Free Blogger Template


Gratis Buku "The Journey" Karya Gola Gong"

image Sampeyan sudah memasuki usia remaja pada tahun 80-an dan suka membaca majalah Hai? Sampeyan tentu membaca Balada Si Roy. Dan tentu Sampeyan ingat nama pengarangnya. Ya, Gola Gong!

Dari blog pribadinya saya membaca bahwa Gola Gong memutuskan untuk berhenti kuliah dan menjadi penulis. Balada Si Roy adalah ceritanya yang diterima oleh majalah Hai dan menjadikannya berbulat tekad untuk menjadi penulis. Sungguh mengagumkan, berbekal tekad, Gola Gong pergi ke Jakarta untuk menjadi penulis. Kini, Gola Gong sudah menerbitkan banyak buku. Dia pun aktif di Rumah Dunia. Di sana Gola Gong dan teman-teman aktif mengajarkan kepada siapa saja, terutama anak-anak untuk berkarya baik di bidang penulisan maupun seni.

Gola Gong yang berlengan satu — lengan kirinya buntung — pernah menjelajah Asean dengan bersepeda. Dia juga berkelana ke negeri-negeri lain. Cerita perjalanannya diangkat dalam buku terbarunya “The Journey” yang diterbitkan oleh Maximalis (Bandung).

Nah, Gola Gong membagi dua buku “The Journey” secara gratis. Syaratnya, Sampeyan hanya perlu menulis satu paragraf yang menceritakan kisah perjalanan Sampeyan. Tertarik? Silakan langsung ke halaman ini >>>>>>>

Saya sedang lirak-lirik Pak Ersis dan Pak Sawali nih. Siapa tahu bikin kontes serupa.

- edensor - Hanya Sebuah Buku Harian?

image Menyusul khatamnya Sang Pemimpi saya juga khatam membaca edensor hari ini. Namun sayang seribu sayang saya merasakan grafik kepuasan saya menurun membaca edensor ini. Lebih rendah dari Sang Pemimpi yang nilai kepuasan saya telah lebih rendah dari Laskar Pelangi. Kalau digambarkan grafik kepuasan saya menurun dari LP ke SP dilanjutkan turun lagi dari SP ke edensor.

Berbeda dengan Laskar Pelangi — terlepas dari saya merasa bodoh — membaca edensor tidak memberi sensasi rasa seperti yang diberikan oleh Laskar Pelangi. Edensor saya rasakan datar saja dan membacanya hanya berasa seperti membaca sebuah buku harian.


Baca selengkapnya… »

Tags: , ,

Sang Pemimpi Membuat Saya Kembali Bermimpi

image Berbeda dengan Laskar Pelangi yang membuat saya menjadi bodoh, Sang Pemimpi sudah mampu membuat saya menjadi manusia rata-rata. Saya tidak bodoh dan tidak pintar dan keadaan itu cukuplah untuk membantu saya menikmati cerita dalam Sang Pemimpi dengan lebih baik.

Cerita yang disuguhkan dalam Sang Pemimpi sangat manusiawi dan saya kira banyak contohnya yang terjadi di dunia nyata. Saya kira Andrea Hirata mampu menyampaikan dengan sempurna pesan bagi pembacanya untuk berani bermimpi.

Sudah banyak orang yang menyampaikan bahwa pencapaian-pencapaian luar biasa yang berhasil dicatatkan oleh umat manusia berasal dari mimpi yang dibuat. Tentu kita harus memandang mimpi di sini sebagai cita-cita. Bukan mimpi yang menjadi bunga tidur kita. Andrea Hirata menyampaikan pesan untuk berani bermimpi itu dengan kemampuan bertuturnya yang apik dan dengan contoh yang sangat menggugah. Tokoh Arai yang telah menjadi yatim piatu sejak kecil justru menjadi tokoh yang mengajarkan kepada Ikal untuk terus bermimpi. Sungguh sangat membangkitkan semangat ketika Arai menasehati Ikal ketika Ikal melorot drastis rankingnya.

“Biar kau tahu, Kal, orang seperti kita tak punya apa-apa kecuali semangat dan mimpi-mimpi, dan kita akan bertempur habis-habisan demi mimpi-mimpi itu!!”


Baca selengkapnya… »

Tags: , ,

Menerbitkan Buku Itu Gampang

Minggu lalu saya membeli ebook karya Jonru. Judulnya Menerbitkan Buku Itu Gampang.

Saya memang ingin tahu seluk belum penerbitan buku. Bukan karena Pak Ersis menantang saya untuk membukukan tulisan-tulisan saya. Bukan pula karena Pak Sawali menerbitkan kumpulan cerpennya. Bukan kedua alasan di atas melainkan karena saya memang ingin tahu seluk beluk penerbitan buku. Saya malas bertanya pada orang dan lebih suka untuk membaca dari buku mengenai pengetahuan tertentu, termasuk cara menerbitkan buku.

Jujur saja, saat ini saya baru membaca sampai halaman 17 dari 142 halaman keseluruhan isi buku elektronik itu. Gaya tutur Jonru di ebook itu sederhana dan mudah dipahami dan diserati dengan contoh-contoh yang aplikatif. Saya berharap bisa memahami seluk beluk penerbitan buku setelah khatam membaca buku elektronik ini.

Kalau membeli buku elektronik Menerbitkan Buku Itu Gampang, Sampeyan juga akan mendapatkan bonus empat buku elektronik lain dan voucher diskon 20% di BelajarMenulis.com.

Ada yang tertarik? Terus terang setelah membeli buku elektronik itu setiap pembeli akan diberi taut reseller. Saya pun memilikinya. Nah, yang ingin melihat halaman promosi buku elektronik itu, silakan klik saja gambar di atas. Modelnya memang seperti gaya Anne Ahira karena Jonru pernah belajar di AsianBrain.com.

Saya kira Jonru tidak melakukan penipuan karena Jonru menjual produk. Bahkan, disebut MLM atau money game pun bukan. Hmm… ada yang jual ebook panduan untuk membuat website seperti milik Jonru itu nggak?

Tags:

Membaca Laskar Pelangi Serasa Bodoh

Kalau tidak salah ingat saya pernah menyampaikan bahwa saya sudah mengakuisisi Laskar Pelangi, Sang Pemimpi dan edensor dari Gramedia Karawaci. Laskar Pelangi belum selesai saya baca. Pembatas masih saya selipkan di antara halaman 384 dan 385. Saya baru akan membaca Bab 28 yang berjudul Societeit de Limpai. Minggu lalu saya sama sekali libur membaca. Tentu Sampeyan semua tahu mengapa saya bisa libur membaca. Yang belum tahu bisa membaca-baca postingan minggu lalu (maaf, bukan promosi).

Saya belum selesai membaca Laskar Pelangi. Novel yang sangat terlambat saya baca. Terus-terang saya memang agak kurang suka segala sesuatu yang pop. Apa pun yang pop dan jadi tren sesaat hampir pasti tidak akan saya ikuti. Sebagai bukti sampai saat ini saya belum pernah membaca Saman yang konon spektakuler. Saya belum pernah membaca Ayat-ayat Cinta. Filmnya pun saya tidak nonton. Apa yang pop, kecuali post office protocol tidak mampu membuat saya ikut-ikutan.

Lalu, mengapa saya mengakuisisi tiga dari tetralogi Laskar Pelangi?
Baca selengkapnya… »

Tags: ,

Free Blogger Template

Moh Arif Widarto adalah bloger yang mengalami krisis identitas karena tidak mau memilih satu dari dua platform blog yang paling populer. Oleh karenanya, dia mengelola blog ini untuk pengguna WordPress yang fanatik dan mendambakan kemudahan komentar dan WWW.Widarto.Net untuk bloger yang masih cinta Blogger dan menganggap commenting system di Blogger nggak masalah. Berkunjung ke sini atau ke sana sama saja isinya.