Begitu Dong Pak Agum
April 23, 2008
Sore tadi sekitar pukul 17 (saya sore sudah di rumah karena sampai hari ini masih belum ngantor) saya lihat berita mengenai pasangan Agum - Nukman yang membuat pernyataan menerima hasil penghitungan suara pilkada oleh KPUD Jawa Barat. Pernyataan tersebut sekaligus mengoreksi pernyataan wakil pasangan tersebut yang kemarin menolak hasil penghitungan suara pilkada oleh KPUD Jawa Barat. Meskipun demikian, Agum Gumelar tetap menyampaikan adanya kecurangan-kecurangan pada pelaksanaan pilkada Jawa Barat yang lalu.
Nah, begitu dong Pak Agum. Mengapa harus menunggu massa Sampeyan beraksi seperti kemarin? Atau, supaya saya punya bahan ngeblog?
Pak Agum Kendalikan Massa Sampeyan Dong!
April 22, 2008
Saya masih ingat ketika acara debat terbuka pasangan cagub-cawagub Jawa Barat yang disiarkan MetroTV semua kandidat siap menang dan siap kalah. Pak Agum Gumelar dengan mantap menjawab juga seperti itu. Hmm, waktu itu saya mengatakan dalam hati bahwa inilah pasangan para ksatria yang siap berkompetisi secara adil.
Namun, berita mengenai kericuhan di Kantor KPUD Jawa Barat saat sidang pleno penetapan hasil pilkada Jawa Barat sangat membuat saya kecewa kepada Pak Agum. Kemana saja Sampeyan, Pak? Mengapa Sampeyan tidak turun dan mengendalikan masa Sampeyan? Kalau ada sengketa dalam pilkada bukankah bisa dilakukan lewat jalur hukum, bukan melalui cara barbar mengerahkan massa seperti itu?
Saya juga semakin kecewa kepada PPP. Jujur saya katakan bahwa ketika Orde Baru berkuasa dulu saya sangat simpati pada PPP. Apalagi ketika suara-suara lantang Sri Bintang Pamungkas dan Khofifah Indar Parawansa menjadi pembawa angin perubahan di gedung keong Senayan. Sayang, PPP memang partai plin plan. Dulu azas Islam diganti Pancasila. Ketika Soeharto tumbang, kembali lagi ke azas Islam. Ideologi seperti barang dagangan yang bisa ditukar kursi parlemen. Kini PPP terbukti hanya menjadi partai pelengkap yang bisa saja satu dekade ke depan sudah tidak akan lolos elektoral treshold.
Saya kecewa kepada Pak Agum karena tidak turun mengendalikan masa. Saya kecewa kepada PPP karena mengerahkan massa ke Kantor KPUD Jawa Barat dan yang lebih konyol, mendeklarasikan pasangan Agum - Nukman sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat.
Kesatria konsekuen pada ucapannya. Tolong, Pak, buktikan ucapan Sampeyan yang siap menang dan siap kalah itu. Terus terang saya bukan warga Jawa Barat tetapi saya sudah penat melihat pilkada yang berakhir sengketa dan diwarnai pengerahan massa. Sebagai elit politik janganlah membakar emosi massa. Didiklah massa agar melek politik dan mampu menyikapi hasil pilkada dengan pikiran waras.
Tepar
April 21, 2008
Ketika bangun pagi tadi saya merasakan kepala ini berat dan sangat pusing. Orang Jawa bilang sebagai buyer. Saya melihat sekeliling saya berputar sangat cepat. Saya berusaha mengangkat kepala tetapi tidak kuat. Kalau kepala saya angkat, segalanya berputar semakin cepat. Saya menyerah dan hanya berusaha merubah posisi tidur yang semula miring ke kanan menjadi telentang. Ternyata posisi telentang pun membuat buyer di kepala bertambah. Saya kembali berbaring miring ke kanan.
Kemarin saya masih dengan gagah menghadiri acara silaturahim Ikastara Tangerang di rumah Dodi Mawardi. Hadir di sana 20 alumni SMA Taruna Nusantara Magelang. Bloger alumni yang hadir adalah tuan rumah sendiri, Anjar Priandoyo, Ari Juliano dan saya sendiri. Ikastara Tangerang memiliki agenda untuk bersilaturahim bersama setiap tiga bulan sekali. Di sana kembali saya sosialisasikan rencana kerja Ikastara Tangerang. Rencana kerja yang membumi, bukan yang muluk-muluk:
1. Silaturahim setiap 3 bulan
2. Donor Darah setiap 3 bulan
3. Bakti Sosial (project based)
4. Satu Bulan Satu Buku. Sumbang buku ke SMATN
5. Karyawisata Bersama
Selesai acara di rumah Dodi Mawardi saya mampir ke rumah Anjar Priandoyo di Permata Bintaro. Saya belum menengok keponakan baru sehingga kemarin itu saya niatkan betul untuk mampir.
Pukul 16:30 saya pamit dari rumah Anjar, takut mengganggu istirahat si Kecil dan mamanya. Juga supaya Anjar tidak bosan mendengar ocehan saya. Kalau mau tahu, banyak topik yang kami bicarakan mulai dari bayi, pekerjaan, sampai blog monetization.
Sebelum ke rumah saya mampir dulu beli sate padang pesenan ibunya Si Berseri-seri Cahaya Kemuliaan yang libur masak. Sampai di rumah hujan turun dengan derasnya. Saya sempat terkena gerimisnya dari jarak 500 meter dari rumah.
Saya tidak ke kantor. Bangun dari kasur saja saya tidak mampu. Kaki sih mampu menopang badan saya untuk berdiri tetapi justru kepala yang membuat saya tidak mampu berdiri. Bahkan, duduk pun tak mampu. Saya menuliskan posting ini sambil berbaring. Posting via email sehingga link saya tulis url aselinya.
Memang kalau mau jujur kemarin saya sudah merasakan senut-senut di tengkuk kiri saya. Bahkan lengan kiri saya juga agak nyeri. Akan tetapi saya tidak ingin hal itu menghalangi saya untuk bersilaturahim dengan para alumni SMA Taruna Nusantara yang berdomisili di wilayah Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan calon Kota Tangerang Selatan. Biarlah yang lain tidak hadir bersilaturahim, asal bukan saya. Kapan lagi saya akan mengetahui dan berkunjung ke rumah alumni yang lain kalau bukan dalam acara silaturahim seperti ini. Sebagai alumni angkatan purwaka saya merasa berkewajiban untuk mengajarkan kepada adik-adik agar jangan menjadi kacang lupa kulit. Melupakan ikatan almamater SMATN. Makanya saya selalu mengusahakan untuk hadir dalam silaturahim Ikastara Tangerang. Saya tidak hadir satu kali karena keluarga di Tangerang berkeras minta diantar ke Masjid Dian Al-Mahri di Depok.
Saya masih berbaring dan sesekali mencoba duduk untuk merasakan masih buyer atau tidak. Saya akan pergi ke dokter. Tadi istri saya minta untuk pergi ke dr. Joko yang praktek di Taman Picaso apakah mau dipanggil untuk datang ke rumah karena saya benar-benar tidak mampu bangun. Petugas di bagian pendaftaran mengatakan dr. Joko tidak bisa ke rumah saya. Tanpa bicara dengan dr. Joko istri saya langsung pulang padahal saya benar-benar tidak mampu bangun. Ya sudah, saya akan menunggu sampai saya kuat bangun dan mengendarai sepeda motor. Untuk menurunkan tekanan darah saya minum jus sledri dan makan timun. Mudah-mudahan bisa mempercepat terusirnya rasa buyer.
Update
Baru saja istri saya ke dr. Joko lagi (pukul 16-an) dan berhasil ketemu dr. Joko. Dokter itu bilang, “Saya sudah mau pergi. Saya buatkan rujukan ke rumah sakit saja ya. Lagipula saya tidak pernah memeriksa pasien di rumah.”
Saya minta istri saya ke apotek saja untuk mencari unalium. Februari lalu ayah saya tensinya tembus 220 dan merasa sangat buyer seperti yang saya rasakan. Untuk menghilangkan buyer itu dokter meminta untuk dibelikan unalium.
–
Sent from Gmail for mobile | mobile.google.com
Blackberry Error
April 19, 2008
Sudah dua hari ini kalau mau internetan menggunakan BlackBerry selalu
saja mendapatkan pesan:
“A problem occured while trying to render the page”
Akses menggunakan Opera Mini yang diinstal di perangkat BlackBerry oke-oke saja.
Langganan BlackBerry Internet Service dari Indosat.
—-
–
Sent from Gmail for mobile | mobile.google.com
Tes Akademik Calon Siswa SMA Taruna Nusantara TP 2008/2009
April 14, 2008
Beberapa tanggapan di blog ini memberikan informasi bahwa Tes Akademik
Calon Siswa SMA Taruna Nusantara Magelang akan dilaksanakan pada hari
Minggu tanggal 20 April 2009 2008. Saya belum menerima informasi dari PP
Ikastara mengenai hal tersebut tetapi saya yakin bahwa adik-adik
siswa/siswi SMP yang meminta dikirimi soal Tes Akademik 2007/2008
pasti memberikan informasi yang benar.
Pada tahun 2006 dan 2007 saya menyediakan diri menjadi peninjau untuk
pelaksanaan Tes Akademik tersebut. Sayangnya, sampai minggu lalu belum
ada kabar baik dari LPTTN maupun PP Ikastara mengenai permintaan Tim
Peninjau pelaksanaan Tes Akademik Calon Siswa SMA Taruna Nusantara TP
2008/2009. Kemungkinan besar Ikastara Tangerang yang saya komandani
tidak akan mengirimkan peninjau apabila ada permintaan mendadak karena
pada 20 April 2008 yang akan datang bertepatan dengan acara
Silaturahim tiga bulanan Ikastara Tangerang.
Saya doakan adik-adik yang akan mengikuti tes dapat mengerjakan soal tes dengan baik. Yang belum punya soalnya silakan download dari blog ini. Saya sudah menyediakan halaman yang berisi soal-soal Tes Akademik SMA TN untuk tahun-tahun yang telah lalu. Jangan terpaku pada soal terakhir (2007/2008) saja. Saya sarankan gunakan semua soal untuk berlatih. Dengan melatih diri menggunakan semua soal yang ada, Adik-adik akan memahami model soal yang ada di sana sehingga akan lebih mudah dalam mengerjakan soal tes tersebut nantinya.
Persiapkan diri baik-baik dan percaya dirilah dalam menghadapi ujian. Saya yakin adik-adik mampu mengerjakan soal-soal yang akan diberikan.
Chayo!
–oOo–
–
Sent from Gmail for mobile | mobile.google.com
3 Alat Wajib Untuk Blogger
April 11, 2008
Maaf, judulnya seharusnya "3 alat wajib untuk saya", bukan seperti yang tertulis di atas itu. Namun, supaya keren dan kelihatan berbobot, bolehlah saya kasih judul tulisan ini "3 alat wajib untuk blogger". Siapa tahu bisa memancing trefik. Halahh…
Seperti yang Sampeyan semua tidak ketahui, saya punya beberapa blog. Mungkin saya ini termasuk orang yang sudah kecanduan blog alias blog addicted. Walaupun blog saya tidak pernah masuk BOTD atau daftar blog hangat (gimana mau masuk kalau tidak ngeblog di wordpress.com), saya tetap setia mengisi blog-blog tersebut. Siapa tahu mesin pencari memberikan sedekahnya kepada blog saya.
Beberapa blog yang saya kelola sedikit di antaranya adalah Kombor.Com yang sudah berevolusi menjadi blog bertopik cari duit lalu MotoGP yang berisi informasi seputar balap motor paling terkenal di dunia itu, kemudian blog sok Boso Inggris yang kadang saya gunakan untuk nulis Paid To Review dan Free Template — template gratis untuk Blogger — yang belum saya imbuhi template baru. Alhamdulillaah, sampai saat ini saya masih kuasa untuk mengelola blog-blog tersebut dan puji Tuhan, sudah ada satu cek yang saya terima dari Google dan satu lagi sedang saya tunggu.
Ngeblog memang indah. Indah apabila tulisan kita diberi sedekah tanggapan oleh para pengunjung. Indah apabila banyak pengunjung yang diarahkan oleh mesin pencari sehingga sampai di blog kita. Indah apabila ternyata blog kita — yang menggunakan domain sendiri dan hosting berbayar –tidak memberatkan keuangan kita karena blog itu dapat membiayai sendiri kehidupannya. Indah apabila ternyata blog dapat memberikan tambahan pendapatan untuk membantu mencicil KPR kita. Indah karena melalui blog kita bisa mendapatkan teman-teman dan saudara-saudara baru. Tengoklah acara kopi darat yang selalu meninggalkan kisah seru di mana bloger yang baru bertemu pun sudah bisa langsung akrab seoalah-olah baunya sudah sama (walaupun baju yang dipakai sudah tiga hari tidak diganti).
+ Kok ngalor-ngidul to, Mas?
- Ya sengaja dibikin ngalor-ngidul
+ Kenapa?
- Karena alat wajibnya hanya 3! Kalau langsung diberikan, posting ini pasti pendek sekali
British Council Blogger Day
April 6, 2008
Alhamdulillah, hari ini saya bisa menghadiri dua kegiatan bloger sekaligus. Yang pertama acara Donor Darah dan Kopdar III KBBC. Namun, karena acara Kopdar KBBC baru selesai pukul 13:00 saya agak terlambat sampai di Ballroom 1 Ritz Carlton Hotel - Pacific Place, Jakarta.
Saya berangkat ke kedua acara tersebut bersama Yudhis. Kebetulan dia punya saudara di Citra Raya Tangerang sehingga saya bisa mengajak dia menjadi teman ngobrol di perjalanan. Dengan Yudhis ini saya kenalnya dari Kopdar I KBBC yang digelar di WTC serpong.
Sampai di lokasi acara Blogger Day saya langsung ke meja registrasi. Yudhis pun alhamdulillah bisa mendaftar langsung di tempat sehingga dia tidak perlu keliaran di mall sambil menunggu acara kopdarnya dengan Tikabanget dan Chika. Yang nggak disangka, Yudhis malah langsung ketemu dengan Tikabanget. Read more
Sukabumi Ituh Pecas Ndahe
April 4, 2008
Judulnya memang sengaja nyomot gaya Tikabanget dan Ndorokakung. Bukan buat gaya-gayaan atau untuk ngithik-ithik mereka agar ke sini. Sukabumi memang bikin kepala pecah alias pecah ndhase yang diplesetkan menjadi pecas ndahe. Gaya memlesetkan yang juga biasa dipakai untuk nempus berar dan udas grimin.
Apa iya Sukabumi bikin pecas ndhahe? Buat orang Sukabumi sih mungkin tidak. Buat saya sih iya.
Apa Lagi Setelah Bebas Bicara?
April 2, 2008
Pada tahun 1994 yang lalu — setahun setelah lulus SMA — saya menulis sebuah sajak yang berjudul "Beri Kami Kebebasan". Saat itu, saya sudah kecewa pada keadaan negeri ini. Kekecewaan yang sampai kini belum juga terobati.
Empat hari ini, dimulai dari 30 Maret 2008 sampai 2 April 2008 saya membagi kegelisahan saya pada tahun 1994 - 1998 itu dengan Sampeyan semua. Ada Irian Akhir Tahun 1997, Tak Mungkin Di Negeri Ini, Kepada Pak Tua dan akhirnya yang saya bagikan hari ini, Beri Kami Kebebasan.
Saya tidak memanipulasi tanggal-tanggal di bawah setiap sajak itu. Setiap tanggal menandai waktu pada saat sajak itu saya tulis. Saya pun sudah mempublikasikannya melalui Geocities walaupun tidak ada yang mengendus keberadaan sajak-sajak itu. Saya mengakui memang sajak-sajak itu tidak seindah atau sebagus karya para penyair tulen. Saya bukan penyair, apalagi sastrawan. Kalau dulu saya menulis sajak, itu hanya untuk menandai suasana. Suasana batin saya atau suasana pikiran saya.
Kini saya bagi sedikit sajak-sajak itu kepada Sampeyan. Bukan untuk diapresiasi. Bukan untuk menandingi Pak Sawali, Pak Ersis, Ci Aha atau bloger yang lain yang memiliki kepiawaian dalam mengolah kata guna menerjemahkan pikir dan rasa menjadi produk-produk sastra yang mengagumkan. Saya hanya berbagi gelisah saja. Gelisah yang sampai kini masih saja menghantui.
Kepada Pak Tua
April 1, 2008
seharusnya sinar matahari
engkau bagi dengan anak-anak muda
yang sejak lahirnya
telah engkau payungi
dengan perisai kharisma
atau ketakutan semata
sebaiknya kepada mereka
kau buka daun jendela malam
agar terlihat purnama penuh
dengan korona memancar pamor
kekuatan dan kekuasaan atas sebuah negeri
yang siap kau wariskan
istirahatlah dengan damai
di bukit-bukit hijau milikmu
dan mulai munajat pada ilahi
dzikirkan ratap tobat
dan doa keselamatan dinasti
2 Februari 1998
—-oOo—-
Keterangan: Sajak itu saya tulis sebagai pesan kepada penguasa orde baru, sebelum Pak Tua itu lengser keprabon


