GrandMax Spesies Angkot Baru Pengganti Kijang
July 16, 2008
Saat Toyota Kijang dihentikan produksinya dan diganti dengan Kijang Innova, jagad perangkotan mengalami kevakuman pasokan angkot baru. Di wilayah Jakarta Raya dan sekitarnya, Toyota Kijang memang merupakan kendaraan favorit untuk dijadikan angkot. Selain harganya tidak terlalu mahal, Kijang pun irit, bandel dan perawatannya mudah. Semua bengkel mobil di pinggir jalan akan mampu memberikan layanan perawatan maupun perbaikan pada mesin Kijang yang rewel. Akan tetapi, begitu produksi Kijang dihentikan dan diganti dengan Kijang Innova, regenerasi angkot seakan terhenti. Kijang Innova dari sisi harga dan bentuk jelas kurang pas untuk angkot. Selain itu, perawatan Innova juga harus dilakukan di bengkel-bengkel resmi. Tentu biaya operasional pengusaha angkot akan bengkak apabila harus membawa angkotnya ke bengkel resmi.
Selain Toyota Kijang, spesies mobil lain yang favorit dijadikan angkot adalah Suzuki Carry. Mobil kecil ini bandel juga. Bahkan, populasi Suzuki Carry yang dijadikan angkot lebih banyak daripada Kijang. Di kota-kota kecil Suzuki Carry sebagai angkot menjadi pemandangan yang biasa. Saya menyaksikan hal tersebut di banyak kota di Jawa seperti Bogor, Wonosobo, Temanggung, Cirebon, Serang dan lain-lain.
Sejak peluncuran perdana Kijang Innova pada September 2004 sampai semester pertama 2008 pengusaha angkot kebingungan untuk mencari suplai kendaraan untuk dijadikan angkot. Toyota Kijang sudah semakin tua dan banyak yang harus diregenerasi. Kalau Kijang diganti Carry, nampaknya akan ada penurunan kapasitas angkut yang cukup signifikan. Di lapangan, Kijang sebagai angkot melayani trayek yang lebih jauh daripada Carry. Nampaknya, akan kurang ekonomis apabila Kijang diganti dengan Carry. Sedangkan, mengganti dengan Isuzu atau ELF juga kurang pas. Benar-benar membingungkan.
Untunglah, kini sudah hadir Daihatsu GrandMax. Varian terbaru keluaran Daihatsu ini bisa lebih pas dijadikan angkot daripada Toyota Avanza, Daihatsu Xenia maupun Suzuki APV. Kapasitas angkutnya lumayan banyak dan dari sisi harga tidak terlalu mahal. Saya sudah melihat sebuah GrandMax yang dijadikan angkot saat berhenti di lampu lalu lintas Pondok Pinang di seberang Gedung RPX (kantornya Edy). Ada sebuah angkot bertrayek Ciputat - Kebayoran Lama yang mencolok penglihatan saya karena bentuknya tidak biasa. Karena penasaran, saya lewati angkot itu dan saya lihat bagian kepalanya. Ternyata sebuah Daihatsu GrandMax! Saat melihat itu, saya langsung berkata dalam hati, “Species baru angkot telah lahir.”
Kini para pengusaha angkot tidak perlu bingung lagi apabila akan melakukan regenerasi angkotnya yang sudah kadaluwarsa dimakan usia. Ada mobil baru yang bisa dijadikan angkot dan siap disandingkan dengan Kijang dan Carry. Saya yakin tidak lama lagi species baru angkot ini sudah akan mudah kita jumpai di jalanan. mari kita tunggu saja.
Asal gambar:
- Innova http://medanrentcar.indonetwork.co.id/253655/kijang-innova.htm
- Angkot Kijang http://rumahriri.net/blog/?m=200702
- Angkot Carry http://kolor-terbang.blogdrive.com/archive/71.html
- GrandMax http://wb4.indo-work.com/pdimage/99/s_602499_caij8xib.jpg
6 Tanggapan to “GrandMax Spesies Angkot Baru Pengganti Kijang”
Bagaimana pendapat Anda?












M 44, kampung melayu-karet juga sudah mulai ada beberapa grandmaxnya.
pregio gimana?…. sekalian muat buanyak

tambah mantaaf
niiih tapi
ngirit
BBM gak
Salam kenal Sebelumnya mas
Mending pemerinta pusat adakan aja Angkot Gratis
wah makin keren kalo angkotnya pake APV ato ESCUDO wah pasti banyak yang naek…
salam kenal ya mas
angkot di kendal sejak dulu ndak berubah, mas arif. masih pakai carry warna kuning. ndesa banget, yak?