Partai Gerakan Indonesia Raya

Kepada Pak Tua

April 1, 2008

Kepada Pak Tua

seharusnya sinar matahari
engkau bagi dengan anak-anak muda
yang sejak lahirnya
telah engkau payungi
dengan perisai kharisma
atau ketakutan semata

sebaiknya kepada mereka
kau buka daun jendela malam
agar terlihat purnama penuh
dengan korona memancar pamor
kekuatan dan kekuasaan atas sebuah negeri
yang siap kau wariskan

istirahatlah dengan damai
di bukit-bukit hijau milikmu
dan mulai munajat pada ilahi
dzikirkan ratap tobat
dan doa keselamatan dinasti

2 Februari 1998

—-oOo—-

Keterangan: Sajak itu saya tulis sebagai pesan kepada penguasa orde baru, sebelum Pak Tua itu lengser keprabon

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google

3 Tanggapan to “Kepada Pak Tua”

  1. sawali tuhusetya on April 1st, 2008 6:45 am

    lirik yang bagus, mas arif. memang sudah saatnya negeri ini dikelola dan diurus oleh yang muda2. yang tua2, apalagi yang sudah lama menikmati singgasana kekuasaan, sudah seharusnya rela dan legawa utk menyerahkan mahkota dan singgasana merak kepada generasi muda. sayangnya, tak banyak pemimpin yang punya visi semacam itu.

    Ternyata masih relevan ya, Pak? Sungguh waktu itu saya menulis sajak itu khusus untuk alharhum Pak Tua. Lihat saja tanggalnya, 2 Februari 1998.

  2. Ersis Warmansyah Abbas on April 1st, 2008 4:14 pm

    Wow bagus amat … jago ya bikin puisi. Selamat.

    Terimakasih Pak Ersis. Tidak sejago Pak Ersis tentunya, yang puisinya sudak diterbitkan.

  3. Koko on April 11th, 2008 11:05 am

    Ah, pak tua..kami menolak warisanmu
    hutang di mana-mana
    sumber daya alam diambil semua
    kami disisakan apa?
    sampah dan polusi
    korupsi dan kolusi
    mati di dalam lumbung padi.

Bagaimana pendapat Anda?