Download Banner Flash Mega Prabowo Pro Rakyat Versi MegaPrabowo.com
June 29, 2009
Rekomendasi ukuran: 200 x 220 piksel
Download:
Rekomendasi ukuran: 610 x 170 piksel
Download:
Viewed 5004 times by 992 viewers
The Power of Giant Flags Pada Pemilu Legislatif 2009
June 23, 2009
Pada setiap pemilu, partai politik atau calon legislator selalu melakukan upaya-upaya untuk mempengaruhi pemilih untuk memilih mereka pada hari H pemilihan umum. Upaya-upaya untuk mempengaruhi pemilih tersebut dapat dilakukan secara sederhana melalui sosialisasi partai politik atau caleg maupun menggunakan cara-cara yang lebih maju melalui pemasaran politik (political marketing). Dengan pemasaran politik, partai politik atau calon legislator menggunakan manajemen pemasaran secara lebih baik daripada upaya sosialisasi tradisional. Pemasaran politik akan membidik pasar dengan kaidah-kaidah pemasaran modern dilengkapi dengan pemilihan strategi maupun taktik pemasaran yang canggih.
Pada pemilu 2009 saya mengamati bahwa beberapa partai politik telah menggunakan pemasaran politik dalam upaya memenangkan pemilu. Saya yakin partai politik besar hasil pemilu 2004 telah menerapkan pemasaran politik pada pemilu 2009. Parpol-parpol tersebut tidak hanya menjual parpol melalui atribut tradisional berupa bendera dan spanduk seperti pada pemilu-pemilu sebelumnya tetapi juga dilengkapi dengan marketing tools yang sudah canggih untuk memperkuat komunikasi politik yang dipergunakan. Satuhal lagi yang memperkuat penggunaan cara-cara modern dalam pemasaran politik parpol-parpol tersebut adalah penggunaan konsultan politik profesional untuk menggarap pemasaran politik mereka. Setidaknya, terdapat dua partai politik yang saya ketahui menggunakan konsultan politik profesional, yaitu Partai Demokrat dan Partai GERINDRA. Untuk PKS, saya memiliki perkiraan bahwa partai kader tersebut menggunakan sumberdaya internal dalam melakukan pemasaran politik. Saya tidak malu mengakui bahwa di dalam PKS terdapat manusia-manusia pandai yang mampu menelurkan strategi maupun taktik pemasaran yang brilian dan kreatif.
Sebagaimana pemasaran jasa atau produk, dalam pemasaran politik pun terdapat bauran pemasaran. Tentu saja, bauran pemasaran dalam pemasaran politik agak berbeda dari bauran pemasaran produk atau jasa (pemasaran bisnis). Pada pemasaran politik, yang menjadi produk bisa beberapa hal, organisasi (dalam hal ini adalah partai politik itu sendiri), orang (calon legislator, calon presiden), atau hal lain berupa visi, misi atau program partai. Distribusi dan promosi pada pemasaran politik tidak begitu berbeda dengan distribusi dan promosi pada pemasaran bisnis. Tujuan distribusi pada keduanya adalah untuk mendekatkan produk pada konsumen. Promosi pada pemasaran politik dan pemasaran bisnis pun memiliki tujuan yang sama, yaitu membantu memperngaruhi pembeli/konstituen untuk mengambil keputusan. Pada pemasaran bisnis, keputusannya adalah membeli. Sedangkan, pada pemasaran politik keputusannya adalah memilih atau memberikan vote pada saat hari H pemilihan umum. Yang agak berbeda dari pemasaran bisnis dan pemasaran politik justru bauran yang satu lagi, yaitu harga. Menurut saya, harga pada pemasaran politik justru merupakan kebalikan dari harga pada pemasaran bisnis. Apabila dalam pemasaran bisnis, harga adalah harga produk, maka dalam pemasaran politik, harga (menurut saya) adalah dana yang diperlukan oleh partai politik untuk melaksanakan kegiatan pemasaran. Pemilih berbeda dengan pembeli dalam hal pembayaran. Pembeli membayar harga produk/jasa sedangkan pemilih tidak membayar sama sekali. Bahkan, partai politik/legislator yang akan disuruh membayar oleh pemilih. Membayar janji-janji selama kampanye, termasuk mewujudkan visi, misi dan program yang ditawarkan.
Selain bauran pemasaran, dalam pemasaran politik juga dipergunakan alat-alat pemasaran (marketing tools). Ada beberapa alat pemasaran yang dipakai oleh partai politik dalam melakukan pemasaran politik. Beberapa di antaranya tidak terlalu berbeda dari alat-alat pemasaran yang terdapat dalam pemasaran bisni. Alat-alat pemasaran yang sama tersebut adalah alat-alat pemasaran yang terdapat dalam promosi (salah satu bauran pemasaran). Adapun alat-alat pemasaran dalam pemasaran politik yang berbeda dari pemasaran bisnis di antaranya adalah penggunaan:
- propaganda
- survey politik
- push poll
Propaganda merupakan cara-cara yang umum dilakukan dalam kegiatan politik. Propaganda adalah kegiatan untuk mengkomunikasikan pesan kepada audiens dengan tujuan agar audiens percaya pada pesan yang disampaikan terlepas dari benar atau tidaknya pesan yang disampaikan. Propaganda pada awalnya bertujuan baik tetapi pada prakteknya kemudian, propaganda dipersepsi secara negatif. Dalam konteks negara kita, propaganda Orde Baru pada saat ini pasti dikonotasikan negatif. Saya pun setuju dengan hal tersebut.
Survey politik merupakan alat pemasaran politik modern yang mulai marak di Indonesia pada pemilu 2004. Survey politik dilakukan secara terus-menerus sampai mendekati hari H pemilihan umum dengan tujuan untuk mengetahui elektabilitas partai politik/kandidat di dalam pasar. Bagi partai politik/kandidat, survey politik dapat dipergunakan untuk mengukur efektifitas kegiatan pemasaran yang telah dilakukan. Bagi pasar, hasil survey politik dapat menjadi acuan untuk menentukan pilihan pada saat hari H pemilihan umum. Hasil survey politik tidak secara mutlak akan mempengaruhi pemilih. Akan tetapi, apabila beberapa kali survey memberikan hasil yang sama, kecenderungan pemilih untuk mempercayai hasil survey dapat semakin tinggi. Begitu pula apabila hasil survey menunjukkan kecenderungan kenaikan elektabilitas suatu partai atau seorang kandidat, pemilih pun akan memiliki kecenderungan untuk mengikuti hasil survey.
Push poll sebenarnya hampir sama dengan survey politik. Hal yang membedakan adalah bahwa push poll dilakukan oleh partai politik, bukan lembaga survey yang independen. Perbedaan kedua, push poll dilaksanakan dengan metoda-metoda yang kurang saintifik. Metoda yang kurang saintifik tersebut sengaja dipergunakan karena tujuan push poll adalah untuk mempengaruhi pemilih agar memilih partai politik/kandidat tertentu. Push poll ini dapat juga disebut tactical survey. Tujuannya sama, menggiring responden/pemilih untuk memilih partai politik/kandidat tertentu. Push poll atau tactical survey dilakukan melalui metode survey terdesain (designed survey) dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang mengarahkan.
Bagaimana dengan survey politik di Indonesia? Silakan Anda memberikan penilaian sendiri apakah survey politik di Indonesia termasuk ke dalam survey politik yang obyektif yang dilakukan oleh lembaga survey yang independen atau merupakan push poll/tactical survey yang dilakukan oleh partai politik/kandidat tertentu dengan memberikan survey pesanan ke sebuah lembaga survey yang dapat dibeli.
The Power of Giant Flags
Terlepas dari kegiatan pemasaran politik yang telah dilakukan oleh para kontestan pemilu 2009, saya mengamati satu hal yang menurut saya memberikan pengaruh secara psikologis kepada para calon pemilih. Kegiatan tersebut menurut saya didesain oleh partai politik tersebut atau konsultan politiknya untuk menunjukkan kesan kebesaran/dominasi partai politik tersebut di dalam benak calon pemilih. Jujur, saya tidak melakukan investigasi kepada partai politik tersebut atau pun konsultan politiknya. Saya hanya melakukan pengamatan atas gejala yang saya lihat di sekitar saya. Saya pun secara sadar mengakui bahwa partai politik tersebut mampu menyalurkan sinyal-sinyal kebesaran atau kemampuan untuk melakukan dominasi dalam pemilu 2009 yang lalu.
Kegiatan tersebut adalah pemasangan bendera-bendera raksasa (giant flags) secara masif di tempat-tempat yang dapat terpandang setiap hari oleh para calon pemilih. Banyaknya bendera-bendera raksasa yang dipasang secara massal itu memberikan kesan kepada calon pemilih bahwa partai politik tersebut adalah sebuah partai yang besar. Partai yang akan dapat mendominasi dalam pemilihan umum 2009.
Saya adalah seorang caleg DPR-RI pada pemilu 2009 yang lalu. Setiap saya pergi ke dapil, saya akan melewati
Tol Jakarta – Merak di mana di kedua tepi jalan tol tersebut mulai dari Balaraja sampai ke Merak, dipasang bendera-bendera raksasa satu paket dengan tiang-tiang besi dan menara slink. Bahkan, ada bendera raksasa yang dipasang di menara BTS yang kosong. Bendera-bendera raksasa itu tidak hanya dipasang di sepanjang Tol Jakarta – Merak tetapi juga dipasang di tempat-tempat yang lain. Di sepanjang tol dan di tempat-tempat lain di tengah masyarakat. Di Perumahan Citra Raya tempat saya tinggal, bendera raksasa tersebut dipasang di depan pool KJU di sebelah Pompa Bensin Citra Raya, Tangerang.
Pada pemilu 2009, saya yakin bahwa bendera-bendera raksasa tersebut telah berhasil melaksanakan misinya. Kini, pada pemilu presiden 2009, partai politik tersebut, yaitu Partai Demokrat telah kembali memasang bendera-bendera raksasanya kembali. Ada bendera raksasa Partai Demokrat dan bendera raksasa bertuliskan SBY – Boediono. Sebuah sinyal bagi para kontestan pilpres yang lain. Apabila tidak diantisipasi, saya yakin bendera-bendera raksasa tersebut akan dapat melaksanakan misinya kembali seperti yang telah berhasil dilaksanakan pada pemilu legislatif 2009 yang telah lalu di mana Partai Demokrat keluar sebagai paraih suara terbanyak.
Di bawah ini adalah sebuah bendera raksasa Partai Demokrat di depan pool KJU di Citra Raya yang saya ambil Selasa (24 Juni 2009).

Viewed 2907 times by 582 viewers
Download Flash Banners Pasangan Mega Prabowo
June 9, 2009
Bagi para pendukung Mega Prabowo, pasanglah banner Mega Prabowo di website/blog kita. Mari kita bergerak untuk melakukan perubahan di negeri ini.
Download banner di atas (klik kanan kemudian Save link as)
Download banner di atas (klik kanan kemudian Save link as)
Download banner di atas (klik kanan kemudian Save link as)
Download banner di atas (klik kanan kemudian Save link as)
Viewed 3537 times by 935 viewers
JK Lebih Cepat dan Lebih Baik
May 4, 2009
Sejak Jumat akhir pekan lalu kita dibombardir oleh isu mengenai keterlibatan Antasari Azhar, Ketua KPK, pada pembunuhan Nazarudin Zulkarnaen, seorang direktur sebuah BUMN. Motifnya sangat remeh, menurut isu itu, hanya soal perempuan. Hari Jumat lalu itu Kejaksaan telah menetapkan Antasari Azhar sebagai tersangka. Sedangkan, Polda Metro Jaya masih memanggil Antasari Azhar sebagai saksi pada Senin (hari ini). Namun, akhirnya kepolisian pun menetapkan Antasari Azhar sebagai tersangka dan Ketua KPK itu pun langsung ditahan.
Saya tidak mau menganalisis. Akan tetapi, feeling saya mengatakan Antasari Azhar guilty. Apakah feeling saya nanti benar atau salah, tentu biar pihak penyidik dan penuntut umum nanti yang membuktikannya di pengadilan apabila kasusnya bisa naik ke pengadilan. Maaf, saya hanya mengemukakan feeling, bukan opini atau analisis.
Isu Antasari Azhar ternyata mampu menenggelamkan isu kisruh DPT maupun pilpres. Publik seolah-olah diajak untuk melupakan bahwa kita masih akan melaksanakan pilpres yang sampai saat ini pasangan bacapres – bacawapres yang sudah ada barulah pasangan JK – Win atau Jusuf Kalla – Wiranto. Blok S dan Blok M belum jelas.
Memang tidak salah tagline JK dalam kampanyenya bahwa ia dapat berbuat lebih baik dan lebih cepat. Dalah hal mencari pasangan sebagai bacawapres ternyata JK lebih baik dan lebih cepat daripada SBY. JK lebih baik karena dia memperlakukan Wiranto sebagai partner yang sejajar. Walaupun perolehan suara Partai Hanura menurut hasil hitung cepat kurang dari sepertiga perolehan suara Partai Golkar, ternyata JK menempatkan Wiranto sebagai mitra sejajar. JK tetap menjaga kehormatan Wiranto sebagai seorang pimpinan sebuah partai politik. JK pun lebih cepat daripada SBY dalam memilih bacawapresnya dan kemudian mendeklarasikannya. Dalam hal ini JK memperlihatkan bahwa dia seorang pemimpin yang mampu mengambil keputusan secara cepat, bulan seorang pemimpin yang indecisive.
Dalam babak penjaringan bacawapres, JK sudah lebih baik dan lebih cepat dari SBY. Apakah JK – Win nanti akan dapat mengalahkan SBY – “?”? Kita tidak dapat menjawabnya saat ini. Akan tetapi, bolehlah kita mengatakan bahwa JK memiliki kualitas yang lain daripada SBY.
Bagaimana menurut Anda?
Viewed 729 times by 377 viewers
Pecah-belah, Sebuah Operasi Bergaya Orde Baru di Era Milenium Kedua
April 28, 2009
27 Juli 1996 terjadi sebuah peristiwa yang tidak akan pernah dilupakan oleh sejarah. Kantor PDI yang dikuasai oleh orang-orang PDI-P diserang oleh “kelompok Soerjadi”. Saya sengaja memberikan tanda kutip pada “kelompok Soerjadi” itu karena memang diragukan bahwa saat itu yang bergerak adalah kelompok Soerjadi. Setidak-tidaknya, apabila memang kelompok Soerjadi bekerja, maka mereka disinyalir tidak berdiri sendiri.
Pada pertengahan 1996 itu Megawati memang sedang menggetarkan kekuasaan Orde Baru. Putri Bung Karno yang kelihatannya sudah mampu dijinakkan oleh Orde Baru ternyata bangkit dalam kegiatan politik dan mampu menggugah para Sukarnois untuk berdiri di belakangnya. Ya, semua pada akhirnya juga tahu bahwa PDI Soerjadi-lah yang diakui oleh pemerintah saat itu. Akan tetapi, sejarah ternyata memiliki rencana yang lain. Semua juga sudah paham bahwa akhirnya Orde Baru tumbang pada Mei 1998. Penyerangan kantor PDI oleh “kelompok Soerjadi” itu tidak pernah dapat diungkap dalangnya seperti umumnya peristiwa-peristiwa menggemparkan di Indonesia lainnya bahkan ketika Megawati berkuasa. Akan tetapi, setiap jiwa di Indonesia seakan-akan tahu dan paham siapa dalangnya.
Memecah-belah seperti telah menjadi tradisi di Indonesia. Entahlah, mungkin karena bangsa ini telah lama dijajah oleh sebuah Kongsi Dagang dari Belanda yang juga pandai memecah belah dengan politik “pecah-belah dan jajahlah” yang sudah diajarkan sejak SD sehingga karenanya maka bangsa ini juga pandai melakukannya, memecah-belah.
Sayangnya, tradisi memecah-belah itu nampaknya bukan hanya piawai dilakukan oleh Orde Baru yang telah tumbang. Pada era milenium kedua ini pun, sebelas tahun setelah Orde Baru tumbang, tradisi memecah-belah itu pun masih dilakukan. Hmm… siapakah yang tidak terlibat dengan Orde Baru? Selain mereka yang memang dekat dan menjadi bagian Orde Baru, para aktivis reformasi pun sebenarnya terlibat dengan Orde Baru pula. Baik yang menjadi bagian maupun yang di luar lingkaran Orde Baru nampaknya sama-sama menguasai ilmu memecah-belah itu sehingga pada saat ini kita semua dapat menonton pertujukan pecah-belah tersebut dalam panggung perebutan kekuasaan di Republik ini.
Kekuasaan. Ya, kekuasaan. Lagi-lagi kekuasaan.
Nampaknya, walaupun bukan kekuasaan yang tertinggi yang diperebutkan karena mereka yang berebut kekuasaan itu sudah sadar pada githok-nya masing-masing tetapi kekuasaan yang bukan merupakan kekuasaan tertinggi itu pun telah membutakan mereka.
Negeri ini memang masih jauh dari keadaan yang ideal. Mereka yang bergabung dalam sebuah partai politik ternyata bergabung bukan karena kesamaan visi dan misi melainkan karena kesamaan kepentingan sesaat. Sehingga, ketika kepentingan masing-masing tidak ketemu, mereka telah berjalan saling membelakangi.
Tentu saja yang menginginkan kekuasaaan tertinggi bukannya tidak memahami keadaan seperti yang berlaku saat ini. Akan tetapi, karena memang keadaan seperti itu yang nampaknya dikehendaki, maka berlakulah apa yang memang harus diberlakukan. Celakanya, di antara partai politik yang nampak berpecah-belah itu, dua dari tiga yang kelihatan sekali retaknya adalah partai yang digabung paksa pada masa Orde Baru.
Hmm… pecah-belah gaya Orde Baru ditujukan pada partai-partai yang digabung paksa pada masa Orde Baru. Lucu juga Republik ini.
Viewed 2634 times by 776 viewers
Tabulasi Nasional Pemilu 2009 Yang Aneh
April 20, 2009
Kali ini saya akur dengan KRMT Roy Suryo yang merasa janggal mengenai tabulasi nasional pemilu berdasarkan IT yang kalah cepat dengan penghitungan manual. Tidak masuk logika IT manapun bahwa sebelas hari sejak pemilu, atau sampai dengan waktu penutupannya hari ini, data yang masuk ke sistem IT KPU baru mencapai sekitar 6,7%.
Selain kisruh DPT yang tidak diselesaikan sebelum pileg dilangsungkan dan terkesan dibiarkan, kini KPU 2009 mempertontonkan ketidakprofesionalannya kembali. Tabulasi Nasional Pemilu 2009 tidak mampu memberikan gambaran kepada masyarakat mengenai hasil pemilu.
Kita semua tahu masyarakat hanya dapat mengakses data melalui Tabulasi Nasional Pemilu. Sayangnya, data di TNP itu sangat jauh dari memadai. Bagaimana masyarakat dapat membuat simpulan apabila data yang masuk hanya mencapai 6,7% dari total DPT?
Pemilu 2009 semakin hitam saja. Masih ada 96,3% celah untuk mempermainkan hasil pemilu karena KPU 2009 hanya mampu menampilkan 6,7% data saja. Sinyalemen bahwa pemilu 2009 didesain secara sistematis untuk kepentingan tertentu semakin sulit untuk dibantah walaupun pembuktian ke arah tersebut cukup sulit untuk dimungkinkan. Bukti tidak ada tetapi gejala-gejala yang menunjukkan kecurangan sistematis tersebut dapat dirasakan. Apabila tidak ada kecurangan tentunya Depdagri akan dengan ringan membuka DP4 yang menjadi acuan penyusunan DPT. Silakan Anda saksikan sendiri bahwa Depdagri tidak berani membuka DP4 karena kunci dari kekisruhan DPT terdapat pada DP4. Apabila DP4 sejak awal kisruh maka lembaga yang perlu bertanggung jawab atas carut-marut DPT adalah Depdagri. Apabila DP4 benar, maka KPU-lah yang perlu dituntut untuk bertanggung jawab.
Viewed 1249 times by 513 viewers
SBY – PRABOWO Kombinasi Capres – Cawapres Terbaik untuk Indonesia Saat Ini
April 14, 2009
Pemilu 2009 telah dilaksanakan pada 9 April 2009 yang lalu (di dua kabupaten di NTT hari ini). Walaupun penghitungan hasil pemilu belum selesai dan baru akan diumumkan secara resmi oleh KPU kepada publik pada 9 Mei 2009 yang akan datang, hasil hitung cepat beberapa lembaga survei nampaknya sepakat menunjukkan bahwa Partai Demokrat akan memenangi pemilu 2009 dengan perolehan suara sekitar 20%. Menanggapi hasil hitung cepat tersebut, para elit partai politik mulai kasak-kusuk menjajagi pembentukan koalisi untuk pencalonan presiden dan wakil presiden.
Partai Golkar yang tersinggung oleh pernyataan Ahmad Mubarok bahwa Golkar hanya akan mendapat 2,5% suara pada pemilu 2009 telah menyatakan untuk mengusung calon presiden sendiri. Akan tetapi, hasil hitung cepat pemilu yang menempatkan Partai Golkar di posisi kedua atau ketiga membuat Partai Golkar bingung. Beberapa elit Golkar menyatakan lebih baik Golkar kawin lagi dengan Demokrat sementara banyak DPD Golkar menyatakan agar Golkar tetap mengusung Kalla sebagai calon presiden. Seperti halnya Partai Golkar yang bingung, nampaknya JK juga bingung dan sepertinya akan berlindung di belakang keputusan partai.
Yang lucu dari masalah koalisi dengan Partai Demokrat adalah PKS. Partai yang diperkirakan hanya akan mendapatkan 7% – 8% suara pada pemilu 2009 ini telah bertindak sebagai juru mudi koalisi. PKS sangat ingin Hidayat Nurwahid menjadi mempelai SBY sehingga mencoba mempengaruhi Partai Demokrat untuk tidak lagi menggandeng Golkar. Yang terakhir, bahkan, PKS mengancam akan keluar dari koalisi apabila Golkar diikutkan dalam koalisi Partai Demokrat. Anis Matta menyatakan bahwa PKS tidak akan berkoalisi berdasarkan pragmatisme yang merupakan ajang bagi-bagi kekuasaan. Padahal, apabila kita mau menilai lebih lanjut, siapa yang sebenarnya berpikir pragmatis apabila bukan PKS? PKS adalah partai Islam dan Partai Demokrat sebuah partai nasionalis. Agak lucu apabila partai nasionalis berkoalisi dengan partai Islam karena secara ideologi berbeda. Pada kasus ini justru diperlihatkan perilaku kekuasaan menghalalkan cara sehingga sebuah partai Islam ngotot untuk berkoalisi dengan sebuah partai nasionalis. Karena ngototnya, partai Islam itu sampai mengancam akan keluar dari koalisi apabila ada partai nasionalis lain yang diajak bergabung.
PASANGAN CAPRES – CAWAPRES TERBAIK UNTUK INDONESIA
Banyak yang mengatakan bahwa SBY – JK jilid II adalan pasangan capres – cawapres terbaik untuk Indonesia saat ini. Tidak, pasangan SBY – JK adalah pasangan terbaik untuk PD dan Golkar. Ada pula yang mencoba-coba menunjukkan bahwa SBY – Hidayat sebagai pasangan capres – cawapres terbaik. Mungkin terbaik untuk memenangkan pilres karena faktor SBY tetapi bukan yang terbaik untuk bangsa ini.
Pasangan capres – cawapres terbaik untuk Bangsa Indonesia saat ini adalah SBY – PRABOWO.
KEUNTUNGAN PASANGAN SBY PRABOWO BAGI BANGSA INDONESIA
Pasangan SBY – PRABOWO akan mampu mewujudkan Pemerintahan yang BERSIH dan TEGAS.
Kita semua tahu bahwa SBY merupakan figur yang menunjukkan komitmen yang kuat terhadap pemberantasan korupsi di Indonesia. Selama kepemimpinannya, SBY menunjukkan keseriusannya dalam memberantas korupsi. SBY pernah mengeluarkan pernyataan bahwa pemberantasan korupsi akan dimulai dari rumahnya sendiri. Hal ini dibuktikan ketika SBY tidak menghalangi KPK untuk memeriksan besannya, Aulia Pohan, yang diduga terkait kasus aliran dana BI ke DPR RI. Tanpa perlu banyak promosi, SBY telah menunjukkan bahwa dirinya BERSIH.
Sebaliknya, Prabowo dikenal sebagai sosok yang tegas. Berlawanan dengan SBY yang selama karir militernya didominasi sebagai perwira staf, Prabowo Subianto Djojohadikusumo (PSD) menjadi perwira komando selama karir militernya. PSD besar di Kopasus dan sempat menjadi Pangkostrad selama beberapa bulan. Sejak menjadi perwira PSD telah dikenal sebagai komandan yang tegas dan ahli strategi dan taktik tempur. Komandan pasukan tempur haruslah orang yang cakap dalam menyusun strategi dan taktik serta harus tegas mengambil keputusan karena keragu-raguan dalam mengambil keputusan akan berakibat pada seluruh pasukan. TEGAS merupakan ciri yang menonjol dari sosok Prabowo Subianto Djojohadikusumo.
Selain BERSIH, SBY merupakan administratur yang baik. Oleh karena itu, sinergi SBY – PRABOWO akan menghasilkan pemerintahan terbaik bagi Indonesia.
Pasangan SBY – PRABOWO akan membuat Indonesia semakin kuat di mata dunia
SBY sangat cakap dalam berpikir. PSD sangat cakap dalam bertindak. Keduanya sama-sama cerdas dan merupakan jenderal yang cemerlang pada masanya. Politik jugalah yang membuat kedua jenderal itu akhirnya tidak mampu mendapatkan pangkat jenderal dengan bintang empat. Baik SBY maupun PSD mengakhiri karir militernya dengan pangkat Letnan Jenderal.
Lepas dari krisis ekonomi 1998, di bawah kepemimpinan SBY Indonesia mampu menggerakkan perekonomiannya. Ekonomi Indonesia tumbuh positif 5% – 6% per tahun sehingga perlahan-lahan Indonesia mampu bangkit dari krisis. Sayangnya, keberhasilan dalam bidang ekonomi itu belum berhasil membuat Indonesia disegani oleh kawan maupun lawan. Keberhasilan di bidang ekonomi belum berhasil mengangkat sektor pertahanan RI sehingga Indonesia akhir-akhir ini selalu dilecehkan oleh negara tetangga. Malaysia selalu saja merongrong kedaulatan wilayah RI dan Singapura masih saja bergeming melindungi koruptor BLBI yang bersembunyi di sana tanpa Indonesia dapat berbuat apa-apa. Singapura bahkan menguasai wilayah udara Indonesia di sekitar Riau sampai Kalimantan Barat melalui perjanjian MTA I dan MTA II yang sebenarnya sudah habis masa berlakunya dan tidak diperpanjang. Lagi-lagi, Indonesia tidak dapat berbuat apa-apa.
Pasangan SBY – PRABOWO akan membuat citra RI semakin kuat di dunia. Saat ini, bukan kombinasi militer – sipil atau sipil – militer yang kita perlukan melainkan kombinasi terbaik putra bangsa Indonesia. SBY adalah purnawirawan jenderal yang mampu mendapatkan gelar doktor dari IPB. Di masa kemiliterannya, SBY ahli di bidang sosial politik. Sedangkan, PSD, setelah purna dari tugas kemiliterannya juga terjun ke dunia bisnis. Hal tersebut membuat PSD mampu memahami persoalan-persoalan ekonomi dan bisnis baik secara makro maupun mikro. Selain itu, PSD juga aktif dalam organisasi kemasyarakatan sebagai ketua HKTI dan APPSI sehingga PSD mampu melihat persoalan teknis pertanian dan perdagangan tradisional di Indonesia, selain perdagangan internasional yang didapat dari grup perusahaannya. Pasangan SBY – PSD merupakan kombinasi yang komplit.
SBY akan memastikan perekonomian di Indonesia diselenggarakan secara BERSIH dan PSD akan dengan TEGAS memastikan bahwa hanya produk bernilai tambah yang dapat diekspor keluar dari Indonesia.
Pasangan SBY – PRABOWO merupakan pasangan yang pluralis
Baik SBY maupun PSD merupakan orang yang pluralis. SBY dan PSD bukan sektarian. SBY dan PSD sama-sama antidiskriminasi dan menganggap semua komponen bangsa ini harus bersama-sama bergerak dan bekerja untuk mewujudkan kesejahteraan bersama. SBY dan PSD sama-sama berangkat dari partai nasionalis yang komitmennya pada pluralisme tidak perlu diragukan lagi. Selain itu, komitmen SBY dan PSD pada NKRI juga tidak perlu diragukan lagi.
Pasangan SBY – PRABOWO yang terbaik buat kaum muda
Dibandingkan dengan pasangan lain, kombinasi SBY – Prabowo merupakan pasangan yang terbaik untuk kaum muda. SBY dan PSD masih tergolong muda. Keduanya masih sehat jasmani dan rohani dan masih produktif.
Kaum muda di Indonesia meminta agar kaum muda diberi kepercayaan untuk mengambil alih tampuk pimpinan nasional. Tentu saja, pengambilalihan kepemimpinan itu harus dilakukan melalui jalur konstitusional. Pasangan SBY – Prabowo merupakan representasi kaum muda yang akan mampu mengambilalih kepemimpinan secara konstitusional dari kaum tua. Kita tahu bahwa Golkar merupakan part
ai konservatif yang selalu mempertahankan status quo dan kurang memberikan kesempatan penuh kepada kader-kader mudanya di partai. Kita dapat melihat bagaimana Yudi Krisnandi kurang diberi peluang oleh partai Golkar. Demikian pula Fadel Muhammad. Sementara, PDI-P cenderung hanya memperhatikan Dinasti Soekarno dan hanya memberi peluang terbaik kepada keturunan Soekarno.
Partai Demokrat dan Partai GERINDRA merupakan partai baru yang memberi kesempatan seluas-luasnya kepada kaum muda untuk berkarya. Baik Partai Demokrat maupun Partai GERINDRA memberikan peluang yang sama kepada kaum muda untuk menjadi calegnya. Oleh karena itu, hanya pasangan SBY – Prabowo yang dapat memberikan yang terbaik bagi kepentingan generasi muda.
Pasangan SBY – Prabowo akan mewujudkan sistem presidensiil yang kuat
Baik Partai Demokrat maupun Partai GERINDRA sama-sama memandang bahwa telah terjadi pergeseran paradigma dalam sistem ketatanegaraan kita. Sistem presidensiil yang diamanatkan oleh UUD 1945 telah digerusi selama reformasi. Akibatnya, parlemen cenderung rewel dan menghambat jalannya pemerintahan dan pembangunan. Padahal, apabila kita bercermin pada masa Orde Baru, Presiden yang waktu itu dipilih oleh MPR merupakan Kepala Negara sekaligus Kepala Pemerintahan yang kuat. Setelah Presiden dipilih langsung oleh rakyat, seharusnya Presiden menjadi semakin kuat, bukan malah sebaliknya, menjadi semakin lemah di mata DPR.
SBY – Prabowo akan mengembalikan amanat UUD 1945 bahwa Indonesia menganut Sistem Presidensiil, bukan parlementer. Kesamaan pandangan PD dan GERINDRA akan memperkuat komitmen tersebut.
Pasangan SBY – PSD akan menyederhanakan sistem perpolitikan nasional
Baik PD maupun GERINDRA setuju bahwa sistem perpolitikan nasional saat ini terlalu rumit dan penyelenggaraannya memakan sumberdaya yang sangat besar. Oleh karena itu, sistem perpolitikan nasional harus disederhanakan. SBY – Prabowo akan mewujudkan harapan masyarakat mengenai permasalahan tersebut. Keresahan, kerepotan dan kebingungan memilih dalam pemilu sudah disadari oleh SBY – Prabowo. Oleh karena itu, di bawah kepemimpinan mereka yang BERSIH dan TEGAS, harapan rakyat agar sistem perpolitikan disederhanakan akan dapat diwujudkan.
TAK PERLU DUA PUTARAN
Saya berani berpendapat bahwa pasangan SBY – PSD yang merupakan pasangan terbaik untuk Bangsa Indonesia saat ini tidak perlu bertarung dalam dua putaran menghadapi pasangan capres – cawapres yang lain. Hanya dengan satu putaran saja Indonesia akan mendapatkan pasangan pemimpin terbaik.
Viewed 1808 times by 636 viewers
Ribut-ribut DPT, Mengapa Tidak Ribut Saat DPS Dikeluarkan?
April 14, 2009
Pemilu 2009 semakin menuai penilaian negatif dari banyak kalangan. Setelah usulan pembenahan DPT sebelum pemilu oleh Megawati dan Prabowo Subianto ditolak oleh KPU dan pemerintah, kini banyak pihak yang menilai pemilu 2009 sebagai pemilu paling buruk sejak reformasi.
Kasus paling buruk pada pemilu 2009 ini adalah DPT yang amburadul, tidak mengakomodasi para pemilih yang memiliki hak pilih tetapi, seperti diberitakan oleh banyak media, malah memiliki DPT siluman yang memberi hak pilih kepada anak-anak yang belum punya hak pilih dan pemilih ganda.
Menanggapi pengaduan masalah DPT, ada pihak yang membela diri dengan mengatakan mengapa baru ribut mengenai DPT setelah DPT dikeluarkan dan tidak mengkritisi daftar pemilih sejak DPS dikeluarkan. Untuk pernyataan pembelaan seperti itu, saya memiliki sebuah pertanyaan, kapan DPS diumumkan oleh KPU?
Sebagai warga negara yang ingin berpartisipasi aktif dalam pemilu saya selalu menunggu pengumuman DPS yang konon akan disediakan di desa/kelurahan sehingga penduduk dapat memeriksa apakah dirinya terdaftar atau tidak. Faktanya, DPS tidak pernah diumumkan di desa/kelurahan tempat saya tinggal. Bahkan, DPT pun tidak diumumkan di desa/kelurahan.
Untuk pihak-pihak yang membela diri dengan mengandalkan DPS, silakan tunjukkan di desa/kelurahan mana saja DPS pernah diumumkan. Bahkan, DPT pun baru dibagikan kepada partai politik setelah marak kasus DPT siluman yang diberitakan oleh media.
Menanggapi semakin santernya tuduhan bahwa pada pemilu 2009 ini telah terjadi kecurangan sistematis, seperti yang ditudingkan oleh Rizal Ramli, saya tidak dapat membela KPU dan pemerintah. Apabila KPU dan pemerintah dapat membuktikan bahwa DPT bersih, barulah KPU dan pemerintah dapat dibela.
Bukan hanya sebagian partai politik yang meributkan DPT, Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) bahkan akan menggugat KPU berkaitan dengan DPT. KIPP menilai DPT bermasalah merupakan skenario politik. Selain KIPP, Lingkar Madani Indonesia (LIMA) juga menilai buruk pemilu 2009. LIMA menilai KPU hanya berhasil melaksanakan pemilu yang amburadul. Lagi-lagi, yang disoroti oleh LIMA adalah DPT. Menurut LIMA, masalah DPT bukan isapan jempol.
Terlepas dari DPT yang amburadul, saya sendiri merasakan bahwa politik uang masih dilakukan di lapangan. Saya tidak ingin menggugat masalah politik uang itu karena, khusus di dapil saya, Banten II, bahkan Panwaslu yang melaporkan pidana politik uang pun akhirnya mencabut laporannya. Politik uang merupakan tindak pidana yang sulit dibuktikan walaupun masyarakat selalu membicarakannya. Selanjutnya, terserah kepada Anda, bagaimana akan menilai pemilu 2009 ini.
Viewed 937 times by 426 viewers
Pergilah ke TPS pada 9 April 2009
April 8, 2009
Malam ini saya berpesan kepada Saudara-saudara saya sebangsa dan setanah air untuk pergi ke TPS pada 9 April 2009 dan berpartisipasi dalam pemilihan umum. Suara Saudara akan menentukan haluan bangsa selama lima tahun ke depan. Oleh karena itu, jangan bersikap apatis, pergilah ke TPS dan memilih. Apa pun pilihan Saudara.
Maaf, tidak bisa menulis panjang-panjang.
Viewed 921 times by 424 viewers
Pidato Prabowo Subianto pada Kampanye di Gelora Bung Karno
April 1, 2009
Pada 31 Maret 2009, Partai GERINDRA mengadakan kampanye nasional di Gelora Bung Karno, Senayan. Diperkirakan lebih dari 150 ribu orang hadir dalam kampanye tersebut tetapi sayang tidak semua peserta duduk di tribun atau masuk ke lapangan sehingga lebih dari separuh peserta kampanye tidak kelihatan oleh media.
Untuk yang tidak dapat hadir, berikut pidato Prabowo Subianto pada kampanye tersebut.
Viewed 1788 times by 993 viewers



