Ketika Diperlukan Website KPU Tidak Dapat Diakses
August 20, 2008 | Dibaca 21 kali
Pukul 00:00 WIB tadi malam merupakan batas akhir pendaftaran calon legislatif bagi partai politik peserta pemilu 2009. Sebanyak 38 partai politik telah mendaftarkan calon legislatifnya ke KPU.
Rakyat Indonesia tentunya ingin mengetahui siapa saja yang didaftarkan oleh partai politik peserta pemilu sebagai calon legislatif karena rakyat ingin ikut menilai dan memverifikasi rekam jejak para caleg tersebut. Akan tetapi, lagi-lagi KPU memberikan kepada kita kekecewaan. Setelah sebelumnya saya tulis bahwa wesbite KPU tidak lengkap, maka hari ini website KPU bahkan tidak dapat diakses sama sekali.
Gambar di atas adalah bukti bahwa website KPU tidak dapat diakses. Google memberi tanda bahwa website KPU offline. Ya, memang wesbite KPU tidak dapat diakses oleh para pengunjung. Saya sudah berkali-kali mencoba mengakses sampai saat ini, pukul 17:02 waktu komputer saya, website KPU masih belum dapat diakses.
Saya jadi bertanya-tanya mengenai kemampuan KPU untuk menyelenggarakan pemilu 2009. Apabila media penyampaian informasinya saja tidak lengkap dan bahkan tidak dapat diakses oleh masyarakat, bagaimana mungkin KPU akan dapat menyelenggarakan pemilu yang demikian rumit karena banyaknya partai dan luasnya wilayah Indonesia.
Mudah-mudahan KPU dapat segera melengkapi kekurangan-kekurangan yang ada di website KPU dan segera mengganti penyedia layanan hostingnya apabila memang tidak dapat diandalkan. Apabila website KPU dihosting di server sendiri, sebaiknya diperiksa lagi akses internetnya apakah dapat diandalkan atau tidak. Website KPU adalah media informasi KPU yang harus selalu dapat diakses oleh publik. Sangat tidak pantas apabila website KPU tidak dapat diakses oleh masyarakat.
Artikel Terkait
10 Responses to “Ketika Diperlukan Website KPU Tidak Dapat Diakses”
Got something to say?



salam dari bandung
saya sependapat dengan artikel anda
kapan yaah paranormal dan pesulap terjun di dunia politik, tapi kalau pesulap bahaya kalau jadi wakil rakyat kalau korupsi susah di tanggkap KPK apaligi para normal bisa di santet bohh
artikel terbaruku….. mimpi jadi presiden
http://esaifoto.wordpress.com
[Reply]
wah anggota gerindra, mau dong aku jadi anggota partainya di wilayah bali .
[Reply]
@esaifoto:
Untuk paranormal bukannya sudah ada Permadi, SH di DPR, Ceu?
@baladika:
Silakan hubungi Bli Arya di BaliGuide.biz. Sahabat saya itu juga aktivis Gerindra.
[Reply]
biasa kang ….
gmn mo bner ?!? lha yg nyelenggarin pemilu ja kyak gini !?!?
jd sudh maklum euy kyak gituan …
[Reply]
Capek dech mas..kalau disaat di perlukan kok webnya KPU mabuk…jangan..jangan…ah sudahlah ..positif thingking
[Reply]
@afwan:
Konon website KPU dihack sama orang yang ngantor di Gedung BEJ. Tapi yang dihack sistem KPU lama apa website KPU yang baru yang dibuat hanya dengan Joomla?
Kalau benar ada yang ngehack, sungguh keterlaluan. Sangat tidak nasionalis.
@Mbak Diah:
Ya, mari berpikir positif saja. Positif bahwa karena anggaran KPU tidak disetujui penuh, website diganti pake Joomla yang opensource terus habis itu nggak bisa diakses publik. Mungkin saja nggak kuat bayar hosting.
Apa perlu dibayarin hostingnya ya, Mbak?
[Reply]
Kenapa situs besar sekeren KPU masih menggunakan Joomla? yang kita tahu joomla memiliki seabrek bugs yang amat menyengsarakan pemilik situs.
[Reply]
@jadul:
Situs KPU yang lama sebenarnya lumayan dan cukup representatif. Mungkin KPU yang baru berpendapat bahwa kebaruan mereka juga berarti bahwa website KPU juga harus dirombak habis. Implementasi dari pendapat itu berarti ada proyek pembaruan website KPU.
Sayang sekali, yang menang proyek mungkin ngertinya hanya Joomla, nggak bisa membangun CMS sendiri.
Eh, itu masih mungkin loh. Lagipula, bagi saya pakai Joomla ya nggak apa-apa asalkan KPU baru jangan sengaja menyembunyikan data-data pemilu 2004 seperti yang ditunjukkan dalam website yang baru.
[Reply]
hahahaa…., itumah biasa kang arif
met berpuasa maaf lahir bathin
sukses slalu
[Reply]
caleg partai gerindra kota kediri nomor urut 1 dan 2 di isi semuanya oleh keluarga ( anak dan istri) dari ketua DPC partai gerinda kota kediri. Harap ini dibetulkan untuk kemenengan partai di kota kediri. Semua lapisan masyarakat sangat menyesali KKN di partai gerindra tsb. terima kasih.
[Reply]