Kedaulatan Bangsa Atas Semua Bidang Harus Dikembalikan

September 1, 2008 | Dibaca 21 kali

Saya miris membaca artikel Peter F Gontha di Bisnis Indonesia yang berjudul “Kedaulatan atas migas masih minim“. Artikel tersebut bercerita mengenai sangat minimnya kedaulatan kita atas migas sehingga kita tidak mampu membukukan keuntungan dari melonjaknya harga minyak dunia.

Tulisan kedua yang membuat saya semakin miris adalah tulisan di Kompas yang berjudul Indonesia masuk ke perangkap pangan yang menceritakan betapa Indonesia saat ini –dalam bidang pangan– sudah bergantung kepada multinasional asing (Amerika Serikat). Ke depan, kalau kita tidak segera bangun dari tidur, kita akan bergantung sepenuhnya kepada asing. Itu artinya ketahanan pangan kita saat itu sudah benar-benar rawan karena kita sama sekali sudah tidak memiliki kedaulatan di bidang pangan.

Visi saya, Indonesia untuk Indonesia, di dalamnya juga berisi pesan untuk mengembalikan kedaulatan bangsa atas apa pun. Kita harus memiliki kedaulatan dalam bidang ekonomi supaya kita tidak mudah didikte oleh asing. Oleh karena itu, ketahanan ekonomi kita harus kita tingkatkan. Caranya adalah dengan melakukan segala usaha guna mewujudkan kemandirian bangsa di sektor ekonomi.

Apakah berhenti di bidang ekonomi saja? Tentu saja tidak. Kita juga harus berdaulat penuh atas wilayah teritorial kita. Tidak boleh ada lagi sejengkal pun wilayah kita yang diambil oleh asing. Kita tidak boleh lembek. Kalau memang harus berperang untuk itu, kita harus melakukannya. Untuk itu, kita harus memiliki angkatan bersenjata yang kuat. Saat ini, angkatan bersenjata kita berada pada titik yang lemah. Alat utama sistem senjata kita kurang memadai untuk menjaga teritorial kita yang sangat luas. Bahkan, dibandingkan dengan negara kecil semacam Singapura, alutsista kita sangat tertinggal. Kita harus meningkatkan kemampuan angkatan bersenjata kita kalau kita berkeinginan untuk mengabadikan perdamaian. Kalau angkatan bersenjata kita lemah, perdamaian akan ternodai karena negara tetangga kita akan selalu melakukan segala cara untuk merampok wilayah kita.

Dalam bidang pangan, kita harus mengeluarkan diri dari jebakan pangan yang dilakukan oleh para kapitalis global yang dimotori Amerika Serikat melalui perusahaan multinasionalnya. Mungkin Anda semua menganggap remeh hal tersebut. Akan tetapi, apabila kita sudah benar-benar masuk perangkap, Anda akan menyadari betapa yang saya ungkapkan ini memang patut diperjuangkan.

Salah satu cara untuk mengembalikan kedaulatan atau ketahanan pangan adalah dengan mencapai swasembada pangan. Kita harus mampu mencukupi kebutuhan pangan kita sendiri. Baiklah, saat ini kita mampu membiayai impor. Akan tetapi, coba pikirkan apabila kita berada dalam situasi di mana lebih dari separuh kebutuhan pangan kita dipasok melalui impor dan di dunia terjadi krisis pangan. Apakah negara pengekspor pangan akan mementingkan pasokan dalam negerinya atau memenuhi permintaan kita? Atau, tidak usahlah sekestrim terjadinya krisi pangan. Anggap saja 75% kebutuhan pangan kita impor dari luar. Lalu, negara-negara pemasok menaikkan harga pangan yang kita impor. Apakah kita tidak akan memasuki wilayah bahaya baru?

Buat apa kita merdeka tetapi kita tidak memiliki kedaulatan atas apa pun? Saya kira, Anda akan setuju dengan saya. Salah satu cita-cita kemerdekaan kita adalah agar kita dapat berdaulat. Berdaulat atas semua hal yang mempengaruhi nasib kita senbagai bangsa.

Jadi, apabila ada satu gerakan yang mengajak Anda untuk mewujudkan kedaulatan bangsa dan mewujudkan Indonesia Raya, apakah yang masih menghalangi Anda untuk bergabung?

Artikel Terkait

6 Responses to “Kedaulatan Bangsa Atas Semua Bidang Harus Dikembalikan”

  1. Epat on September 1st, 2008 8:30 pm

    gak ada kang yg menghalangi, dan masalahnya juga gak ada yang menghalangi untuk tidak bergabung :-D hehehe

    [Reply]

  2. Kyai Slamet on September 2nd, 2008 6:33 pm

    saya sepakat dengan anda… mari kita wujudkan ketahanan pangan bagi bangsa ini. semoga kita bisa lepas dari jeratan MNC yang kapitalis ituh… semoga!
    varietas lokal kita masih banyak yang bisa diberdayakan sehingga kita tidak tergantung dengan benih “impor” hasil MNC juga…
    tapi, saya PNS mas… so gak boleh bergabung apalagi mbalon :D

    [Reply]

  3. Arif on September 2nd, 2008 7:22 pm

    @epat:
    Sampeyan pinter juga menjawabnya. Kekekeke…

    @kyai slamet:
    Sampeyan nggak boleh gabung atau pun mbalon? Oke, yang penting Sampeyan boleh milih kan ;)

    [Reply]

  4. sawali tuhusetya on September 5th, 2008 7:12 pm

    kedaulatan sejatinya adalah milik rakyat seutuhnya, mas arif. sayangnya, lembaga wakil rakyat yang selama ini dinilai sebagai penjelmaan kedaulatan rakyat jadi mandul akibat banyaknya kepentingan. dibutuhkan wisdom dan kearifan utk memgembalikan kedaulatan rakyat yang sesungguhnya agar bangsa kita benar2 menjadi bangsa yang terhormat dan bermartabat.

    [Reply]

  5. Caleg DPR RI Bukannya Bagi-bagi Duit Malah Membuka Rekening Sumbangan | Moh Arif Widarto on November 5th, 2008 11:43 am

    [...] berhak menikmati seluruh kekayaan alam yang kita miliki, bukan bangsa-bangsa asing di luar sana. Kita harus berdaulat atas diri kita sendiri. Indonesia untuk Indonesia karena semua orang memiliki hak untuk [...]

  6. BangunBanten.Com » Blog Archive » Caleg DPR RI Banten 2 Bukannya Bagi-bagi Duit Malah Membuka Rekening Sumbangan on November 10th, 2008 3:49 am

    [...] berhak menikmati seluruh kekayaan alam yang kita miliki, bukan bangsa-bangsa asing di luar sana. Kita harus berdaulat atas diri kita sendiri. Indonesia untuk Indonesia karena semua orang memiliki hak untuk [...]

Got something to say?