Free Blogger Template

Tolong Dirikan Shalat Ghaib

Post Page Rank

Pulang dari kantor sore ini telepon saya berbunyi. Seperti biasanya kalau saya mengendarai sepeda motor, saya tidak pernah memedulikan panggilan masuk. Bagi saya berkendara motor adalah momen pribadi yang tidak ingin saya bagi dengan yang lain.

Akan tetapi, telepon berdering, berdering dan berdering terus. Setelah kira-kira satu jam pantat menempel di atas jog Si Ngorok saya pun memutuskan berhenti di Lippo Karawaci. Saya periksa daftar penggilan tak terjawab. Ada panggilan Mas saya di kampung. Ada panggilan sepupu saya dari Cibubur. Dari banyaknya panggilan yang mereka lakukan saya tahu bahwa ada yang penting.

+: Ana apa, Mas?
-: Mbor, Bapak ra ana…
+: Apa? Kena apa?
-: Aku ya ra ngerti. Iki aku isih neng dalan
+: Le ora ana neng ngendi?
-: Neng Morangan
+: Teke Bapak gerah po piye?
-: Ora ki. Mau bagas waras.
+: Yo wis. Aku tak bali mengko.
-: Saiki neng ngendi?
+: Neng dalan gek arep bali. Numpak pit montor.
-: Le arep bali numpak apa?
+: Aku tak tilpun kantor ben mobile diterke ngomah terus takgawane mulih.

Selesai menutup telpun saya menelpun Donny (direktur di perusahaan saya) untuk minta tolong agar Diro, pengemudinya, mengantarkan mobil avanza ke rumah saya untuk saya bawa pulang ke Jogja. Saat itulah saya menangis waktu menyampaikan bahwa Bapak meninggal.

Saya sadar sepenuhnya bahwa setiap manusia akan meninggal. Saya juga selalu menyiapkan diri untuk menerima kepastian Allah itu. Akan tetapi, walaupun hati saya ikhlas dan pasrah kepada Allah, saya tetap saja tidak bisa mengingkari kesedihan saya. Selesai menelpon Donny di sepanjang jalan saya tumpahkan air mata saya. Begitu banyak dosa saya kepada Bapak yang mungkin belum semuanya saya mintakan pengampunan. Termasuk ketika saya mengundurkan diri dari tes AKABRI tahun 1993 dulu. Saya tidak mau menjadi tentara tetapi Bapak dan Ibu bersikeras bahwa saya harus jadi tentara untuk mengangkat derajad keluarga. Saya menentang dan mengatakan bahwa derajad manusia bukan ditentukan oleh statusnya sebagai tentara. Di mata Allah, derajad dan pangkat tidak ada artinya. Namun, akhirnya saya mengikuti tes AKABRI selulus SMA dengan maksud untuk membahagiakan kedua orang tua saya. Sayangnya selama satu bulan di AKMIL saya merasakan bahwa pendidikan kemiliteran sangat biadab. Setiap hari saya mendengar Taruna junior harus berteriak-teriak menyebut pangkat dan nama seniornya. Ruang makan AKABRI begitu gaduh seperti tidak ada peradaban. Sepanjang malam saya shalat tahajud dan shalat istikharah. Ketika pada akhirnya saya mimpi sedang UMPTN, besoknya saya mengundurkan diri pada saat tes mental ideologi.

Sampai di rumah saya tilpun lagi Mas Arif — nama Mas saya adalah Muhammad Arif Widada — tetapi yang ngangkat Mbak Tri, istrinya.

-: Sing sabar ya, Le
+: Ya. Mas Arip nang ngendi?
-: Kae gek neng ngarep
+: Piye Bapak mau critane? Gerah pa piye?
-: Ora ki. Mau esuk sehat banget. Esuk isih nunggoni gaweyan neng SMP1. Awan-awan isih kongkonan wong ngundhuh kambil arep diterke neng Ngaglik. Bar ashar neng ngarepan niliki le dha kerja bakti neng lapangan ngarepe Mas Jo. Terus sorene sambat dhadhane seseg. Aku yo ra ngerti. Ngertine bar Ibu celak-celuk, “Mbak Tri, iki Bapak ngapa?”. Pas aku teka Bapak sambat dhadhane seseg angel ambegan. Aku terus nggoleki Pak Dhukuh. Terus ketemu Pak Dhukuh karo Mas Jo. Malah dha bingung. Aku ngomong, “Wis gawa neng UGD wae.” Bapak terus digawa neng UGD ning doktere ngomong nek wis ora isa ditulungi.
+: Bapak le tilar neng ndalan pa neng UGD?
-: Aku yo ra ngerti. Ning mau neng ngomah Bapak yo wis meneng wae.
+: Ya wis nek maune Bapak ra gerah. Ibu piye?
-: Ibu wis isa nrima kok. Maune ya syok. Ning saiki wis isa nrima.

Mendengar cerita itu saya lega. Mengetahui bahwa Bapak meninggal dengan mudah cukup membesarkan hati saya. Mudah-mudahan Bapak khusnul khotimah.

-o-

Kepada para sahabat, saya mohon sudilah kiranya mendirikan shalat ghaib untuk Bapak saya. Mohon doanya semoga arwah Bapak dimuliakan disisi Allah SWT, dilipatgandakan amal salehnya dan diampuni segala dosanya.

Nama Bapak saya Muhammad Sunardi Kasmodiryo bin Raji Darmopawiro. 27 Desember 1947 - 29 April 2008.

Malam ini saya akan meluncur ke kampung saya di Dukuh Jetis, Desa Caturharjo, Kecamatan Sleman, Kabupatan Sleman. Pedukuhan yang terletak di belakang SMP1 dan SMA1 Sleman di Jl. Jogja - Magelang. Insya’ Allah besok (Rabu, 30 April 2008) jenazah almarhum Bapak akan dimakamkan di makam keluarga di Jetis Caturharjo Sleman pada pukul 13:00 siang.

Sekali lagi, mohon dirikan shalat ghaib untuk Bapak saya.

Share and Enjoy: These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • bodytext
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google

Tags:

baca berita di lintas berita

11 Comments

  1. Nayantaka on 29.04.2008 at 15:27 (Reply)

    Namung saget ndherek angaturaken sagungin raos belo sungkowo ingkang tanpo pinindha. Mugi keng romo saget dipun apuro dosanipun rikolo sugeng, pikantuk lelintu sedoyo amal kesaenanipun, lan kapapakaken wonten papan ingkang murwat sinanding Gusti Allah kang Amurbo Amaseso. Lan mugiyo ibu, poro putra-putri, tumuruning poro wayah dipun kuataken iman lan kesabaranipun anampi pacobaning Gusti. Sedoyo ingkang saking Gusti, estu badhe kapundhut wangsul sakwanci-wanci. Inna lillahhi wa inna ilaihi roji’un

  2. widi on 29.04.2008 at 16:18 (Reply)

    Oom Kombor, turut berduka cita, semoga arwah beliau diterima di sisi Nya dan keluarga yang ditinggalkan di beri kekuatan.

  3. iman brotoseno on 29.04.2008 at 17:41 (Reply)

    Turut Berduka Cita, semoga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuaatan

  4. Bambosi on 30.04.2008 at 01:38 (Reply)

    Waduh, kirain cuma cerita aja… Turut berduka cita ya, moga arwahnya diterima di sisi Allah SWT.

  5. itikkecil on 30.04.2008 at 01:39 (Reply)

    Kang Kombor, saya turut berduka cita atas meninggalnya bapak, semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan tabah menghadapinya.

  6. away on 30.04.2008 at 02:20 (Reply)

    Turut berduka cita…
    Semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT

  7. dani on 30.04.2008 at 03:28 (Reply)

    turut berduka kang..semoga beliau diterima di sisiNya..
    tabah sekeluarga ya kang..

  8. edratna on 30.04.2008 at 06:45 (Reply)

    Innalillahi wa inna illaihi rojiun. Semoga ayahnya mas Kombor diampuni dosa-dosannya, serta diterima amal baik nya oleh Allah swt. Amien

  9. sawali tuhusetya on 30.04.2008 at 13:24 (Reply)

    Innalillahi wa inna illaihi rojiun. maaf agak terlambat mas arif, semoga arwah almarhum mendapat kedamaian di alamnya yang baru, diampuni segala dosa dan kesalahannya. keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. yang sabar dan tabah ya mas arif. Doa saya dan keluarga untuk almarhum bapak.

  10. gadis on 01.05.2008 at 13:15 (Reply)

    turut berduka cita kang, moga2 amal ibadah bapak kang kombor di terima ALLAH

  11. Arif on 01.05.2008 at 13:30 (Reply)

    Para sahab at semua, terimakasih atas simpatinya atas musibah yang menimpa keluarga kami dan juga atas doa para sahabat semua.

Leave a comment


Free Blogger Template

Moh Arif Widarto adalah bloger yang mengalami krisis identitas karena tidak mau memilih satu dari dua platform blog yang paling populer. Oleh karenanya, dia mengelola blog ini untuk pengguna WordPress yang fanatik dan mendambakan kemudahan komentar dan WWW.Widarto.Net untuk bloger yang masih cinta Blogger dan menganggap commenting system di Blogger nggak masalah. Berkunjung ke sini atau ke sana sama saja isinya.