Partai Gerakan Indonesia Raya

Wasir

June 14, 2008

Wasir. Ya wasir yang itu. Ada juga yang menyebut dengan ambeien. Bahasa Pak/Bu Dokter menyebut hal itu dengan hemorrhoid.

Konon wasir itu merupakan pembengkakan pembuluh darah. Seperti varises tetapi tempatnya di sekitar anus. Ada dua macam wasir, yaitu wasir luar dan wasir dalam. Wasir luar benjolan akibat pembengkakan pembuluih darahnya ada di luar anus. Sedangkan wasir dalam terjadi di dalam lubang anus. Pada penderita wasir dalam, kadang-kadang wasir harus didorong kembali ke dalam.

Ada beberapa penyebab wasir. Di antaranya adalah: (1) suka mengejan / ngeden pada saat buang air besar, (2) terlalu lama duduk di kursi setiap hari (3) terlalu lama duduk di kloset duduk, mungkin sambil baca koran/majalah/novel dan (4) makanan / pola makan yang kurang serat (5) sering memberi tekanan pada perut (misal fitnes)

Bagaimana pengobatannya?

Apabila sedang kambuh wasir dapat diobati dengan rhodium 2x 1 sehari selama seminggu dan dibantu dengan Borraginol S untuk dimasukkan lubang anus 3 malam berturut-turut. Menurut dokter, wasir tidak dapat sembuh benar dan cenderung sering kambuh.

Untuk wasir yang parah perlu operasi. Konon operasi ini akan merusak O ring anus.

Di Jakarta ada klinik khusus wasir yang bernama Tefaron. Klinik ini menyembuhkan wasir yang belum parah tanpa operasi dalam tempo 12 hari. Yang penasaran silakan kunjungi websitenya di www.tefaron.com.

-*-

Saya punya wasir sejak 4 tahun yang lalu. Nampaknya wasir luar karena mulanya hanya berupa benjolan kecil seperti buntut kecebong di anus bagian belakang. Saya tidak ambil pusing karena belum mengganggu.

Setahun belakangan, seiring dengan kemajuan dunia perwasiran saya — yaitu wasir makin membesar — maka apabila feses sedang keras atau saya makan sambal terlalu banyak benjolan wasir akan tergores feses dan timbul pendarahan. Pada tingkat ini tidak sakit walaupun ada pendarahan.

Nah, saat ini (sudah hampir dua minggu) saya benar-benar tersiksa dengan wasir saya. Ke mana pun saya pergi, bagaimana pun posisi saya (entah duduk atau berdiri), berhenti atau berjalan dan bahkan tiduran pun bagian yang ada wasirnya terasa sakit. Layaknya manusia yang lain, saya baru kelimpungan ketika wasir ini parah. Padahal, seharusnya diobati saat masih dini. Untuk yang tidak punya, cegahlah agar jangan sampai punya. Punya wasir sebesar atau separah apa pun tidak akan membuat Sampeyan makin terpandang. Percayalah.

Saat ini saya menuruti saran adik kelas saya yang dokter untuk mengobati dengan rhodium dan borraginol S. Saya sedang mikir-mikir untuk pergi ke Tefaron. Kesembuhan akan dicari walau bukan ke dokter. Eh, kecuali dukun ya. Saya nggak mau disembur.

Saya memang duduk di kursi selama 7 jam sehari. Duduk di jog motor 3 - 4 jam sehari. Kalau sedang bawa mobil kantor, duduk di jog mobil 2,5 - 3 jam sehari. Buang air besar kadang-kadang saja mengejan. Makan serat sepertinya kurang. Istri di rumah kurang masak sayur-sayuran. Olah raga? Olah raga saya: nonton motoGP, nonton F1, nonton sepak bola, nonton bulu tangkis, nonton bola voli, nonton basket. Semuanya nonton!

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google

7 Tanggapan to “Wasir”

  1. chodirin on June 14th, 2008 3:13 pm

    wasir gara2 kebanyakn dudukkah? wah gawat saya lebih 12 jam duduk.

  2. fauzansigma on June 14th, 2008 8:34 pm

    semoga para blogger itu gak pada kena wasiran..
    *gara2 sering duduk di depan kompi*

  3. ulan on June 16th, 2008 2:13 am

    kalau gitu mulai sekarang aku mau onlen sambil lari-lari ah..

  4. Nayantaka on June 16th, 2008 4:28 am

    wasir iku karo dobolen podho ora kang? aku yo duwe je

  5. goop on June 16th, 2008 8:07 am

    hihihi, jenis olah raganya, kita sama pak :D
    *toss*

  6. edratna on June 22nd, 2008 12:36 am

    Waduhh …padahal pekerjaanku lebih banyak duduk, entah mengetik, memimpin atau dipimpin saat rapat, mempresentasikan…untungnya sekarang lebih banyak mengajar, paling tidak jadi berdiri seharian…dan malamnya kaki mesti dikompres air hangat…hehehe (tanda-tanda penuaan, padahal dulu tiga hari berturut-turut saat hamil 6 bulan mengandung si bungsu masih kuat).

    Itu juga mungkin yang membuat si bungsu tak pernah berhenti, ada saja yang dikerjakannya, berhentinya kalau tidur di malam hari, itupun udah larut.

  7. dani on August 15th, 2008 3:00 am

    iya kang selain pengobatan itu..perubahan pola hidup kang..termasuk asupan makanan (terutama serat) yg cukup nutrisi..
    get well soon ya kang

Bagaimana pendapat Anda?