Free Blogger Template

Susahnya Membuat Tulisan Bermutu

Post Page Rank

Saya sudah lama ngeblog. Sejak tahun 2001. Platform yang saya pakai adalah Blogger. Hosting pindah-pindah, pernah di Geocities, Tripod dan Blogspot. Saya pun pernah membangun website pribadi di F2S dan Singcat. Yang terakhir adalah malapetaka karena website saya yang saya hosting di Singcat musnah tak berbekas karena Singcat melakukan penggantian server tanpa pemberitahuan. Namanya juga layanan gratis, apa sih yang diharapkan?

Kalau dihitung, saya sudah ngeblog selama 7 tahun. Namun sampai sejauh ini saya merasa tidak mampu membuat tulisan bermutu. Saya hanya mampu mengubah dari yang semula weblog alias catatan web ke blog. Dulu weblog merupakan log atas link yang ditemukan di web baik untuk keperluan pribadi maupun untuk dibagi dengan orang lain (pengunjung).

Seiring berubahnya zaman,blog pun ikut berubah dari yang semula merupakan catatan web menjadi bentuk seperti sekarang ini. Selain weblog, dulu ada online jurnal/diary. Mereka yang suka membuat buku harian online tentu pernah kenal dengan DiaryLand.com atau Pitas.com. Dalam penilaian saya, blog saat ini justru merupakan perkembangan dari jurnal online daripada catatan web. Namun, kali ini orang tidak melulu menceritakan kegiatan atau curhat melainkan juga menulis artikel-artikel, opini, cepen, puisi, panduan, dan lain-lain. Dalam buku harian online, puisi atau opini masih bisa muncul tetapi panduan/tutorial bisa dikatakan tidak ada.

Sejak kenal dengan internet saya langsung ingin tahu. Bukan hanya email, saya pun tertarik untuk membuat situs web. Zaman itu belum ada Content Management System sehingga hampir seluruh situs web bersifat statik. Untuk membuat halaman baru kita melakukannya secara manual. Yang mahir memakai MSFrontpage bisa membuat template sehingga kalau mau membuat halaman baru tinggal membuka template halaman, mengisi konten baru lalu mempublikasikan dengan nama file baru. Kalau mau mengubah homepage maka index.html, index.htm, main.html atau main.html diedit secara manual. Saya pernah merasakan zaman itu sehingga saya sempat kesal luar biasa ketika situs web saya di Singcat musnah tak berbekas. Sebagai orang yang tidak punya PC sendiri waktu itu saya tidak punya back up. Di komputer kantor pun saya hanya bisa menyimpan data selama saya masih belerja di sana. Yang sangat penting saja yang saya simpan di disket atau CD.

Maka dari itu, ketika saya mulai kenal Blogger dari Cay saya langsung pindah haluan. Saya tinggalkan cara manual dan mulai membuat konten dinamis dengan Blogger. Hosting tetap di Geocities, Tripod atau F2S yang waktu itu masih membolehkan ftp untuk free account mereka. Hmm… Enaknya zaman dulu, ftp saja gratis.

Saya dulu sudah tahu link milik Kuncoro yang juga sudah lama ngeblog. Kalau ingat waktu itu, Blogger belum punya commenting system sendiri sehingga orang-orang memanfaatkan layanan HaloScan. Lalu muncul yang namanya ShoutBox dan kalau tidak salah ada yang namanya Tag Board (CMIIW). Sungguh beruntung para bloger masa kini yang sudah mendapati blog engine atau blog publishing system yang memiliki fasilitas yang lengkap dan ciamik. Ngeblog menjadi semakin mudah dan mengasyikkan, terlepas dari omongan orang — yang selalu ngaku pakar — yang mengatakan blog adalah situs tidak jelas dan bloger adalah orang tidak jelas. Hahaha, saya jadi geli karena ternyata Pak Juwono Sudarsono, Pak Yusril Ihzamahendra juga ikut menjadi manusia tidak jelas.

Susahnya membuat tulisan bermutu

Membuat tulisan bermutu itu sangat sulit. Buktinya, saya yang sudah ngeblog sejak tahun 2001 sampai saat ini masih belum bisa membuat tulisan bermutu. Bahkan, mau membahas masalah sulitnya membuat tulisan bermutu saja saya muter-muter ke sana ke mari. Oleh karena itu, marilah kita hargai hasil karya bloger/orang lain. Tolong deh untuk tidak kopi paste tulisan orang lain dan diaku sebagai hasil karya sendiri. Apa pun motivasinya, hal itu tidak baik. Mau dipakai di blog sendiri, hal itu tidak baik. Apalagi kalau sampai hasil karya orang lain dipakai untuk mencari keuntungan sendiri seperti digunakan untuk membuat buku seperti yang pernah dialami oleh Mas Iman dan Cosa Aranda juga Ilham dan bloger lain yang tulisannya pernah dicatut oleh tabloid atau majalah.

Orang akan berdecak kagum membaca tulisan Sampeyan yang bagus dan berkualitas. Akan tetapi, begitu mengetahui tulisan itu hasil membajak tulisan bloger/orang lain, Sampeyan akan menuai kehinaan diri. Dengan begitu, hasil karya sendiri yang asli — bagaimana pun kualitasnya — akan lebih dihargai daripada tulisan sangat bagus hasil jiplakan.

Membuat tulisan berkualitas memang sulit. Namun percayalah, dengan terus belajar dan berlatih, kita akan dapat meningkatkan kualitas hasil karya kita.

(Halah Kang, Sampeyan sudah 7 tahun ngeblog aja tulisan nggak makin bermutu kok menyuruh kita percaya? Yang pantas ngomong seperti itu bukan Sampeyan tapi yang lain!)

Ah, bodo amat. Yang penting saya ngeblog. Daripada nggak ngeblog tapi suka mencerca blog orang… Lebih nggak mutu tuh!

Share and Enjoy: These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • bodytext
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google

Tags: ,

baca berita di lintas berita

6 Comments

  1. Ersis Warmansyah Abbas on 11.05.2008 at 16:33 (Reply)

    Ha ha … Sampeyan ini pigi mana. Saya banyak belajar dari blog Sampeyan. Menurut saya sangat bermutu, kelebihan mutu malahan. Ini bukan canda lho Mas. Coba kalau berani, jadikan buku. Mutu soal penilain saja tu, dan … ngak usah deh menvonis karya kita ngak mutu, itu urusan pembacalah. Saya berani taruhan, kalau tulisan sampeyan dibukukan pasti hebat.

    Oh, soal bajak-membajak itu memang harus dilawan. Kalau sawah dibajak bau pas, tulisan kog dibajak. emang teroris, he he. Salam.

    1. Arif on 12.05.2008 at 12:45 (Reply)

      Terimakasih untuk kmplimennya, Pak Ersis. Untuk dibikin buku, wah… belum PD nih.

  2. sawali tuhusetya on 11.05.2008 at 16:48 (Reply)

    wah, pengalaman ngeblog yang luar biasa, sampai saya ndak mudeng istilah2 yang dipakai. berarti saya termasuk yang beruntung, mas arif, yak, bisa menikmati layanan blog yang sdh demikian lengkap fasilitasnya. mau dipakai mosting apa saja ndak masalah. btw, saya sepakat dg pendapat mas arif, kopi-pasti, apalagi utk kepentingan komersial, jelas “haram” hukumnya. di UU ITE pun konon sudah ada klausulnya tuh. nurani kita sbg bloger mestinya ndak tega kalau harus nyaplok tulisan orang. kalau jadi duwit *halah* juga ndak bawa berkah. lebih bagus karya sendiri, seberapapun tingkat kualitas tulisan kita, hehehehe :lol: kalau dapat duwit juga nikmat dan berkah. benar ndak mas?

  3. Ikkyu_san on 12.05.2008 at 02:04 (Reply)

    Wah bapak benar-benar pakar blog. Saya masih harus lebih banyak belajar lagi dari bapak. Memang saya setuju bahwa menulis yang bermutu itu susah. Tapi itu juga tergantung pembacanya. Pembacanya dari kalangan mana? atau pembaca itu minatnya apa?
    Susah kalau mau menulis memikirkan konsumennya. Soal copas memang menjengkelkan tapi itu juga resiko dari menaruh karya sendiri di internet yang bisa dicopy seberapapun kita mau mem-protectnya. Tapi pak, menulis buku (cetak) di Indonesia juga menjengkelkan kan? Banyak yang masih membajak dengan menjual hasil fotokopi dsb. Resiko. Kita hanya bisa berharap kapan kesadaran mereka bahwa itu salah. Dan menyerahkan pada pihak berwenang untuk menangani yang beginian. Di Jepang sudah banyak yang ditangkap gara-gara share bajakan…

  4. anggara on 12.05.2008 at 03:16 (Reply)

    tulisan ini bermutu koq

  5. edratna on 13.05.2008 at 00:52 (Reply)

    Tujuh tahun yang lalu? Huebat…saat itu saya bahkan cuma menggunakan internet hanya untuk email, milis dsb nya…..

    Itupun karena hebatnya CEO saya, yang masing-masing GM nya dikasih komputer kualitas tinggi (bisa internet, radio, TV dll)…dan beliau mengundang rapat dll melalui email. Jadi akhirnya semua anakbuahnya dipaksa tahu internet…..

    Kang Kombor, jika tulisan banyak yang mengunjungi…artinya bermutu, dan tulisan kang Kombor jelas lebih bermutu dari tulisan saya, yang tulisannya ibu rumah tangga (lha saya mulai ngeblog kan setelah pensiun…hahaha)

Leave a comment


Free Blogger Template

Moh Arif Widarto adalah bloger yang mengalami krisis identitas karena tidak mau memilih satu dari dua platform blog yang paling populer. Oleh karenanya, dia mengelola blog ini untuk pengguna WordPress yang fanatik dan mendambakan kemudahan komentar dan WWW.Widarto.Net untuk bloger yang masih cinta Blogger dan menganggap commenting system di Blogger nggak masalah. Berkunjung ke sini atau ke sana sama saja isinya.