Sukabumi Ituh Pecas Ndahe
April 4, 2008 | Dibaca 12 kali
Judulnya memang sengaja nyomot gaya Tikabanget dan Ndorokakung. Bukan buat gaya-gayaan atau untuk ngithik-ithik mereka agar ke sini. Sukabumi memang bikin kepala pecah alias pecah ndhase yang diplesetkan menjadi pecas ndahe. Gaya memlesetkan yang juga biasa dipakai untuk nempus berar dan udas grimin.
Apa iya Sukabumi bikin pecas ndhahe? Buat orang Sukabumi sih mungkin tidak. Buat saya sih iya.
Baru dua kali ini saya ke Sukabumi. Yang pertama tahun 2005. Acaranya adalah rapat tendang bola alias kick off meeting perusahaan. Tempatnya di Lido Lake Resort, sebuah resor yang di dalam kompleksnya terdapat situ.
Kali kedua adalah hari ini sampai, insya’ Allah, besok. Perusahaan saya mengadakan rapat tendang bola lagi. Eh, suka-suka saya ya, menerjemahkan kick off menjadi tendang bola. Rapat tendang bola kali ini tempatnya di Hotel Pangrango, di jalan Salabintana.
Apa yang membuat Sukabumi bikin pecas ndhahe?
Tahun 2005 saya ikut rombongan naik bus dari kantor ke Lido Lake Resort. Begitu pun pulangnya. Asyik-asyik aja rasanya selama perjalanan. Tidak ada gangguan berarti.
Pagi ini, saya berangkat dari rumah bersama anak dan istri. Nyetir sendiri bawa Avanza hitam kantor yang juga saya bawa waktu pulang ke Sleman minggu ketiga Maret yang lalu. Tentu bukan karena bawa anak-istri yang membuat Sukabumi bikin pecas ndhahe. Saya asyik-asyik saja boleh bawa keluarga pada acara kantor. Kan kantor-kantor saya sendiri (maksudnya kantor tempat saya kerja, bukan kantor Sampeyan!).
Lalu apa dong?
Edan. Lepas dari tol Jagorawi, sepanjang jalan dari Ciawi menuju Sukabumi benar-benar tidak bisa dinikmati. Jalanan rusak (padahal kondisi jalanan menanjak dan menurun) ditambah di setiap kecamatan yang dilalui selalu saja macet. Sebut saja Cicurug, Parung Kuda, Cibadak dan Cisaat. Semua tempat itu — yang saya duga kota Kecamatan — memiliki pasar. Pasar itulah yang menjadi biang macet. Yang lebih parah lagi, macet dibumbui dengan jalan yang penuh lubang dalam. Komplit deh untuk membuat kepala pecah. Saya lebih memilih rute pulang ke Sleman baik lewat pantura maupun jalur tengah Pulau Jawa daripada disuruh melintasi Jalan Raya Sukabumi lagi. Nah loh? Besok kan saya masih harus melintasi jalan itu untuk pulang ke Tangerang!?
Artikel Terkait
7 Responses to “Sukabumi Ituh Pecas Ndahe”
Got something to say?



karena di-ithik-ithik, saya jadi ke sini deh, hehehe …
Lain kali saya ithik-ithik deh…
[Reply]
di mana2 yang namanya pasar ya jadi biang kemacetan, hehehehe
kalo ndak begitu bukan pasar namanya, wakakaka
kalo pasarnya sepi, pasti deh nanti ada yang bilang: “eh, ini pasar kok sepi sih?” *ingat waktu ke boyolali. setiap 100 m pasti ada pasar*
Pemda perlu memikirkan untuk menempatkan pasar tidak tepat di jalur utama. Tengoklah Pasar Sleman dan Pasar Tempel di Kabupaten Sleman. Kedua pasar itu tidak mengganggu jalur utama Jogja - Magelang.
[Reply]
kalo saja masih di sukabumi, baeknya dari pangrango singgah dulu di BBPBAT (depan kenanga hotel / d’green cafe), lihat2 ikan sehabis pusing “ketendang bola”.
agar nggak kena macet, pulangnya lewat cianjur. bisa via puncak (kena macet) atau via jonggol (kena jauh, bolak-belok). lebih kena lagi lewat padalarang via tol bablas ke cikampek……
jauh….namanya juga saran, oom!!!
Waduh… Telat sarannya. Saat ini saya sudah lepas dari kemacetan Cisaat dan Cibadak. Tinggal Parung Kuda dan Cicurug. BTW, terimakasih sarannya.
[Reply]
tapi ga bikin kebeles pipit kan, kang?
jangan lupa oleh-olehnya buat besok
Emangnya Sampeyan, kebeles pipit gara-gara palang kereta? Untuk besok mah Ci Aha yang mau bawa oleh-oleh.
[Reply]
penertiban pasar memang perlu, agar tidak terjadi arus kemacetan.sedangkan jalan yg rusak perlu respon yang tanggap dari dishub terkait..butuh kesabaran ngadapin jalan di INDONESIA TERCINTA…
Setuju, Pluk. Butuh kesabaran…
[Reply]
[...] Salah satu bentuk keprihatinan akan hal itu bisa kita temukan dalam curhatnya bang kombor di sini. Papabonbon kutipkan berikut ini : Edan. Lepas dari tol Jagorawi, sepanjang jalan dari Ciawi [...]
lagi nyari info sukabumi, eh kesasar kesini, blogger sukabumi ada nggak sih?
betewe, saya sendiri bingung mau nyari info sukabumi dimana?
[Reply]