Free Blogger Template

Jangan Merokok Banyak-banyak

Post Page Rank

Merokok bukan kebiasaan yang baik. Sama tidak baiknya dengan kegemaran minum-minuman beralkohol yang dapat menghilangkan kesadaran manusia. Sama juga tidak baiknya dengan narkotika dan obat-obat psikotropika yang membuat pemakainya berhalusinasi ke dunia khayalan yang tak pernah bisa dijamah. Rokok, minuman beralkohol, narkotika dan obat-obat psikotropika mengakibatkan kecanduan. Pada tingkat inilah letak kesamaan ketidakbaikannya.

Saya tidak akan membahas minuman beralkohol dan narkoba. Saya hanya akan bicara soal rokok.

Rokok tidak baik. Selain tubuh seorang perokok yang diancam banyak penyakit mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki, merokok jelas mengganggu bukan perokok untuk mendapatkan udara yang tercemar buangan asap kenalpot bersih. Asap rokok menambah parah udara yang sudah penuh gas karbon monoksida, karbondioksida, nitrogen monoksida dan partikel-partikel logam berat serta zat-zat pencemar yang lain.

Bukti ketidakbaikan rokok adalah larangan perokok pada anaknya yang ingin merokok. Saya punya tetangga yang perokok berat. Tetangga saya ini sudah almarhum. Anak ketiga almarhum suka bergaul dengan anak-anak yang lebih tua sehingga ketika usia SMP sudah fasih mengisap rokok. Almarhum tetangga saya ini sering menghukum anaknya kalau ketahuan merokok. Padahal, almarhum sendiri adalah perokok.

Nah, hal tersebut berbeda dengan yang saya lihat di Ciamis, tempat asal ibu saya. Di sana anak-anak umur lima tahun sudah bebas merokok. Hampir semua pria di lingkungan tersebut merokok. Mencari pria yang tidak merokok sangatlah sulit. Sungguh lebih mudah mendapatkan wanita yang merokok daripada mencari pria yang tidak merokok.

Saya sangat senang apabila lebaran ke Ciamis karena di sanalah saya yang masih kecil bebas merokok bersama saudara-saudara. Almarhum bapak kehabisan cara untuk melarang saya dan mas saya merokok apabila kami sedang di Ciamis. Almarhum bapak sendiri bukan perokok. Beliau sama sekali tidak bisa merokok. Lucu sekali ketika melihat almarhum bapak merokok pada acara-acara jagongan di kampung. Kami meminta agar almarhum bapak tidak usah merokok karena almarhum bapak memang tidak bisa merokok.

Saya sendiri belajar merokok sejak kelas lima sekolah dasar. Sungguh terlambat apabila dibandingkan dengan saudara-saudara di Ciamis. Saya masih ingat waktu itu Rokok MinakDjinggo harganya Rp25 per batang. Rokok putih yang murah adalah Commodore, isi 20 batang harganya Rp350. Saya sama sekali tidak suka Commodore. Yang saya sukai adalah Djarum Super atau MinakDjinggo filter.

Saat SMP, saya sudah lebih fasih merokok. Saya suka main bersama teman-teman agar bisa merokok. Di rumah tentu saja saya akan menghadapi amarah almarhum bapak apabila kedapatan merokok. Almarhum bapak bukan perokok sehingga saya merasa bahwa apabila almarhum bapak marah melihat saya merokok merupakan hal yang wajar. Berbeda dengan almarhum tetangga saya yang perokok berat itu. Melarang anaknya merokok seperti orang tidak punya cermin.

Ada kejadian lucu yang saya alami pada saat SMP dulu. Almarhum bapak dan ibu pergi kondangan. Saya tidak tahu kemana dan hanya berpikir bahwa mereka akan pergi lama. Oleh karena itu saya santai-santai saja merokok di dapur sambil menanak nasi seperti yang dipesankan oleh ibu sebelum pergi. Kami masih memasak pakai luweng yang memakai kayu bakar sehingga saat memasak harus ditongkrongi supaya apinya tidak mati. Hmm… Nikmat sekali bisa merokok di rumah tanpa harus sembunyi-sembunyi. Saya pun menikmati momen tersebut sepenuh hati.

Tiba-tiba, tanpa saya sadari almarhum bapak sudah berdiri di belakang saya sambil berkacak pinggang dan geleng-geleng kepala. Sebentar kemudian beliau mengelus dada. Saya pun diinterogasi.

“Jadi Kamu ini merokok ya?”
“Iya, Pak.” Saya tidak mungkin bohong karena tertangkap basah sedang merokok.
“Sudah lama Kamu merokok?”
“Sudah.”
“Belum bisa cari duit sudah merokok. Nyusahin orang tua saja.”
“Saya tidak pernah minta uang untuk beli rokok,” kata saya membela diri.
“Lalu dari mana kamu dapat uang untuk beli rokok?”
“Jual telur ayam kampung.”
“Oh… Pantes setiap hari bapak periksa telur ayam di petarangan tidak nambah-nambah. Ternyata kamu ambil ya.”
“Iya. Saya suka ambil satu dari setiap petarangan. Kan saya setiap pagi disuruh ke rumah bibi untuk mengambil pakan.” Kami punya bibi yang membuka warung makan dan setiap pagi saya ditugasi menenteng ember untuk mengambil sisa-sisa makan para pembeli untuk pakan ayam, entok, angsa dan bebek peliharaan almarhum bapak. Karena sering ikut makani, saya merasa berhak untuk mengambil telur guna keperluan saya.

“Bisa berhenti merokok nggak?”
“Wah, susah Pak. Nggak bisa.” Saya menjawab dengan jujur.
“Ya sudah. Kalau tidak bisa berhenti, merokoknya jangan banyak-banyak.”
“Wah, ya jelas nggak bisa kalau merokok banyak-banyak?”
“Apa maksudmu?”
“Saya kalau merokok satu-satu, Pak, nggak bisa banyak-banyak.”
Almarhum bapak melotot memandang saya sambil berkata, “Dasar bocah ngeyelan.” Habis itu almarhum bapak meninggalkan saya.

Ternyata kejadian itu diceritakan pada tetangga kami yang juga sudah almarhum, Pak Wiyono. Dalam kesempatan kami bertemu. Misalnya dalam kerja bakti di mana ada almarhum bapak, almarhum Pak Wi dan saya, Pak Wi akan berkata, “Tok, kalau merokok jangan banyak-banyak.” Saya pun akan menjawab spontan, “Nggak kok Pak Wi, saya merokoknya satu-satu.” Lalu almarhum Pak Wi akan tertawa sambil memandang almarhum bapak yang tersenyum kecut.

-oOo-

Alhamdulillah sejak Juni 2007 lalu saya sudah berhenti merokok. Saya harus mengurangi faktor risiko stroke atau penyakit jantung koroner. Saya punya riwayat hipertensi. Tidak pernah berolah raga, sering tidur larut dan merokok plus minum kopi. Sudah gitu saya sudah kelebihan berat badan. Dengan rendah badan 163 cm berat badan saya 80 kg. Sungguh postur yang tidak akan menarik wanita manapun kecuali muka saya ditutupi jaguar atau mercy seri terbaru. Mulai berolah raga jelas sulit. Olah raga saya adalah nonton motogp, f1 dan kadang nonton pertandingan sepakbola atau tinju. Jenis olahraga yang tidak mengeluarkan keringat karena bergerak tetapi tetap basah kuyup karena kegerahan. Dus, saya memilih berhenti merokok dan berhenti ngopi. Itu yang paling mudah saya lakukan dan justru akan memberi penghematan sampai dengan Rp400ribu sebulan.

Sungguh berhenti merokok itu mudah.

Share and Enjoy: These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • bodytext
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google

Tags:

baca berita di lintas berita

10 Comments

  1. Nayantaka on 10.05.2008 at 14:20 (Reply)

    Syukur alhamdulillah kang, kalau sudah bener-bener tobat dari asap neraka itu … Mudah-mudahan yang lainnya segera nyusul (nglirik Pak Sawali, Mbokde Venus, Paman Tyo, Tika dll)

    –maw–
    Yang dilirik sudah datang satu. Paman Tyo, Simbok dan Tika belum. Eh, yang dll malah sudah nongol juga.

  2. sawali tuhusetya on 10.05.2008 at 15:23 (Reply)

    wakakakakaka :lol: ngakak mbaca komennya mas nudeee, hehehehehe :lol: kok tahu kalo aku perokok berat, hiks. makasih infonya, mas arif. kalau ngrokok saya juga ndak banyak kok, cuman satu-satu :mrgreen: kadang2 terpikir juga ingin segera berhenti merokok. tapi, setiap kali jagongan dan ketemu sama2 temen2 yang kempas-kempus, akhirnya kumat lagi. begitu seterusnya sampai sekarang. padahal, saya yakin bener tuh kalau ngrokok itu jelas ndak baik buat kesehatan.

    –maw–
    Pak Nudee memang bisa melakukan penerawangan jarak jauh, Pak. Namanya juga Semar.

    Berhenti merokok itu mudah kok. Kuncinya hanya satu: jangan merokok.

  3. alex® on 10.05.2008 at 15:40 (Reply)

    Saya belum bisa berhenti merokok :|

    Tapi kalo ngurangi, sudah mendingan dari dulu… :P

    –maw–
    Mudah-mudahan bisa berlanjut ke tingkat stop.

  4. gempur on 10.05.2008 at 15:42 (Reply)

    saya jadi malu sendiri nih… saya perokok berat mas! hiks… maaf saya untuk para korban saya.. *perokok pasif saya*

    –maw–
    Saya ingat Sampeyan merokok waktu di Pemancingan Aldila itu. Pak Sawali juga. Kalau Uncle Goop lupa deh.

  5. [...] Continue Reading [...]

  6. dani on 11.05.2008 at 00:41 (Reply)

    sayang keluarga..sayang keluarga..

    launching yg menarik :)
    buka lahan terus..

    –maw–
    Lahan itu dah agak lama tidak terurus. Mau ditanami lagi supaya memberi hasil panen yang bagus.

  7. Kang Sadi on 11.05.2008 at 02:17 (Reply)

    Pinginnya saya juga berhenti…tapi berat banget Mas…
    Salam Kenal

  8. Simbahe Sales on 11.05.2008 at 02:19 (Reply)

    Yah saya setuju Mas dengan berhenti merokok…tapi kasihan ama temen temen saya yang Salesman Rokok…gimana nanti kalau enggak laku.
    Mereka juga dikejar target…piye yo..?

  9. hanna on 11.05.2008 at 03:59 (Reply)

    Wuih… ternyata kelas lima SD dah merokok. O, ow, kamu ketahuan… jadi ingat syair salah satu lagu.

  10. galih on 11.05.2008 at 10:25 (Reply)

    DiHiPnOtIs, TuH MaNJuR BuAt NgIlAnGiN KeBiAsAAn NgRoKok DeH K@yAnya :)

Leave a comment


Free Blogger Template

Moh Arif Widarto adalah bloger yang mengalami krisis identitas karena tidak mau memilih satu dari dua platform blog yang paling populer. Oleh karenanya, dia mengelola blog ini untuk pengguna WordPress yang fanatik dan mendambakan kemudahan komentar dan WWW.Widarto.Net untuk bloger yang masih cinta Blogger dan menganggap commenting system di Blogger nggak masalah. Berkunjung ke sini atau ke sana sama saja isinya.