Naskah Kontrak Politik Moh Arif Widarto - KBBC
September 22, 2008 | Dibaca 23 kali
Menyambung tulisan berjudul kopi darat dan kontrak politik, berikut adalah naskah kontrak politik tersebut.
Silakan klik untuk memperbesar.
Mengenai kontrak politik ini, Om Anggara juga menuliskan pada tulisan mengenai laporan kopdar KBBC dan dukungan kepada MAW.
Artikel Terkait
14 Responses to “Naskah Kontrak Politik Moh Arif Widarto - KBBC”
Got something to say?




terobosan berani dari caleg yang ada sekarang.
maju terus kang…
Artikel terakhir itikkecil: Beberapa alasan kenapa saya tidak suka belanja ke hypermarket
Terimakasih, Mbak Ira, saya akan maju terus.
[Reply]
waduh … salah posisi ya.. harusnya tanda tangan di sebelah kanan
Artikel terakhir nindityo: Bubarin KBBC Besok !
Hayo, siapa yang duluan tanda tangan?
[Reply]
Mari berusaha untuk kebaikan…
Artikel terakhir Jauhari: Laskar Pelangi
Insya’ Allah, Om Udin. Mohon doa dan dukungannya.
[Reply]
Mantap Bang MAW,
Selamat dan sukses atas langkah pertama sebagai caleg dari Gerindra.
Salut atas komitmen yang ditunjukkan dalam kontrak politik.
Salam, Sukses, Selalu
Artikel terakhir Komang Adi: Arti Kehadiran SBY
Terimakasih, Mang. Saya selalu siap untuk membuat kontrak politik dengan siapa pun asalkan bukan kontrak untuk bagi-bagi proyek atau apa pun yang berindikasi merugikan negara.
[Reply]
Salah satu caleg yang saya percaya bahwa dia akan merasa malu apabila gagal membawa amanat yang telah dibebankan di pundaknya.
Mestinya Indonesia memiliki lebih banyak lagi orang-orang seperti abang. Yang saya sangat percaya, bahwa abang akan selalu berusaha untuk tidak mengecewakan orang-orang yang telah percaya pada abang.
Semoga abang tidak berjalan sendiri. Karena bagaimanapun juga, sulit, apabila abang harus berjalan sendiri.
Saya benar-benar berharap perjuangan abang tidak jadi sia-sia hanya karena tidak ada yang mendukung abang dan abang harus berjalan sendiri. Negeri ini benar-benar harus memiliki lebih banyak lagi orang-orang seperti abang, agar abang tidak berjalan sendirian.
Artikel terakhir Yeptirani: Hiii⦠Gak Mau Jadi Anak Setan!!!
Terimakasih atas dukungan dan kepercayaannya.
Insya’ Allah saya tidak akan sendiri. Ada Yeyep dan akan ada yang lain yang memiliki kesamaan visi untuk membawa bangsa ini ke arah yang lebih baik dan bersedia berjuang bersama.
[Reply]
[...] Kontrak politik sebagai tanda dukungan saya kepada Kang Kombor sebenarnya sangat sederhana koq, yaitu saya meminta Kang Kombor bila menjadi anggota DPR tidak akan menggunakan ketentuan-ketentuan pidana pencemaran nama yang ada dalam KUHP, UU Penyiaran, dan UU ITE, jika ada seseorang yang mengkritiknya secara vulgar sekalipun [...]
Mas, ada lagi blogger yang nyalon jadi Caleg g? Gimana kalau dibikin persatuan Blogger Caleg Indonesia ?
Artikel terakhir yasir maqosid: Kamus Haji dan Umrah
Sejauh yang saya tahu baru ada saya dan http://baliguide.biz, Pak Yasir. Apabila dibalik, caleg ngeblog insya’ Allah akan banyak.
[Reply]
Bang,
Pengen tanya aja bang.
1. Apa sih yang menjadi motivasi abang menjadi anggota legislatif?
Saya kesal dengan banyaknya anggota legislatif yang tersangkut perkara korupsi dan asusila. Anggota legislatif tidak boleh seperti itu. Saya tidak mau kekesalan saya hanya berhenti pada keluh kesah dan gunjingan. Oleh karena itu, saya bismillah mendaftar sebagai bacaleg untuk mengurangi aleg kotor dan politisi busuk.
Selain itu, saya ingin memperjuangkan produk-produk hukum (UU) yang pro kepentingan nasional dan tidak berpotensi merugikan bangsa dan negara.
2. Apa sih yang menjadi dasar abang bergabung dengan Gerindra? Kenapa tidak dengan partai lain?
Silakan baca pada posting berjudul “Bismillah, saya bergabung dengan Partai GERINDRA”, saya sudah menjelaskannya di sana.
3. Kontrak politik menurut saya cuma jualan “caleg aja”. Biar keliatan lebih keliatan “bertanggung jawab dan berdedikasi”. Wong pada saat disumpah dengan kitab suci aja mereka tetap melakukan “kejahatan”, apalagi kalo cuma kontrak dengan beberapa orang aja. Gimana caranya saya bisa yakin kalau abang benar2 akan memenuhi kontrak politik itu?
Sah-sah saja Anda berpikiran seperti itu, bahwa kontrak politik hanya jualannya caleg. Akan tetapi, dapat saya sampaikan bahwa kontrak politik di atas merupakan inisiatif Mas Anggara. Saya sendiri berpendapat bahwa isi kontrak politik tersebut sangat positif bagi kehidupan kita dalam berbangsa dan bernegara, terutama dalam hal berdemokrasi. Menyadari hal tersebut, saya bersedia menandatangani kontrak politik tersebut.
Saya tidak akan berusaha meyakinkan Anda bahwa saya akan memenuhi kontrak politik tersebut karena dengan orang yang disumpah dengan kitab suci saja Anda tidak percaya. Apalagi hanya kontrak politik yang ditandatangani beberapa orang saja. Saya tidak ingin mengumbar janji. Saya pun tidak ingin menjatuhkan harga diri saya nanti dengan menciderai kontrak politik yang sudah saya buat. Dengan mempublikasikan kontrak politik tersebut saya berharap publik dapat ikut mengawasi dan menjaga komitmen saya.
Itu aja dulu deh bang. Semoga tetap bisa terus memperjuangkan idealisme abang
Terimakasih. Amin.
Rgd/
sondi - TN4
[Reply]
kontrak politik yg menarik, walaupun isu mengenai pembuatan kontrak politik oleh bacaleg-bacaleg bukan sesuatu yg baru di dunia politik demokrasi di Indo.
akan lebih baik lagi apabila pembuatan kontrak politik ini memakai sistem dan prosedur yg baik dan benar secara hukum dan isi. bangsa indonesia hrs mau belajar melakukan segala sesuatunya dgn jalan yg benar, bukan hanya memikirkan hasilnya saja.
Saya akan sangat berterimakasih apabila Anda dapat mengoreksi kontrak politik di atas agar sesuai dengan sistem dan prosedur pembuatan kontrak politik yang baik dan benar sesuai hukum dan isi. Saya dan Mas Anggara (yang praktisi hukum) tidak berkeberaratan memperbaiki kontrak politik tersebut. Saya tunggu koreksi dari Anda.
[Reply]
waduh musim kontrakan nichhhhhhh…saya juga mau cari kontrakan achhhh..
salam sukses buat semua Caleg dapil 2 semoga terpilih dan selalu inget ama wong cilik.
Terimakasih Mas Kris atas dukungannya. Saya sendiri wong cilik. Bagaimana mungkin bisa lupa sama wong cilik? Insya’ Allah kalau jadi anggota DPR nanti saya tidak akan kelayaban ke karaoke untuk bagi-bagi proyek.
[Reply]
mudah2an kontrak politk semacam ini mampu menjadi media yang tepat utk membagkitkan semangat dan kepercayaan publik terhadap kapablitas mas arif sbg bloger yang sekaligus politikus yang visiober.
Terimakasih Pak Sawali. Mohon doa restu dan dukungannya, Pak.
[Reply]
Maju terus kang.
Walau cuma segelintir aja orang yg ikut tanda tangan kontrak itu, tapi bisa mewakili jutaan orang yang nantinya akan bergantung dengan akang, Insya Allah.
Jgn nyerah dengan materi….
Jgn nyerah dengan ketakutan ..
Jgn nyerah dengan kesempitan …
Semoga Allah melindungi akang
Terimakasih atas dukungan dan doanya, Om Indrio. Saya yakin kalau Sampeyan hadir dalam acara bukber juga akan tanda-tangan. Btw, kontrak politik itu masih terbuka untuk ditandatangani siapa pun loh…
[Reply]
Selamat untuk Kontrak Politiknya Bang. Semoga sukses.
Terus terang saya awam tentang isi kontrak politik tersebut. Atau dengan kata lain, saya tidak mengerti apa2 yg menjadi ketentuan2 yg di-kontrakpolitik-kan, contoh2 kasus, dan apa implikasinya. Akan lebih baik abang ngebahas secara khusus tentang ini.
Terimakasih Rut. Mungkin Om Anggara yang bisa membahas soal kontrak-kontrakan itu.
[Reply]
yang penting jangan ikut - ikutan ngorok waktu sidang ya, jangan ikut - ikutan korupsi, kalau sudah jadi anggota legislatif nanti ^,^ bangun citra yang positif biar masyarakat respect sama legislatif. Tolong ingat suara kami ya, semangat! kalau satu orang tetep kukuh dan disertai dua orang tiga orang pasti legislatif dapat berfungsi dengan baik. Ingat ya fungsi legislatif untuk membuat keputusan guna mengatasi masalah negara bukan menghabiskan uang negara….saya yakin Anda berbeda.
Ngorok waktu sidang? Malu aahhh…
Korupsi? Ah, untuk apa korupsi? Saya bukan pemuja harta atau uang. Saya selalu bersyukur atas rejeki yang dikaruniakan Allah SWT kepada saya. Harta benda bukan orientasi hidup saya.
[Reply]