianto popularitasnya meroket hingga masuk 3 besar.
