Partai Gerakan Indonesia Raya

Bagaimana Mengatasi Asam Urat dan Trigliserida Tinggi?

April 29, 2008

Kemarin saya melakukan tes darah untuk menambah diagnosis terhadap penyebab suka marah-marah hipertensi saya. April tahun 2007 yang lalu, ketika tekanan darah saya mencapai 160/110, semua indikator berada dalam tingkat normal. Dokter mengatakan bahwa naiknya tekanan darah saya bukan diakibatkan oleh sesuatu dari dalam tubuh saya. Mungkin ada lelembut bawa pompa dan memaksa jantung saya memompa darah kuat-kuat dengan volume darah sebanyak-banyaknya. Halah… omongan ngawur!

Hasil tes darah kemarin adalah:

  1. Trigliserida tinggi (kalau tidak salah 189, normalnya < 150)
  2. Asam urat (uric acid) tinggi. Kadar asam urat saya 9,5 padahal seharusnya < 7
  3. Kekentalan darah meningkat

Tekanan darah saya Senin kemarin adalah 160/90 dan 150/90. Dokter mengukur dua kali dengan selang waktu sekitar lima menit.

Saya diberi:

  1. Captopril 12,5mg untuk tekanan darah saya
  2. Zuloric 100mg untuk asam urat saya
  3. Therodon untuk memusnahkan sakit kepala saya. Yang ini hanya diminum jika sakit kepala.

Senin (21/4) lalu saya mengalami vertigo. Kepala buyer nggak karuan. Semua benda saya rasakan berputar hebat sehingga saya tidak mampu menangkat kepala. Bahkan membuka mata pun rasanya seperti teror yang dilakukan oleh Bush dalam memporak-porandakan Irak. Senin - Kamis minggu lalu saya tidak ngantor.

Saya mendapati bahwa diri saya sudah masuk ke dalam sebuah era baru. Era di mana asam urat dan trigliserida saya melebihin normal. Sungguh di luar dugaan saya karena saya merasa sudah menjaga pola makan saya. Sudah lama saya menghindari makan jeroan semua binatang. Namun ternyata jeroan saja tidak cukup. Karena tahun lalu asam urat saya berada pada tingkat “desireable“, saya tidak berpantang pada melinjo dan daunnya, bayam, brokoli, buncis, daun singkong, dan sayuran-sayuran berwarna hijau tua lainnya. Saya hanya berpantang makan daging kambing banyak-banyak. Hehehe… kalau ada yang mau mentraktir sop kambing saya masih menerima. Eh… tidak tahunya asam urat saya tahun ini tinggi.

Selama ini saya memandang sebelah mata pada trigliserida. Tidak tahunya, stroke berkaitan dengan tingginya kadar trigliserida. Waks… Bukan hanya itu, kalau sampai terjadi dislipidemia atau kelainan metabolisme lemak, bukan hanya stroke saja yang mengancam melainkan juga PSK eh, PJK, alias Penyakit Jantung Koroner. Sobat saya di Bali, Komang Arya, pada usianya yang baru 33 tahun telah terkena PJK. Kemarin dokter meminta saya agar mulai berhati-hati dan menyarankan saya mengambil paket medical check-up yang mengarah ke jantung dan ginjal.

Sudah pasti saya harus mengurangi konsumsi lemak apabila ingin mengurangi risiko PJK. Lagipula saya memang sudah kelebihan berat badan. Dengan TB hanya 163cm saya memiliki BB 80kg. Benar-benar tidak tahu diri. Mentang-mentang sudah beristri badan tidak dijaga agar tidak selangsing Caplang. Huh, daripada selangsing Caplang, mending dikasih TB setinggi homok satu ini.

batas kadar lipid dalam darah

“Jagalah sehatmu sebelum datang sakitmu.”

Sehat memang suatu berkah yang tidak dapat diperkirakan nilainya. Menjaga kesehatan sangat murah tetapi kadang-kadang kita memilih yang mahal-mahal dan melupakan betapa murahnya biaya menjaga pola hidup sehat plus olahraga sehingga pada akhirnya kita baru sadar ketika biaya sehat sudah menjadi sangat mahal karena penyakit-penyakit yang kita derita. Soal hipertensi, keluarga saya memang ahlinya. Kakek (dari bapak), bapak dan abang saya semuanya hipertensi. Saya juga ternyata tidak lepas dari garis keturunan penderita hipertensi. Kakek meninggal karena stroke. Kalau PJK, bisa jadi Bu Lik saya (adik Bapak saya, satu bapak lain ibu) terkena serangan jantung waktu meninggal. Beliau meninggal mendadak begitu selesai melayani Pak Lik makan siang. Orang-orang kampung mengatakan mereka yang meninggal mendadak sebagai terkena masuk angin duduk yang sejatinya bisa saja karena serangan jantung.

Teman saya menganjurkan saya untuk bekam. Ada pula yang menganjurkan produk-produk MLM untuk dikonsumsi. Waduh… Saya tentu saja ingin kembali menormalkan semua hal dalam tubuh saya. Makan buah merupakan hobi saya karena buah-buahan membuat saya sehat walaupun ternyata makan buah saja juga tidak cukup. Apakah Sampeyan punya saran mengenai cara untuk menurunkan asam urat dan trigliserida?

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google

Dilihat 342 kali oleh 213 pengunjung

11 Tanggapan to “Bagaimana Mengatasi Asam Urat dan Trigliserida Tinggi?”

  1. sawali tuhusetya on April 29th, 2008 1:39 pm

    asam urat memang sering kali datang secara tak terduga, mas arif. tapi hingga saat ini saya pun juga ndak tahu jenis obat macam apa yang paling jitu utk mencegahnya!

  2. Nayantaka on April 29th, 2008 1:53 pm

    keno asam aurat barang ora kang? caplang itu nggak langsing, pancene balung thok

  3. iman brotoseno on April 29th, 2008 5:42 pm

    asam urat pernah dibahas juga, sepertinya memang belum ada obat yang pas buatnya. Jadi hanya pencegahan tidak makan emping, dsb.
    Yang pasti sih OLAH RAGA

  4. Tendy Septiagara on April 29th, 2008 5:51 pm

    Wah Kang…semoga cepat sembuh yah…

  5. Yari NK on April 29th, 2008 11:06 pm

    Memang masalah kesehatan itu sangat kompleks, trigliserida tinggi, tekanan darah tinggi, LDL tinggi juga ngga??

    Pola hidup sehat memang terkadang sangat menyulitkan, tidak cukup hanya dengan makan buah saja, apalagi kalau makan makanan lainnya jauh lebih banyak daripada buahnya, ya sama aja oblong! Hal yang terbaik juga jangan stres dan juga perbanyak jalan kaki. Yang terbaik adalah biasakan jalan kaki, bukan biasakan jalan kaki muter2 komplek perumahan satu jam tiap hari sudah itu sisanya naik mobil! Efeknya sangat beda menurut penelitian modern! Tapi zaman sekarang susah yaa?? Mau naik angkot jalan sedikit aja sampai ketemu angkot sudah males, apalagi naik angkotnya gengsi! Ya udah, memang sulit untuk menjaga pola hidup yang sehat zaman sekarang.

    Dan ada satu faktor lagi yang sulit dihindarkan. Yaitu faktor genetis. Pada beberapa orang, mengkonsumsi makanan berlemak atau berkolesterol tinggi tapi tetap sehat dan hitungan kolesterolnya (LDL) tetap rendah, sedangkan pada sebagian orang lain, dietnya zero cholesterol tapi tetap hitungan LDL/kolesterol jahatnya tinggi, ini adanya gen hypercholesterolemia. Juga pada kasus trigliserida (trigliserol) dan lain sebagainya faktor genetis juga sangat berperan…..

    Catatan: faktor genetis berbeda dengan faktor hereditas!

  6. Yari NK on April 29th, 2008 11:10 pm

    Wah udah kesubmit duluan…. :(

    Catatan: Faktor genetis berbeda dengan faktor hereditas! Setiap faktor hereditas adalah faktor genetis tapi setiap faktor genetis belum tentu adalah faktor hereditas!

  7. Irwan F on April 30th, 2008 2:31 am

    Olah raga…
    Teman saya U 57,th, jg ada asam urat. Tiap hari minum obat asam urat dari dokter. st hari kakinya bengkak karena makan singkong. Lalu dia paksain aja main badminton, setelah itu malah bengkaknya agak kempis/kurang. Sayapun (44th), Insya Allah msh tetap oleh raga/badminton 3 s/d 4 kali seminggu. Alhamdulillah blm ada keluhan. Mungkin kalo stop oleh raga akan bermunnculan penyakit2 yang sdh ada di dalam badan.
    Ok, semoga bisa sembuh…

  8. edratna on April 30th, 2008 6:51 am

    Kang Kombor, suami saya juga darah tinggi dan trigliserida tinggi, serta punya diabetes. Yang diatur adalah pola makannya, makan buah dan sayur banyak-banyak, terus makanannya tak ada yang digoreng (pepes, rebus, bakar). Akibatnya seluruh rumah ikutan diet…dan menjadi terbiasa tak makan gorengan….dan ternyata enak kok. Badan lebih segar, berat badan nggak melonjak.

    Sebetulnya yg berbahaya adalah kalau jajan di luar, karena ada kemungkinan minyak gorengnya nggak sekali pakai….kalau terpaksa ingin gorengan, masak makanan rumah saja…dan sebelum dimakan di tus (apa ya bahasa Indonesia nya), pakai tisue, sehingga minyaknya ga terlalu banyak.

  9. dr agung w on May 3rd, 2008 4:36 am

    Wah kok punya temen dokter di kampung kok ngga telpon telpon. Pake flexi 02525512121. kamu kena penyakit orang kaya tuh. ntar di kasih tahu deh cara mengatasinya. Mentang mentang aku dr di kampung jadi dilupakan ya… he he he. turut bersedih juga. tapi itulah penyakit kita. bukan berarti aku juga sehat lho. dulu waktu sma, kita berfoto bareng di kolam renang. saat itu perut kita masih kotak kotak, sekarang sdh ndut menyimpan lemak. lemak itu siap mengancam kita, sakit jantung, stroke, asam urat. Jangan pesimis bang kombor, banyak teman kita yg kaya gini…. berarti kita makmur bukan gizi buruk, tapi kelebihan gizi. Itu juga tdk baek lah. di tunggu telponnya. atau siapa aja yg mau konsultasi boleh. maaf nih aku jarang buka internet. jadi kalo konsul lewat dunia maya, jawabnya ya…..kapan kapan aja. kapan nih ada acara kumpul kumpul lagi… kok aku tdk diundang.

  10. dani on May 4th, 2008 12:57 pm

    plg murah meriah ya ngubah pola idup kang.. tuh kan ada dr pribadi dtg.. :)

  11. Bambang Prayoga on May 8th, 2008 8:27 am

    maaf,mas saya baru buka2 dunia maya,doaku semoga cepat sembuh dan sehat selalu,mas gak gambar di papan tulis lagi,he..he.