Idul Fitri dan Kemandirian Bangsa

September 30, 2008

Setelah menunaikan ibadah puasa selama sebulan penuh di bulan Ramadhan, insya’ Allah pada 1 Syawal 1429H yang jatuh pada 1 Oktober 2008, umat Islam di Indonesia akan merayakan Hari Raya Idul Fitri yang merupakan hari kemenangan. Saya ucapkan selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir batin.

Di Indonesia, Idul Fitri merupakan hajat nasional yang sangat besar karena Idul Fitri dirayakan oleh sekitar 80 persen penduduk Indonesia. Pada momentum Idul Fitri ini terjadi transaksi finansial, barang dan jasa yang sangat besar. Transaksi finansial berwujud transaksi pengiriman uang baik dari luar negeri ke dalam negeri maupun antar daerah, dari kota ke desa. Transaksi barang berupa belanja sandang dan pangan. Bayangkan 80 persen penduduk Indonesia berbelanja sandang dalam waktu yang bersamaan. Saya kira, apabila ditunjukkan statistiknya, belanja sandang menjelang Idul Fitri merupakan belanja sandang terbesar yang terjadi di Indonesia. Selain sandang, transaksi pangan juga mengalami peningkatan. Pada saat seperti ini lonjakan permintaan terjadi sedangkan pasokannya saya tidak yakin bertambah karena setiap lebaran harga sembako selalu naik. Di luar sandang dan pangan, konsumsi bahan bakar juga meningkat karena terjadinya pergerakan manusia yang sangat besar antarwilayah. Untuk jasa, kita dapat menempatkannya pada jasa transportasi dan pengiriman barang.

Sungguh sebuah hajatan nasional yang sangat besar yang harus didukung oleh ketahanan nasional, terutama ketahanan di bidang pangan dan energi.

Hajatan nasional Idul Fitri membutuhkan pasokan pangan dan energi yang sangat besar. Pada masa ini, permintaan bahan makanan pasti melonjak. Permintaan daging (sapi, ayam, kambing) meningkat. Permintaan telur ayam meningkat. Permintaan beras meningkat. Permintaan terigu meningkat. Sampai saat ini, semua kebutuhan tersebut masih dapat dipenuhi. Akan tetapi, kita tidak tahu pada tahun-tahun mendatang karena kita belum swasembada daging sapi. Kita tidak lagi berswasembada beras. Apalagi terigu, kita sangat bergantung pada impor karena gandum bukanlah tanaman tropis.

Di bidang energi kita juga patut bersyukur karena pada hajatan Idul Fitri tahun ini pasokan energi kita cukup. Akan tetapi, Idul Fitri tahun depan, tidak ada yang mampu menjamin. Saat ini, kita sedang berada di ambang krisis energi. Kita sudah menjadi net importer minyak. Tidak jarang kita lihat masyarakat harus antri BBM. Di sisi lain, pemadaman bergilir listrik sering kita alami. Bahkan, saat ini banyak pabrik yang terpaksa harus menggilir hari liburnya karena tidak mencukupinya pasokan listrik untuk industri.

Saya yakin kita semua tidak ingin negara ini memiliki ketergantungan pangan dan energi kepada pihak luar. Bangsa kita akan semakin lemah apabila tidak mampu memenuhi kebutuhan pangan dan energinya secara swasembada. Oleh karena itu, pada kesempatan Idul Fitri ini saya mengajak seluruh komponen bangsa Indonesia untuk bangkit dan mewujudkan kemandirian bangsa untuk mengurangi ketergantungan kepada pihak luar. Sasaran terdekat kita yang ada di depan mata adalah swasembada pangan dan swasembada energi demi kejayaan Indonesia Raya.

dukungan

September 27, 2008

saya dukung bapak menjadi anggota legislatif

Maju Terus Bang!

September 25, 2008

Maju terus bang… Saya pernah berkata “Rasanya seperti gempa, kalau abang berubah dari kondisi sekarang” Jujur, abang seorang nasionalis tulen. Tegas, bahkan terlalu tegas bagi sebagian orang karena komentar abang yang tanpa kompromi terhadap sesuatu yang tidak benar. Politik di Indonesia rimba raya, pendapat saya ditengah ketegasan abang, hadapi rimba raya dengan kepala yang dingin. Dengan ini, abang akan menegaskan bahwa abang adalah seorang nasionalis yang pake otak dan punya hati.

Buat masyarakat Kota Serang, Kabupaten Serang dan Kota Cilegon…. jangan lupa 9 April 2009 untuk memilih Bang Arif. Perubahan bukan hanya dengan kata-kata tetapi juga dengan tindakan bukan…. Semoga Tuhan memberkati sumpah dan janji abang untuk memberikan karya terbaik bagi masyarakat, bangsa dan negara.

Bambang HD Kapolri Baru

September 24, 2008

Hari ini DPR menyetujui untuk memilih Bambang HD sebagai Kapolri baru menggantikan Sutanto. Bambang HD berjanji akan melakukan perbaikan sistem internal Polri dengan fokus pada pungutan liar. Bambang HD juga akan meneruskan prestasi yang sudah dibukukan oleh pejabat sebelumnya.

Sebagai warga negara, saya meminta kepada Kapolri baru agar memberantas korupsi di tubuh Polri secara menyeluruh dan tuntas. Korupsi bukan hanya terjadi pada kasus pungutan liar. Korupsi dalam proses pengadaan barang dan jasa Polri juga harus diberantas tuntas.

Selain itu, backing pejabat Polri pada sindikat narkoba juga harus diberantas habis. Memang sulit membuktikan keterlibatan pejabat Polri dalam membekingi sindikat narkoba. Akan tetapi, tidak sedikit isu yang berkembang di masyarakat mengenai hal tersebut yang cukup dijadikan indikasi bahwa praktik backing itu ada.

Selanjutnya, untuk menciptakan perwira polisi yang bersih, sistem upeti kepada atasan harus diberantas. Saya sering mendengar bahwa seorang perwira polisi yang akan melanjutkan studi di PTIK tidak jarang harus memberi upeti kepada atasannya. Hal seperti itu sungguh aneh dan busuk! Praktek yang harus dihentikan.

Caleg DPR RI Partai GERINDRA Dapil Banten II (Kab Serang, Kota Serang dan Kota Cilegon)

September 23, 2008

Pada tanggal 26 September 2008 yang akan datang, apabila tidak terlambat, KPU akan mengumumkan Daftar Sementara Calon Legislatif DPR RI. Tujuan dari diumumkannya daftar sementara tersebut adalah untuk menerima masukan dari masyarakat atas para bakal caleg tersebut. Kepada masyarakat diberikan waktu lebih kurang sebulan untuk memberikan masukan dan pada akhir Oktober 2008 nanti KPU akan menetapkan Daftar Tetap Calon Legislatif DPR RI Pemilu 2009. Masyarakat mungkin lebih mengenalnya sebagai DCT atau Daftar Calon Tetap.

Daftar Caleg Dapil Banten II Partai GERINDRA

Daerah Pemilihan Banten II terdiri dari Kabupaten Serang, Kota Serang dan Kota Cilegon. Apabila tidak berubah, susunan bakal caleg Partai GERINDRA untuk Dapil Banten II adalah:

1. Idin Rosyidin
2. Moh Arif Widarto, SE
3. Avy Permata Sari
4. Anita Viola
5. Safri, SE
6. Lasiyono
7. Nunung Eko Waluyo, SPd
8. Franklin RF
9. Mu’rifat
10. Rudy Sigandaru

Partai GERINDRA menempatkan saya sebagai bacaleg nomor urut 2 di Dapil Banten II. Sebagai kader, saya menerima penempatan tersebut. Sebelumnya, pada saat mendaftar saya memilih Dapil Banten III yang terdiri dari Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang. Menurut saya, yang memiliki prasetya “dan di manapun berada, memberikan karya terbaik bagi masyarakat, bangsa, negara dan dunia”, penempatan saya di Banten II tidak menjadi masalah bagi saya.

Banten telah menjadi bagian dari hidup saya karena saya sudah tinggal di Provinsi Banten sejak tahun 1994. Sudah 14 tahun. Setiap hari saya bernafas di atas bumi Banten. Makan dari bahan makanan yang dibeli dari pedagang di wilayah Banten. Menikah dengan wanita Banten. Oleh karena itu, memperjuangkan perbaikan kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai wakil Banten II tidak menjadi masalah bagi saya karena saya adalah bagian dari Banten.

Dengan Idin Rosyidin dan Avy Permata Sari saya pernah bertemu sekali. Dengan para bacaleg yang lain saya belum pernah bertemu. Insya’ Allah saya akan aktif menjalin silaturahmi dengan semua bacaleg dari Banten II. Tidak hanya bacaleg DPR RI tetapi juga bacaleg DPRD Provinsi dan DPRD Kab/Kota di Banten II.

Kepada masyarakat, silakan berikan penilaian kepada kami. Khusus untuk saya sendiri, saya alumnus SMA Taruna Nusantara Magelang dan alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Pelita Harapan. Tinggal di Graha Sevilla T.02/15 - Citra Raya, Tangerang. Saat ini belerja di PT Esa Mandiri Teknologi yang beralamat di Jl. Gaharu Terusan I No. 5A, Jakarta Selatan.

Saya selalu siap untuk diverifikasi oleh siapa pun dalam kaitan dengan pencalonan saya sebagai anggota legislatif DPR RI 2009 - 2014.

Naskah Kontrak Politik Moh Arif Widarto - KBBC

September 22, 2008

Menyambung tulisan berjudul kopi darat dan kontrak politik, berikut adalah naskah kontrak politik tersebut.

Silakan klik untuk memperbesar.

Mengenai kontrak politik ini, Om Anggara juga menuliskan pada tulisan mengenai laporan kopdar KBBC dan dukungan kepada MAW.

I Support MAW as MP

September 22, 2008

Saya dukung Kang Kombor sebagai anggota DPR

Maju terus Boss!!

September 22, 2008

maju terus boss..demi kejayaan negara ini. jabatan adalah amanah, dan pasti akan dipertanggungjawabkan. Berjalanlah dengan idealisme yang tetap dipengang tinggi. Lawan kemungkaran system yang ada, kalo tidak kuat melawan, minimal diam dan undur diri. sebaik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia yang lain

Menjelang Idul Fitri Radar KPK Perlu Dipertajam

September 21, 2008

THR. THR. THR.

THR bukan hanya dituntut oleh pekerja berkerah biru alias buruh. Pegawai berkerah putih pun banyak yang menunggu-nunggu THR. Pun para pemakai baju safari.

Menjelang Idul Fitri seperti ini, banyak buruh berunjuk rasa meminta THR segera dibagikan. Itu kalau kelas buruh. Pegawai berkerah putih biasanya hanya saling bisik dengan temannya. Pemakai baju safari, akan menelpon kroni-kroni proyeknya.

Pemakai baju safari bukan yang di legislatif saja. Yang di eksekutif pun kita golongkan ke pemakai baju safari. Toh mereka sama-sama penyelenggara negara. Yudikatif pun kita masukkan ke sana, supaya tidak iri.

Di negara ini, pengadaan barang dan jasa lembaga negara telah diatur mekanismenya melalui Keppres No 80 Tahun 88. Ada yang melalui lelang, ada yang bisa melalui penunjukan langsung. Yang melalui lelang, idealnya peserta lelang memiliki kedudukan sama. Akan tetapi pada prakteknya, tidak jarang pemenang lelang sudah ditentukan sebelum lelang dimulai. Keppres 80 memang ada tetapi faktanya, peraturan itu banyak celahnya dan celah itu sering dimanfaatkan oleh panitia lelang dan kontraktor yang cerdik.

Di antara sekian banyak proyek APBN, berapa persen yang bisa dijamin tidak ada kong kalikong antara panitia lelang dengan kontraktor? Beranikah pemilik anggaran menjawab 100 persen? Beranikah para kontraktor menjawab 100 persen?

Dulu Presiden berjanji bahwa pemberantasan korupsi akan dimulai dari rumahnya sendiri. Mari kita tanya, apakah Presiden berani menjamin bahwa semua lelang pengadaan barang dan jasa di RUMGAPRES 100 persen bebas kong kalikong? Beranikah Presiden menjawab itu? Begitu pula Pak Wapres. Beranikah menjamin SETWAPRES 100 persen pengadaan barang dan jasanya yang dibiayai APBN bebas kong kalikong?

Agar lelang pengadaan barang dan jasa pemerintah bebas kong kalikong sebaiknya penyelenggaraannya dilakukan oleh sebuah Badan tersendiri yang terlepas dari bouwheer. Apabila Panitia Lelang masih jadi satu dengan pemilik anggaran maka manipulasi dan kong kalikong akan selalu dilakukan. Ah, semua orang pasti tahu mengenai hal itu.

Menjelang Idul Fitri seperti saat ini, KPK harus memperkuat sinyal radarnya. Banyak transaksi pemberian THR bagi tikus-tikus yang berada di lingkungan bouwheer atau Panitia Lelang. Nggak usah semua proyek diawasi. Mulai dulu dari proyek-proyek di atas Rp1M karena potensi besaran THR-nya, yang pasti diambil dari nilai pekerjaan, akan cukup besar.

Tulisan saya mengenai pejabat busuk punya banyak nomor ponsel bukan mengada-ada. Banyak kok pejabat yang memegang ponsel yang nomornya bulan terdaftar atas namanya sendiri melainkan nama orang lain. Sehingga, apabila akan bertransaksi gelap, mereka tidak menggunakan nomor telepon yang terdaftar atas namanya tetapi menggunakan nomor yang terdaftar atas nama orang lain.

Sekali lagi, menjelang Idul Fitri seperti ini, radar KPK perlu dipertajam. Transaksi THR dari uang negara sangat banyak.

Kopi Darat dan Kontrak Politik

September 21, 2008

Acara yang mendekatkan bloger selain jual-beli komentar adalah kopi darat. Bloger akan cepat akrab walaupun baru sekali bertemu karena di dunia maya (blogosfer) mereka sudah saling mengenal dari kegiatan saling kunjung blog dan jual-beli (tukar-menukar) komentar. Oleh karenanya, tidak perlu heran apabila banyak cerita yang seru dalam setiap acara kopi darat para bloger.

Tadi sore, Bloger Tangerang yang tergabung dalam Komunitas Bloger Benteng Cisadane mengadakan kopi darat yang dikemas dalam acara buka bersama. Sebagai lokasi keramaian, dipilihlah rumah Om Anggara, aktivis hukum KBBC. Hadir dalam buka bersama itu Edy, Ade, Didit, Aha, Triyani, Ranto, Joey + Chic, Ajo dan saya sendiri.

Kopi darat kemarin bukan kopi darat biasa karena Om Anggara telah menyiapkan naskah kontrak politik antara KBBC dengan saya sebagai bacaleg DPR RI dari Partai GERINDRA. Isi kontrak politiknya adalah apabila saya terpilih menjadi aleg (anggota legislatif) maka saya tidak akan menggunakan pasal pencemaran nama baik untuk menuntut warga masyarakat yang mengkritik saya. Saya setuju dengan kontrak politik tersebut dan telah menandatangani kontrak politik tersebut.

Sebagai warga negara yang ingin memperbaiki negara ini melalui jalur politik dengan maju sebagai bacaleg, saya selalu terbuka untuk membuat kontrak politik dengan siapa pun asal isi kontrak politiknya bukan berupa hal saya harus memberikan kontribusi dana atau kontribusi proyek apabila saya terpilih jadi aleg nanti. Saya bersedia membuat kontrak politik yang isinya berupa kemaslahatan bagi bangsa dan negara, bukan yang berpotensi merugikan bangsa dan negara.

Banyak bacaleg yang maju ke pentas pemilu dengan harapan dapat mengatur proyek-proyek APBN bagi konco-konconya atau kelompok usahanya. Demi Allah, saya bukan tipe bacaleg model seperti itu. Saya maju menjadi bacaleg karena panggilan jiwa saya untuk memperbaiki ketidakberesan yang selalu dikeluhkan oleh banyak orang. Apabila yang lain hanya mengeluh, bicara, ngerumpi atau menulis, maka saya mengambil jalan lain yaitu terjun ke politik dan akan memperbaiki sistem dari dalam sistem itu sendiri. Tidak ada gunanya mengeluh saja tanpa berbuat. Insya’ Allah, saya akan berbuat, bukan mengeluh.

Tujuan saya maju sebagai bacaleg bukanlah harta atau memperkaya diri. Saya selalu kagum dengan almarhum ayah saya yang sampai pensiunnya dari PNS tetap belum dapat membangun rumah sendiri tetapi hidup dengan perasaan tentram karena tidak makan uang haram. Kami hidup bersahaja tetapi bahagia lahir batin. Oleh karena itu, saya tidak akan melakukan korupsi di manapun. Tidak di tempat saya bekerja. Tidak pula di Senayan nanti (Insya’ Allah kalau saya mendapatkan kursi nanti).

Manusia harus punya prinsip dan integritas. Saya, walaupun bukan siapa-siapa (nobody), memiliki prinsip dan integritas. Insya’ Allah prinsip dan integritas tetap akan saya pegang teguh sampai kapan pun. Termasuk, apabila saya berhasil menjadi siapa-siapa (somebody).

Jadi, kapan Sampeyan akan membuat kontrak politik dengan saya? Asal kontrak politik yang tidak ditujukan untuk kepentingan pribadi/komersil yang nanti pasti akan merugikan negara, saya akan bersedia bersepakat dengan Sampeyan.

Next Page »