Orang Cipondoh dan Balaraja Buat KTA GERINDRA di Panongan
November 8, 2008
PAC Panongan memang belum di-SK-kan oleh DPD GERINDRA Banten tetapi geliatnya tidak pernah kendur. Panongan saat ini menjadi sentral dari wilayah Dapil 4 Kabupaten Tangerang yang meliputi wilayah Kecamatan Cikupa, Panongan, Curug, Legok, dan Kelapa Dua. Kader dari Curug dan Legok sering merapat ke Panongan. Bahkan, orang dari luar Dapil 4 pun ada yang membuat KTA dari Panongan.
H. Rayat Bin Djafar, seorang Ketua RW di Cukanggalih, Desa Ciakar, Kecamatan Panongan dan Kamaroni merupakan tokoh dari PAC Panongan. Apabila ditanya siapa yang membawa GERINDRA di Panongan maka orang-orang akan menyebut nama Roni atau H Rayat.
Saya bangga dengan kader-kader GERINDRA seperti mereka. H. Rayat contohnya. Beliau bukan pengurus PAC Panongan, bukan pula caleg dari Panongan. Akan tetapi, kiprahnya bagi GERINDRA saya nilai luar biasa. H Rayat mengusahakan sendiri atribut partai mulai dari bendera hingga kaos dan jas. Di sekeliling tempat tinggalnya berkibar bendera GERINDRA berukuran 1,25m x 2m sehingga membuat bendera GERINDRA lebih gagah daripada bebdera partai lain. Tidak cukup sampai di sana, H Rayat juga mengadakan fogging DBD dengan biaya sendiri. Operator fogging memakai kaos dan topi GERINDRA. H Rayat pun menggunakan kaos dan topi GERINDRA. Warga Cukanggalih tahunya yang melakukan fogging adalah Partai GERINDRA. Luar biasa.
Berkebalikan dengan itu, saya masih melihat pengurus PAC yang tampak enggan untuk berkorban demi GERINDRA. Mereka selalu menunggu dropping dari DPP. Oleh karena itu, saya sangat salut dengan H Rayat, seorang kader GERINDRA yang bukan caleg dan bukan pengurus tetapi ikhlas bergerak untuk GERINDRA. Saya yakin apabila sudah di-SK-kan, PAC Panongan akan berlari, bukan berjalan seperti saat ini.
Caleg DPR RI Membuat Desain Kalender Sendiri
November 4, 2008
Apabila ada caleg DPR RI yang membuat desain kalender sendiri untuk sosialisasi di daerah pemilihan, salah satunya adalah Moh Arif Widarto — caleg DPR RI Partai GERINDRA No. 2 dapil Banten 2 — alias saya sendiri. Saya membuat desain kalender sendiri bukan karena pandai menggunakan perangkat lunak grafis melainkan karena tidak mampu membayar desainer. Maklum, saya bukan caleg yang mampu menyediakan modal Rp5M - Rp8M untuk keperluan kampanye. Hehehe, bagi saya kursi DPR RI bukan barang dagangan makanya saya tidak akan menyebut semua pengeluaran kampanye sebagai modal. Bahkan menyebut biaya saja tidak, karena biaya pun harus kembali. Pengeluaran. Ya, saya menyebutnya pengeluaran.
Jangankan membuat desain kalender, memotong bambu untuk pasang bendera dan memasang bendera saja dilakukan sendiri dengan bantuan teman-teman. Saya selalu tampil apa adanya, tidak suka memaksakan diri.
Baiklah, daripada ngalor-ngidul, di bawah ini adalah hasil olah grafis saya yang saya sebut sebagai desain kalender itu. Hanya gambarnya saja, belum ada format kalendernya.

Ada yang tertarik untuk menyewa saya sebagai desainer grafis? Hahaha, saya bercanda. Saya bukanlah seorang desainer grafis.
Partai GERINDRA Menang Pemilu: Tidak Ada Yang Tidak Mungkin
September 5, 2008
Beberapa waktu yang lalu Partai GERINDRA mengeluarkan pernyataan bahwa Partai GERINDRA siap memenangi Pemilu 2009. Apakah itu mungkin?
Saya berani mengatakan bahwa tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Semua peluang — baik peluang untuk menang atau peluang untuk kalah — selalu terbuka. Yang saya tidak dapat menerima adalah apabila pernyataan tersebut dibuat tanpa dasar dan tanpa kalkulasi yang matang.
Sebuah partai politik harus memiliki tujuan yang dibagi menjadi tujuan jangka pendek, menengah dan panjang. Karena Partai GERINDRA sudah mencanangkankan Pak Prabowo Subianto sebagai Calon Presiden dari Partai GERINDRA maka menjadikan Pak Prabowo Subianto sebagai Presiden RI 2009 - 2014 harus menjadi tujuan jangka pendek Partai GERINDRA saat ini.
Saya mengklasifikasikan tujuan menjadikan Pak Prabowo Subianto sebagai Presiden sebagai tujuan jangka pendek karena pemilu presiden jangka waktunya hanya berbilang satu tahun. Sebuah jangka waktu yang pendek.
Apakah itu mungkin?
Sekali lagi saya katakan bahwa itu sangat mungkin. Yang perlu dimiliki oleh para pengurus, anggota dan simpatisan Partai GERINDRA saat ini adalah mental pemenang. Mental juara. Mereka yang bermental kalahan pasti akan pesimis dan ogah-ogahan dalam bekerja untuk mewujudkan tujuan jangka pendek itu. Sebaliknya, mereka yang bermental kalahan akan penuh rasa optimis dan bergairah dalam bekerja.
Tentu saja optimisme dan gairah saja tidak cukup untuk mewujudkan tujuan tersebut. Partai GERINDRA harus bekerja keras bahu-membahu secara bersama-sama tanpa kenal lelah. Partai GERINDRA harus menjadi sebuah working organization. Artinya, mesin politik Partai GERINDRA harus bergerak dengan optimal. Karena Partai GERINDRA menjadi kendaraan politik Pak Prabowo Subianto, maka Partai GERINDRA harus memiliki kelengkapan organisasi yang militan mulai dari tingkat tertinggi sampai ke tingkat terendah. Bahkan, Partai GERINDRA harus mampu mencetak kader-kader yang militan yang — sekali lagi — memiliki mental pemenang dan bekerja penuh gairah tanpa kenal lelah.
Kelengkapan organisasi mulai dari tingkat tertinggi sampai ke tingkat paling rendah merupakan sesuatu yang “must have” karena akan menjadi “modal dasar” untuk mewujudkan tujuan jangka pendek tersebut, bukan sesuatu yang “nice to have”. Apabila ada pengurus partai yang menjadikan kelengkapan organisasi sebagai sesuatu yang “nice to have”, saya berani mengatakan bahwa pengurus partai tersebut tidak memahami esensi untuk memenangkan pemilu.
Mesin politik yang mampu bekerja dengan baik, memiliki kelengkapan organisasi sampai tingkat paling rendah dan memiliki kader yang militan akan menjadi kendaraan politik yang ideal bagi Pak Prabowo Subianto untuk menjadi mandataris MPR periode 2009 - 2014. Oleh karenanya, pengurus partai harus memastikan bahwa Partai GERINDRA memiliki kelengkapan organisasi yang lengkap dan kuat.
Sesuatu yang “nice to have” bagi Partai GERINDRA adalah calon legislatif yang terkenal dan memiliki rekam jejak yang baik untuk dijadikan “vote getter”. Saya katakan “nice to have” karena “vote getter” ini pun tidak akan dapat berbuat banyak apabila mesin politik tidak bekerja optimal. Kita dapat melihat bahwa di panggung politik nasional ini ada partai yang tidak memiliki “vote getter” berupa tokoh-tokoh terkenal tetapi mampu menunjukkan prestasi yang cemerlang karena bekerjanya mesin politik dan militansinya para kadernya. Dengan kata lain, menggantungkan perolehan suara pemilih pada para “vote getter” semata akan menjadi sebuah kenaifan.
Saya sadar bahwa Partai GERINDRA adalah sebuah partai politik baru yang usianya kurang dari setahun sehingga perlu kerja yang ekstra keras untuk dapat menyiapkan mesin politik yang mampu bekerja secara optimal. Ya, kerja keras. Bahkan kerja ekstra keras itu kuncinya. Namun, jangan lupa, kerja keras itu harus disertai dengan kerja cerdas. Partai GERINDRA harus bekerja dengan strategi yang matang, bukan bekerja keras tanpa acuan. Strateginya apa, saya tidak dapat membeberkannya di sini walaupun saya sendiri sebagai bakal calon legislatif Partai GERINDRA telah menyiapkan rancangan strategi untuk sukses pencalegan saya. Inti dari strategi itu tidak lepas dari mesin politik sebagai modal dasar yang “must have”!
Dengan strategi yang matang dan bekerja keras + cerdas sesuai strategi yang ditetapkan, saya sendiri yakin bahwa Partai GERINDRA akan mampu mengajukan Calon Presidennya sendiri tanpa harus melakukan koalisi. Apabila Anda bertanya kepada saya apakah itu mungkin, saya akan menjawab bahwa ITU SANGAT MUNGKIN. Dan maaf, saya mengatakan itu bukan tanpa dasar atau pada saat mimpi. Saya penuh kesadaran dalam mengatakannya.
Partai GERINDRA bergerak untuk Indonesia!
Rachel Maryam Caleg Partai Gerindra Nomor 1 Dari Jabar II
August 26, 2008
Mungkin teman-teman ada yang sudah tahu maupun belum tahu bahwa Rachel Maryam diajukan oleh Partai Gerindra sebagai caleg dari daerah pemilihan Jawa Barat II yang meliputi Kabupaten Bandung dan Bandung Barat. Di dapil tersebut, Rachel Maryam menempati nomor urut 1.
Tentu teman-teman semua juga sudah banyak mendengar cibiran dari sementara kalangan mengenai artis yang menjadi caleg. Ada yang mengatakan bahwa artis mungkin saja populer di mata publik tetapi belum tentu memiliki kapasitas sebagai calon legislator. Menanggapi hal tersebut, Rachel Maryam mengatakan bahwa alasannya menerima tawaran sebagai caleg adalah untuk memberikan ide, pemikiran dan warna baru di legislatif.
“Alasan saya untuk menerima tawaran menjadi caleg, selain ingin ikut memberikan ide, pemikiran, dan warna baru di legislatif (dan itu tentunya sudah terdengar sangat klise sekali di telinga anda), menurut saya, tidak ada salahnya kalau ada perwakilan seniman yang duduk di legislatif.”
Rachel Maryam menuliskan hal tersbut di blognya pada posting berjudul “Saya dan pencalegan“.
Saya sendiri, terus terang, tidak ikut mencibir kepada selebritas yang dilamar maupun mendaftarkan diri sebagai caleg. Menurut saya, apa pun dapat dipelajari, termasuk segala hal yang berkaitan dengan proses legislasi. Selanjutnya, saya yakin bahwa apabila mau belajar, setiap orang pasti akan mampu juga memahami segala seluk beluk ketatanegaraan dan pemerintahan.
Kita tentu dapat berkaca pada pengalaman Sophan Sophiaan (almarhum), Komar, Dede Yusuf, Angelina Sondakh, dan beberapa artis lain yang telah berhasil duduk sebagai anggota DPR. Mereka pun dapat bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsi mereka sebagai anggota DPR. Bahkan, kalau kita mau belajar keluar, di Amerika Serikat sudah ada bintang film yang menjadi presiden, yaitu Ronald Reagan. Bintang film yang menjadi gubernur juga ada, yaitu Arnold Schwarzeneger. Saat ini di Indonesia, Dede Yusuf sudah menjadi Wakil Gubernur Jawa Barat dan Rano Karno menjadi Wakil Bupati Tangerang. Bukan tidak mungkin ke depan semakin banyak selebritas yang menjadi anggota DPR dan Kepala/Wakil Daerah. Bahkan, tidak menutup kemungkinan ada selebritas yang menjadi presiden.
Berbeda dari Rachel Maryam, sampai saat ini saya belum tahu dapat nomor berapa dari daerah pemilihan mana. Partainya sih sama, Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA)
Prabowo Subianto : Politik tidak Sekejam yang Dibayangkan
August 23, 2008
Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto, menilai politik tidak sekejam yang dibayangkan banyak orang, karena politik justru dapat menentukan kebijakan mengenai arah kehidupan rakyat menuju kemakmuran.
“Karena itu jangan sampai alergi terhadap politik. Hadirnya puluhan partai politik (Parpol) diharapkan menjadi wadah bagi para politisi yang jujur dan ikhlas mengabdi kepada rakyat,” ujarnya dalam pidato politik pelantikan pengurus DPD Partai Gerindra Bangka Belitung di Pangkalpinang, Sabtu (23/8).
Selain itu, katanya, tuntutan demokrasi mengharuskan munculnya banyak partai politik untuk memberi kebebasan kepada rakyat untuk memilih pemimpinnya yang terbaik.
Menurut dia, politik dapat menentukan berapa uang yang harus dikeluarkan untuk sekolah,rumah sakit,perbaikan jalan,pelabuhan, lapangan terbang, polisi, tentara, PNS, listrik, air bersih, itu semua ditentukan oleh politik.
“Jadi, kalau kita ingin merubah kehidupan ke arah yang lebih baik maka harus berani dan tidak alergi dengan politik,karena politik tidak sekejam seperti yang kita bayangkan,”ujarnya.
Partai Gerindra,kata Prabowo yang didirikan dengan proses yang sangat cepat,hanya beberapa bulan, ingin muncul dengan citra,gaya dan warna tersendiri.Sehingga mampu menjadi alternatif dan harapan bagi rakyat untuk membawa perubahan di tengah bermunculannya puluah parpol baru. “Saya mengharapkan Gerindra menjadi partai yang bersih dan benar-benar ingin mengabdi kepada rakyat Indonesia dalam upaya memperbaiki kehidupan bangsa,”ujarnya.
Menurut Prabowo,rakyat akan kecewa dan semakin apatis apabila partai berdiri hanya menjadi wadah untuk kepentingan sekelompok orang. “Partai yang hanya menjadi wadah untuk mencari keuntungan pribadi, akan ditinggalkan dan dicemoohkan oleh rakyat.Apalagi rakyat saat ini tengah mengalami berbagai kesulitan di bidang ekonomi dan berharap parpol bisa menjadi harapan mengatasi hal tersebut,” ujarnya. (Mediaindonesia.com via Partai Gerindra)
Prabowo Kritik Pembangunan Ekonomi
August 23, 2008
Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Prabowo Subianto, menilai pembangunan perekonomian Indonesia hanya dinikmati segelintir masyarakat.
“Sistem ekonomi yang dibangun lebih menguntungkan kalangan pengusaha dan hanya segelintir masyarakat yang menikmatinya,” ujarnya saat menghadiri pelantikan pengurus DPD Partai Gerindra Provinsi Bangka Belitung di Pangkalpinang, Sabtu.
Menurut Prabowo, kalangan elit bangsa memberikan ruang gerak seluas-luasnya kepada kaum kapitalis untuk menjadi pelaku ekonomi yang hanya memikirkan kepentingan pribadi.
“Itulah salah satu penyebab kemiskinan dan kemelaratan yang melanda rakyat Indonesia, karena kapitalis sama sekali tidak peduli dengan rakyat,”ujarnya.
Ia menunjukkan contoh terjadinya kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) yang melanda para buruh, pendapatan di bawah ketentuan upah minimum provinsi (UMP) dan pengusaha yang mengabaikan keselamatan kerja buruhnya adalah bentuk bisnis kapitalis yang tidak berpihak pad kehidupan rakyat.
“Untuk itu,Gerindra bertekad menjadi wahana dan wadah politik baru yang menjadi harapan rakyat untuk membawa perubahan dan menentukan arah dan kebijakan ekonomi yang selama ini belum berpihak kepada rakyat kecil,”ujarnya.
Prabowo menambahkan,persoalan mendasar yang dialami bangsa ini adalah krisis ekonomi yang selalu melanda dan belum pulih hingga sekarang.
“Kondisi tersebut harus disikapi dengan tidak `memelihara` pengusaha yang menganut bisnis kapitalis,tetapi pengusaha yang memiliki jiwa nasionalisme yaitu bertekad membangun perekonomian bangsa sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat,”ujarnya. (Antara.co.id via Partai Gerindra)
Prabowo Subianto: Kader Partai Gerindra Dilarang Korupsi
August 17, 2008
Pada pidatonya dalam rangka memperingati hari ulang tahun kemerderkaan Republik Indonesia di hadapan para pimpinan dan kader Partai Gerindra di Karanggan, Bogor, menyatakan bahwa kader Partai Gerindra diharamkan untuk melakukan korupsi.
Menurut pemaparan beliau, Partai Gerindra berniat menyelamatkan bangsa. Oleh karena itu, segala praktek tidak baik yang telah dilakukan oleh orang lain selama ini tidak boleh dilakukan oleh kader Partai Gerindra. Bagaimana mungkin Partai Gerindra akan menyelamatkan bangsa apabila perilakunya tidak berbeda dengan mereka yang merugikan bangsa?
Pada kesempatan tersebut Pak Prabowo Subianto juga memperkenalkan Ibu Armin Arjoso, mantan Kepala BKKBN, yang telah bergabung dengan Partai Gerindrta dan akan berjuang di wilayah Jawa Tengah. Pak Prabowo mengatakan bahwa selama sepuluh tahun ini program KB telah dilupakan sehingga akibatnya, Indonesia akan menghadapi ledakan penduduk. Partai Gerindra akan kembali memperhatikan dan menggalakkan program KB agar pertumbuhan penduduk Indonesia dapat dikendalikan.
Selain itu, Pak Prabowo juga mengingatkan bahwa bangsa kita harus bangkit dan mandiri. Kita harus malu menjadi bangsa pengutang. “Apakah para pendiri bangsa dulu berjuang agar kita menjadi bangsa peminjam?” Seluruh hadirin menjawab serentak, “TIDAAAAKKKK!!!!”
–*–
Moh Arif Widarto melaporkan langsung dari Nusantara Polo Club, Karanggan, Bogor.
Bismillah, Saya Bergabung Dengan Partai Gerindra
July 28, 2008
Setelah mempelajari naskah Deklarasi Partai, AD/ART Partai Gerakan Indonesia Raya (Partai Gerindra) maka dengan mengucakan “Bismillahirrahmaanirrahiim” saya bergabung dengan Partai Gerindra.
Partai dengan nomor urut 5 ini saya nilai akan menjadi partai yang menjadi bagian dari pemecahan masalah, terutama bagi masyarakat lemah, baik yang lemah secara ekonomi maupun sosial. Partai Gerindra akan mengusung program dari masyarakat dan melaksanakan program tersebut.
Saya sendiri selama ini sangat sulit untuk menentukan partai untuk menyalurkan aspirasi dan melakukan perjuangan. Akan tetapi, Partai Gerindra mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan saya. Ide mengenai ekonomi kerakyatan untuk mewujudkan kemandirian sangat sesuai dengan idealisme saya bahwa bangsa yang dihamparkan oleh Allah di atas kepulauan Nusantara ini akan mampu mandiri dengan segala potensi yang dimilikinya asal dapat dikelola dengan baik oleh orang-orang yang berprinsip untuk meletakkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi atau golongan. Saya menilai Indonesia mampu untuk mewujudkan kemandirian dengan melakukan perdagangan antar pulau. Kita tidak harus bergantung kepada pihak asing karena segala potensi sumberdaya alam kita menyediakan hampir semua yang kita perlukan.


