Kopi Darat dan Kontrak Politik
September 21, 2008 | Dibaca 27 kali
Acara yang mendekatkan bloger selain jual-beli komentar adalah kopi darat. Bloger akan cepat akrab walaupun baru sekali bertemu karena di dunia maya (blogosfer) mereka sudah saling mengenal dari kegiatan saling kunjung blog dan jual-beli (tukar-menukar) komentar. Oleh karenanya, tidak perlu heran apabila banyak cerita yang seru dalam setiap acara kopi darat para bloger.
Tadi sore, Bloger Tangerang yang tergabung dalam Komunitas Bloger Benteng Cisadane mengadakan kopi darat yang dikemas dalam acara buka bersama. Sebagai lokasi keramaian, dipilihlah rumah Om Anggara, aktivis hukum KBBC. Hadir dalam buka bersama itu Edy, Ade, Didit, Aha, Triyani, Ranto, Joey + Chic, Ajo dan saya sendiri.
Kopi darat kemarin bukan kopi darat biasa karena Om Anggara telah menyiapkan naskah kontrak politik antara KBBC dengan saya sebagai bacaleg DPR RI dari Partai GERINDRA. Isi kontrak politiknya adalah apabila saya terpilih menjadi aleg (anggota legislatif) maka saya tidak akan menggunakan pasal pencemaran nama baik untuk menuntut warga masyarakat yang mengkritik saya. Saya setuju dengan kontrak politik tersebut dan telah menandatangani kontrak politik tersebut.
Sebagai warga negara yang ingin memperbaiki negara ini melalui jalur politik dengan maju sebagai bacaleg, saya selalu terbuka untuk membuat kontrak politik dengan siapa pun asal isi kontrak politiknya bukan berupa hal saya harus memberikan kontribusi dana atau kontribusi proyek apabila saya terpilih jadi aleg nanti. Saya bersedia membuat kontrak politik yang isinya berupa kemaslahatan bagi bangsa dan negara, bukan yang berpotensi merugikan bangsa dan negara.
Banyak bacaleg yang maju ke pentas pemilu dengan harapan dapat mengatur proyek-proyek APBN bagi konco-konconya atau kelompok usahanya. Demi Allah, saya bukan tipe bacaleg model seperti itu. Saya maju menjadi bacaleg karena panggilan jiwa saya untuk memperbaiki ketidakberesan yang selalu dikeluhkan oleh banyak orang. Apabila yang lain hanya mengeluh, bicara, ngerumpi atau menulis, maka saya mengambil jalan lain yaitu terjun ke politik dan akan memperbaiki sistem dari dalam sistem itu sendiri. Tidak ada gunanya mengeluh saja tanpa berbuat. Insya’ Allah, saya akan berbuat, bukan mengeluh.
Tujuan saya maju sebagai bacaleg bukanlah harta atau memperkaya diri. Saya selalu kagum dengan almarhum ayah saya yang sampai pensiunnya dari PNS tetap belum dapat membangun rumah sendiri tetapi hidup dengan perasaan tentram karena tidak makan uang haram. Kami hidup bersahaja tetapi bahagia lahir batin. Oleh karena itu, saya tidak akan melakukan korupsi di manapun. Tidak di tempat saya bekerja. Tidak pula di Senayan nanti (Insya’ Allah kalau saya mendapatkan kursi nanti).
Manusia harus punya prinsip dan integritas. Saya, walaupun bukan siapa-siapa (nobody), memiliki prinsip dan integritas. Insya’ Allah prinsip dan integritas tetap akan saya pegang teguh sampai kapan pun. Termasuk, apabila saya berhasil menjadi siapa-siapa (somebody).
Jadi, kapan Sampeyan akan membuat kontrak politik dengan saya? Asal kontrak politik yang tidak ditujukan untuk kepentingan pribadi/komersil yang nanti pasti akan merugikan negara, saya akan bersedia bersepakat dengan Sampeyan.
Artikel Terkait
10 Responses to “Kopi Darat dan Kontrak Politik”
Got something to say?



dan janji tetep rajin mengunjungi blog saya walau isinya entar nyelekit
Insya’ Allah Kang Slamet. Saya akan tetap mengunjungi blog Sampeyan. Yang nylekit itu (kalau ada) akan saya tanggapi dengan komentar, bukan tuntutan pencemaran nama baik. You can keep my words. :)
[Reply]
wahhh dah teken kontrak ma mas slamet nih ???
GOLPUT YESSSSSSS
Menurut saya golputers adalah mereka yang cuci tangan atas permasalahan dan penentuan nasib bangsa. Misalnya dalam pemilihan aleg, tidak memilih siapa pun tetapi selalu menyalahkan siapa pun yang jadi aleg. Sedangkan, maju jadi bacaleg tidak berani. Apabila nggak memilih aleg mana pun, artinya golputers tidak punya hak mengawasi kinerja aleg mana pun. Dalam kata lain, cuci tangan adalah sebutan bagi mereka yang tidak mau bertanggung jawab.
[Reply]
[...] Kang Kombor juga sudah menandatangani “Kontrak Politik” dalam acara Buka-bukaan KBBC kemarin, maka dukungan saya adalah dukungan penuh bagi Kang [...]
[...] bertambah ramai saat Kang Kombor menandatangi “kontrak politik” dan membicarakan soal agenda KBBC seperti Pesta Blogger 2008, Donor Darah, dan Pelatihan Blogging [...]
saya dukung kang kombor ke senayan
(tapi bukan dengan cara berangkat nyoblos ke serang lho kang)
Artikel terakhir nindityo: Bubarin KBBC Besok !
[Reply]
saya juga dukung Kombor ke senayan
asal ga lupa tujuan awalnya aja ya kang;)
[Reply]
[...] bertambah ramai saat Kang Kombor menandatangi “kontrak politik” dan membicarakan soal agenda KBBC seperti Pesta Blogger 2008, Donor Darah, dan Pelatihan Blogging [...]
[...] juga sepertinya sangat amat serius dalam masalah ini. Terbukti dengan keberaniannya menandatangani kontrak politik dengan anggota KBBC. Berikut kontrak politik yang beliau [...]
maju terus kang kombor…
[Reply]
Moh Arif Widarto Reply:
November 19th, 2008 at 10:58 am
Terimakasih, Om. Jangan lupa untuk bersama bangun bangsa ya.
[Reply]