Jangan Pernah Menyerah
June 22, 2008
“Jangan pernah menyerah!” Tak penting siapa yang memberikan nasihat berupa kalimat di atas. Yang penting adalah pesannya. Pesan bahwa kita tidak boleh menyerah.
Dalam menghadapi suatu masalah memang ada kalanya kita merasakan adanya belenggu yang membuat kita berpikir bahwa kita sedang meniti jalan tak ada ujung. Kadangkala, kita merasa bahwa bagi kita tak ada hari esok. Padahal, selalu ada pemecahan atas segala masalah. Selalu ada jalan lain ke Roma. Yang kita butuhkan hanya berpikir dengan tenang dan selalu optimis.
Tiga pertandingan di babak perempat final EURO 2008 dapat kita jadikan contoh.Jerman vs Portugal, Turki vs Kroasia dan Rusia vs Belanda.
Portugal menjadi juara grup A dengan nilai 6 hasil mengalahkan Ceko dan Turki. Jerman menjadi runner up grup B dengan nilai 6. Di perempat final, Portugal lebih diunggulkan daripada Jerman. Bahkan, Portugal pun disebut-sebut sebagai favorit juara Euro 2008. Akan tetapi, Jerman tetap turun ke lapangan dengan optimisme.
Pada partai perempat final yang lain Turki tidak diunggulkan melawan Kroasia yang melaju ke babak perempat final sebagai juara grup. Kroasia mengawali penyisihan di Euro 2008 dengan prestasi yang meyakinkan. Bandingkan dengan Turki yang hanya menjadi runner up di grup A dan hanya disebut sebagai tim yang beruntung. Turki tidak diunggulkan tetapi mereka maju dengan penuh kepercayaan diri.
Hal yang sama dengan Rusia. Melawan Belanda jelas Rusia tidak diunggulkan. Belanda berhasil melibas tiga musuhnya dengan mudah. Juara dunia Italia disikat. Perancis diobrak-abrik. Belanda pun menjadi juara grup seperti Portugal. Sementara, Rusia hanya menjadi runner up di grupnya.
Jerman, Turki dan Rusia maju ke pertandingan dengan kepercayaan diri yang tinggi. Mereka merasa belum kalah sebelum hasil pertandingan membuktikan lain. Sebuah sikap yang patut ditiru.
Jerman turun ke lapangan dengan penuh percaya diri dan tidak gentar menghadapi Portugal yang lebih diunggulkan. Terbukti Jerman membuat Portugal kewalahan menghadapi gempuran-gempuran mereka. Hasil pertandingan telah kita ketahui bersama, Jerman maju ke semifinal dan Portugal harus pulang.
Turki sempat ketinggalan oleh Kroasia di babak yang menentukan. Akan tetapi mereka tetap pantang menyerah dalam memberikan perlawanan. Tidak terlihat mereka kelelahan karena hati mereka masih diliputi oleh optimisme bahwa mereka belum kalah. Turki berhasil menyamakan kedudukan bahkan akhirnya berhasil mengalahkan kroasia melalui adu penalti.
Rusia pun demikian. Para pemain Rusia tidak gentar melawan tim nasional Belanda yang maju ke perempat final sebagai juara grup. Dalam pertandingan yang sangat seru itu Rusia bahkan menguasai pertandingan. Rusia unggul lebih dulu atas Belanda sebelum Belanda menyamakan kedudukan di babak kedua. Hasil dari perpanjangan waktu kita semua telah tahu, Rusia menghancurkan Belanda dengan nilai 3 - 1.
Kita harus mampu bersikap seperti tim nasional Turki dan Rusia. Dalam menghadapi persoalan apa pun atau dalam memperjuangkan impian, kita harus selalu optimis dan pantang menyerah. Selama masih ada harapan bagi kita untuk menyelesaikan persoalan atau mewujudkan cita-cita — walaupun berupa peluang yang kecil — kita harus tetap berusaha. Selama hasil akhir belum maujud, segala kemungkinan masih bisa terjadi.
Dalam semangat yang sama, yaitu optimisme dan pantang menyerah, saya mengajak seluruh bangsa ini melihat ke depan. Mari kita optimis bahwa di masa depan bangsa ini akan menjadi lebih baik dan mari kita bersama pantang menyerah dalam mewujudkan sebuah masa depan bangsa yang lebih baik.
Dari merdeka sampai saat ini negara belum berhasil mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Optimislah bahwa kita akan dapat mewujudkannya. Oleh karena itu, pantang menyerahlah untuk berusaha ke arah sana. Paling tidak, berhentilah untuk mendukung partai-partai yang terbukti tidak berjuang untuk menjadi pembawa aspirasi kita. Jangan menyerah untuk menyampaikan pada sekeliling kita bahwa kita berhak untuk hidup lebih makmur daripada tingkat kehidupan kita saat ini.
Kepada para pendidik, jangan menyerah untuk mewujudkan pendidikan yang lebih baik kepada generasi penerus kita. Berikan kepada mereka pendidikan yang berhak mereka terima. Jangan menyerah untuk memperjuangkan sistem yang benar dalam mengukur kualitas pendidikan kita. Apa benar UN merupakan cara yang benar dalam mengukur kualitas pendidikan? Kalau tidak, teruslah berjuang untuk menggolkan sistem penilaian kualitas pendidikan yang tepat bagi dunia pendidikan kita.
Untuk setiap individu, jangan menyerah. Selalu ada jalan untuk mewujudkan impian kita. Berusahalah dengan segenap kemampuan. Jangan selalu menyelesaikan persoalan melalui jalan pintas karena belum tentu jalan pintas itu akan menyelesaikan seluruh persoalan.
8 Tanggapan to “Jangan Pernah Menyerah”
Bagaimana pendapat Anda?












betul, mas arif, turki dan rusia merupakan contoh perhelatan yang nyata, betapa ungkapan itu bener2 memberikan pengalaman berharga buat publik. saya juga ndak menyangka, belanda yang tampil perkasa, justru hancur di perdelapan final oleh rusia yang selama ini dipandang sebelah mata. terkepas dari faktor gus hindink yang sama2 dari londo, yang pasti rusia memang layak menang. demikian juga dengan turki. croasia dibikin babak-belur juga karena sikap pantang menyerah dari tim turki. nah, kaitannya dng mutu pendidikan nasional, memang saya masih bisa optimis, mas arif. tapi optimisme itu muncul jika diimbangi dengan kebijakan para pengambil keputusan yang mampu memngakomodasi masukan dari para pakar dan pengamat pendidikan. telah terjadi pencitraan yang salah terhadap UN. UN dianggap sebagai penentu mutu pendidikan sehingga kriteria kelulusan didongkrak dari tahun ke tahun. dengan model soal pilihan ganda seperti itu, saya justru kasihan dengan anak2 cerdas yang telah jadi korban. kalau memang un masih akan dipertahankan, sebaiknya diperbaiki peraturan, sistem, dan teknis pelaksanaannya. Jadikan UN sebagai alat pemetaan mutu pendidikan dengan menggunakan soal-soal yang mendekati tingkat validitas yang bagus. hal ini juga dimaksudkan utk menghindari kesenjangan mutu antardaerah yang semakin melebar. tapi, saya juga masih optimis kalau pada saatnya nanti dunia pendidikan kita akan maju dan sanggup menghasilkan generasi masa depan berotak berilian, bermoral, dan berakhlak mulia. hehehehe
Mungkin soal pilihan ganda untuk membantu mempercepat pengoreksian jawaban peserta ujian, Pak. Kalau soal essai, memeriksa jawabannya kan tidak bisa pakai komputer.
Sayangnya, karena semua orang mengejar hasil UN, semua kegiatan ya hanya ditujukan untuk hajatan UN itu. Anak-anak disekolahkan bukan untuk menuntut ilmu melainkan lulus UN. Akibatnya, peserta ajar tidak memahami konsep ilmu pengetahuan. Dalam mengerjakan soal mereka diajari jembatan keledai tanpa memahami konsep yang sebenarnya.
Tapi optimislah, Pak, para pengambil kebijakan itu kan tidak menjabat selemanya. Mereka akan diganti pejabat-pejabat baru. Nah, mudah-mudahan pejabat baru bisa mewujudkan aspirasi Pak Sawali.
yup bener banget,,, jangan pernah menyerah,,, selalu berusaha maksimal
Italia kalah….
*nangis guling-guling*
apapun memang bisa jadi inspirasi tulisan di blog termasuk euro ya pak!
Nice post!
pake taruhan ngga?
[...] Never give up. Turkey turned the Czech world upside down when they got the last two goals from Nihat Kahveci. Their spirit still burned until the last minutes. Yes, it was maybe has something to do with a little bit of luck as well, but if you didn’t try with all your efforts, how can everyone else knew that you’re worth it? [...]
Jangan pernah menyerah…tetap berjuang selama masih ada kesempatan.