Tolong Dirikan Shalat Ghaib

April 29, 2008

Pulang dari kantor sore ini telepon saya berbunyi. Seperti biasanya kalau saya mengendarai sepeda motor, saya tidak pernah memedulikan panggilan masuk. Bagi saya berkendara motor adalah momen pribadi yang tidak ingin saya bagi dengan yang lain.

Akan tetapi, telepon berdering, berdering dan berdering terus. Setelah kira-kira satu jam pantat menempel di atas jog Si Ngorok saya pun memutuskan berhenti di Lippo Karawaci. Saya periksa daftar penggilan tak terjawab. Ada panggilan Mas saya di kampung. Ada panggilan sepupu saya dari Cibubur. Dari banyaknya panggilan yang mereka lakukan saya tahu bahwa ada yang penting. Read more

Viewed 2074 times by 1406 viewers

Bagaimana Mengatasi Asam Urat dan Trigliserida Tinggi?

April 29, 2008

Kemarin saya melakukan tes darah untuk menambah diagnosis terhadap penyebab suka marah-marah hipertensi saya. April tahun 2007 yang lalu, ketika tekanan darah saya mencapai 160/110, semua indikator berada dalam tingkat normal. Dokter mengatakan bahwa naiknya tekanan darah saya bukan diakibatkan oleh sesuatu dari dalam tubuh saya. Mungkin ada lelembut bawa pompa dan memaksa jantung saya memompa darah kuat-kuat dengan volume darah sebanyak-banyaknya. Halah… omongan ngawur!

Hasil tes darah kemarin adalah:

  1. Trigliserida tinggi (kalau tidak salah 189, normalnya < 150)
  2. Asam urat (uric acid) tinggi. Kadar asam urat saya 9,5 padahal seharusnya < 7
  3. Kekentalan darah meningkat

Tekanan darah saya Senin kemarin adalah 160/90 dan 150/90. Dokter mengukur dua kali dengan selang waktu sekitar lima menit.

Saya diberi:

  1. Captopril 12,5mg untuk tekanan darah saya
  2. Zuloric 100mg untuk asam urat saya
  3. Therodon untuk memusnahkan sakit kepala saya. Yang ini hanya diminum jika sakit kepala.

Read more

Viewed 5097 times by 2943 viewers

Sugeng Rawuh Sultan Ndoyokarto

April 28, 2008

Kalau para jelatawan di Jelatakarta dalah negeri Kasultanan Ndoyokarto alias para eblis dan ebliswati CahAndong pada bersedih melepas kepergian Sultan ke Jancukarta maka saya yang sudah ngluru menir alias mencari butiran beras di Jancukarta justru sangat gembira dan siap menyambut Sultan. Jancukarta yang dibeci Sultan — sehingga olehkarenanya saya juga membencinya dan saya wujudkan kebencian itu dengan tinggal di Provinsi Banten — memang kejam tetapi Saya yakin dengan gaji limang gelo sepasar Sultan akan dapat bertahan dari keganasan seleksi alam di belantara beton dan hedonisme jancukarta.

Saya akan siap sedia menemani Sultan ke petilasan Banten Lama (asal jangan ke makam Maulana Yusuf) karena banyak jelata beneran yang selalu mengekor peziarah dengan telapak tangan menengadah.

Sugeng rawuh, Sultan!

( Sultan dapat ditemui di sini )

Di bawah ini daftar mereka yang telah menulis mengenai kepergian Sultan ke Jakarta:
1. Antobilang
2. Fany
3. Sir Mbilung
4. Siwi
5. Memeth
6. Ekowanz
7. Tikabanget
8. Tikabanget 3D
9. Momon 3D
10. PeTeer


Sent from Gmail for mobile | mobile.google.com

Viewed 976 times by 421 viewers

Susahnya Menghubungi Niaga Customer Care

April 28, 2008

Saya adalah nasabah KPR Niaga dari Bank Niaga Cabang Bintaro. Mulai KPR sejak April 2006 sehingga sampai saat ini sudah jalan 2 tahun. Jangka waktu kredit yang saya ambil hanya 5 tahun karena saya tidak mau lama-lama mengikatkan diri dengan KPR. Untuk bisa KPR 5 tahun saya mengajak istri saya untuk hidup bersahaja. Maksudnya, makan dengan ikan asin sahaja tidak apa-apa, makan dengan telur ceplok sahaja tidak apa-apa, dan sahaja-sahaja yang lain, yang penting kewajiban nyicil tiap bulan bisa ditutupi.

Saya juga berprinsip untuk selalu mempercepat KPR saya apabila saya memiliki rejeki. Oleh karenanya saya hari ini meminta penjelasan kepada Bank Niaga untuk mengetahui prosedur atau tatacara melunasi sebagian dari pokok pinjaman atau dengak kata-kata saya sendiri “nyicil pokok”.

Saya datang ke gerai Bank Niaga di mana saya membuka rekening tabungan (setiap peserta KPR Niaga wajib membuka rekening tabungan di Bank Niaga) yaitu di Bank Niaga Supermal Lippo Karawaci. Saya bertanya kepada CSR yang ada di sana (tidak saya baca peneng namanya) mengenai maksud saya di atas. CSR mengarahkan saya untuk menanyakan kepada Marketing kredit di Bank Niaga Bintaro. Saya kemudian diberi nomor Pak Agung. Read more

Viewed 675 times by 348 viewers

Antri

April 27, 2008

Antri. Kata itu tidak perlu saya terangkan maknanya karena saya yakin sebagian paling banyak dari penutur Bahasa Indonesia sudah mengetahui artinya. Namun, untuk yang belum tahu artinya, silakan buka KBBI supaya lebih mantab-bek pemahamannya tentang arti kata antri.

Saya mengangkat kata ini justru karena sebagian terbesar dari kita sudah sangat paham artinya. Saking pahamnya kita menyepelekan kata itu dan pada akhirnya hasil yang kita capai adalah kita tidak bisa antri. Tidak percaya? Lihatlah di depan loket penjualan karcis bus antarkota atau kereta api. Orang-orang bergerombol di depan loket dengan berdesak-desakan seperti anjing berebut keluar dari kandang. Lihat pula di terminal atau halte bus, Sampeyan akan melihat dengan mata kepala sendiri sehingga Sampeyan bisa mencapai tahap ainul yaqin mengenai pernyataan saya bahwa sebagian terbesar dari kita tidak bisa antri.

Budaya Antri Adalah Cermin Masyarakat Beradab

Masyarakat beradab di muka bumi ini merupakan masyarakat yang saling memahami dan saling menghormati sesama. Kelihatannya sepele, namun kalau kita mau memperhatikan dengan seksama, dalam aktivitas mengantri kita melihat setiap orang saling memahami dan saling menghormati antara satu dengan yang lain. Orang yang datang belakangan memahami bahwa orang yang hadir lebih dahulu berhak untuk berada di depan dan dengan sadar menghormati hak tersebut. Ada kesalehan yang maujud di sana. Kesalehan yang benar-benar melembaga dalam diri manusia sehingga maujud pula dalam kesehariannya.

Mengenai kesalehan ini, ada seorang mubaligh yang pernah menyampaikan bahwa orang-orang Jepang itu walaupun tidak beragama Islam tetapi sangat saleh. Lebih saleh dari orang Indonesia. Dalam bermasyarakat orang Jepang sangat teratur. Mereka saling menghormati dan saling menghargai. Lihat saja kedisiplinan mereka dalam menata sandal, sepatu dan bakiak di depan pintu. Lihat saja betapa tertibnya mereka dalam mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Lihat saja keindahan yang mereka tunjukkan dalam mengantri. Alangkah salehnya mereka orang-orang Jepang itu.

Kadar kesalehan tidak ditunjukkan oleh kekhusyukan dalam ibadah langsung dengan Tuhan (hablun minallah) semata melainkan juga dalam bermasyarakat (hablun minannas). Hubungan langsung dengan Tuhan adalah urusan pribadi masing-masing dan hanya Tuhan yang berhak memberikan penilaian. Akan tetapi, dalam kerangka hidup bermasyarakat, orang lain dapat memberikan penilaian mengenai kesalehan seseorang. Orang yang sangat saleh semestinya berperilaku saleh, bukan sebaliknya. Nah, dalam hal ini saya berpendapat bahwa ulama-ulama telah gagal dalam mengajarkan umat untuk menjadi saleh. Mereka hanya mengajarkan teori-teori agama tetapi lupa memberi contoh nyata sehingga umat yang diajarinya pun pasti akan sangat fasih mengutip dalil-dalil agama tetapi bodoh dalam menerapkannya di kehidupan sehari-hari.

Read more

Viewed 921 times by 374 viewers

Kalau Mau Kaya Jangan Jujur (3)

April 26, 2008

Model pengadaan barang dan jasa pemerintah sesuai Keppres 80 tidak menjamin proses pengadaan barang dan jasa pemerintah transparan dan bebas kongkalikong. Hal tersebut terjadi karena proses yang melibatkan manusia terlalu banyak, mulai dari proses penyusunan rencana kerja dan syarat-syarat atau kerangka acuan kerja sudah terjadi interaksi antara calon peserta lelang dengan pengguna dan panitia lelang. Pada saat proses lelang dilaksanakan, pengguna dan panitia juga masih bisa bekerjasama dengan prinsip saling menguntungkan (menguntungkan peserta lelang dan panitia).

Agar pengadaan barang dan jasa pemerintah bisa semain bebas dari urusan kongkalikong, agaknya model e-procurement harus dilaksanakan secara utuh mulai dari proses pendaftaran rekanan, pengumuman pelelangan, pendaftaran peserta lelang, pemasukan penawaran, dan dilanjutkan dengan e-auction secara realtime. Memang pada kondisi ini pemberi pekerjaan harus menjabarkan pekerjaan yang dilelangnya secara rinci termasuk seluruh lingkup dan cakupan pekerjaan. Sampai saat ini kadang-kadang lingkup dan cakupan pekerjaan belum dijabarkan secara detil sehingga pemenang pekerjaan acapkali merasakan lingkup dan cakupan pekerjaan semakin bertambah pada saat pelaksanaan pekerjaan.

Read more

Viewed 450 times by 222 viewers

Kalau Mau Kaya Jangan Jujur (2)

April 26, 2008

Praktek kongkalikong antara pengusaha, eksekutif dan legislatif masih tetap dilakukan walaupun pemerintah telah memiliki Keppres No. 80 yang sangat terkenal itu. Memang keppres itu telah mengatur agar pengadaan barang dan jasa lembaga pemerintahan dan BUMN transparan. Akan tetapi, prakteknya, transparansi hanya dilakukan sebatas untuk memberikan kesempatan yang sama kepada para pengusaha, yaitu melalui pengumuman tender yang harus diiklankan melalui media massa nasional. Jauh sebelum pengumuman lelang disatukan di Media Indonesia, banyak iklan pengadaan barang/jasa pemerintah yang dikamuflasekan sedemikian rupa sehingga tidak nampak seperti iklan lelang melainkan kelihatan sebagai iklan lowongan kerja atau iklan kematian. Atau, surat kabar yang terbit hari itu langsung diborong agar pesaing tidak tahu pengumumannya. Ketika iklan lelang disatukan di Media Indonesia pun masih ada yang mencoba berbuat curang dengan memasang iklan pada hari Sabtu atau Minggu
di mana kebanyakan orang sedang libur dan iklan lelang itu tidak ditayangkan pada versi online-nya. Entahlah tikus mana di Media Indonesia yang juga mau diajak kerjasama seperti itu, segera menurunkan iklan dari versi onlinenya. Saya mendapat cerita seperti ini dari teman-teman yang pernah mendapati adanya iklan lelang di Media Indonesia yang terbit pada hari Sabtu tetapi di versi onlinenya nggak ada. Kalau Media Indonesia kemungkinan masih bisa diajak main mata juga, buat apa iklan lelang pengadaan barang/jasa pemerintah dan bumn disatukan di sana?

Maaf, saya tidak menuduh Media Indonesia seperti Ramos Horta menuduh Desi Anwar terlibat dalam usaha pembunuhan presiden Timor Leste itu. Saya hanya menyampaikan sedikit cerita saja.

Jauh sebelum pengumuman, pengusaha dan pengguna dari kalangan pemerintah sudah berhubungan. Pengusaha membantu pengguna (dalam hal ini lembaga pemerintah) dalam mengidentifikasi kebutuhannya. Soal mengidentifikasi kebutuhan ini bisa terjadi di mana-mana. Kadang-kadang sebuah perusahaan memerlukan konsultan untuk merumuskan kebutuhan belanjanya. Ada konsultan rancang bangun untuk membantu membuat rancang bagun gedung. Ada konsultan IT untuk merumuskan kebutuhan solusi IT. Di kalangan lembaga pemerintah, untuk pekerjaan bernilai maha besar pun didahului dengan pekerjaan jasa konsultan. Anehnya, dalam merumuskan rencana kerja dan syarat-syarat serta kerangka acuan kerja lelang pekerjaan jasa konsultan ada konsultan lain, yaitu mereka yang bersama-sama dengan pengguna merancang pekerjaan. Kongkalikong bisa dimulai dari saat pengguna merumuskan kebutuhannya karena pada tahap yang masih sangat dini itu pemenang lelang — yang lelangnya sendiri baru dirancang
— sudah kelihatan atau bahkan sudah ditetapkan secara defakto. Urusan dejure adalah urusan dalam tahap-tahap pelelangan yang prosesnya transparan di mata publik. Padahal, banyak proses yang masih terjadi di ruang gelap sehingga tidak diketahui masyarakat.

Setelah lelang diumumkan — entah metodenya pra atau pasca kualifikasi — akan banyak perusahaan yang mendaftar. Pada proses ini, dokumen lelang akan dibuka di hadapan semua peserta lelang. Eit, jangan senang dulu! Panitia lelang yang cerdik akan membantu pengusaha licik memeriksa dokumen lelang mereka. Apabila ada kekurangan, pengusaha licik dapat menyusulkan dokumen yang benar yang sebenarnya sudah tidak bisa disusulkan ketika peserta lelang sudah memasukkan dokumen.

Pada tahap selanjutnya, entah ada beauty contest atau tidak, akan terjadi proses penilaian yang sangat subyektif dalam menilai dokumen/proposal teknis. Proposal yang satu tidak dapat dibandingkan dengan yang lain secara fair di hadapan peserta lelang. Dalam proses ini, hanya iblis yang bisa melihat apakah dokumen teknis yang diberi nilai tinggi benar-benar lebih baik daripada dokumen teknis peserta lain. Mengapa? Karena hanya panitia yang bisa menilai dan penilaian tidak dilakukan di depan peserta lelang. Dalam kasus yang memakai kontes kecantikan atau presentasi proposal, tidak ada peserta lain pada saat kontestan melakukan paparan. Hanya ada tim pemapar dan panitia lelang.

Viewed 742 times by 338 viewers

Kalau Mau Kaya Jangan Jujur (1)

April 26, 2008

“Amenangi jaman edan, yen ora edan ora melu keduman”. Semua orang pasti pernah mendengar jangka Jayabaya atau ramalan Jayabaya yang salah satu ramalannya dipotong seenaknya seperti kalimat pembuka paragraf ini.

Zaman terus berubah. Akan tetapi, penyakit masyarakat pada setiap zaman kemungkinan akan sama saja. Pembunuhan manusia pertama sudah dimulai saat Qabil dan Habil berebut pasangan dan itu ada di masa Adam masih hidup. Pelacuran dikatakan sama tuanya dengan umur manusia. Tentu judi, pencurian, perampokan dan tindak kriminal yang lain juga telah hadir di antara kita sejak masa nenek moyang manusia pertama dulu. Begitu pula dengan korupsi yang selalu merugikan negara dan secara otomatis pasti merugikan masyarakat, umurnya pasti sudah setua umur manusia.

Pecurian, penipuan, dan korupsi adalah penyakit masyarakat yang didasari oleh berkuasanya ketidakjujuran dalam diri manusia. Sifat jujur memang selalu bersanding dengan sifat tidak jujur karena Tuhan selalu menciptakan segala sesuatu dalam pasangan-pasangan. Ada kalanya sifat jujur berhasil mendominasi dan mengalahkan sifat tidak jujur. Ada kalanya keadaan yang sebaliknya yang berlaku. Dalam keadaan ini seseorang akan selalu merugikan orang lain dan menguntungkan dirinya sendiri.

Pada saat kecil kita pasti dididik untuk selalu jujur. Orang tua kita meminta kita untuk pamit kalau mau pergi ke manapun. Orang tua pasti ingin tahu ke mana harus mencari apabila sudah saatnya pulang tetapi anaknya belum pulang. Kegiatan pamit dimaksudkan agar kita memberitahukan ke mana kita akan pergi, bersama siapa dan mau apa. Kalau informasi yang kita sampaikan kepada orang tua benar, ketika terjadi sesuatu dengan kita maka orang tua akan dapat melacak keberadaan kita dengan benar. Akan tetapi, kadang kala kita sudah mulai belajar tidak jujur sedari kecil. Mau mancing di bendungan kita bilang mau belajar kelompok. Mau berenang di waduk kita bilang mau bertanding sepakbola. Beruntunglah yang sedari kecil tidak pernah berbohong karena sifat jujur akan selalu terasah dan pada akhirnya akan mendominasi dan mengalahkan sifat tidak jujur.

Sifat tidak jujur sejatinya merupakan sifat inti dari para munafik. Nabi mengatakan tiga ciri orang munafik yaitu apabila bicara bohong, apabila berjanji mengingkari dan apabila dipercaya !erkhianat. Entah sifat mana yang membuat Dewi Persik bisa mengatakan, “Jangan munafik deh!” Ketika Walikota Tangerang mencekalnya menggoyang pantatnya di Tangerang. Apakah dengan begitu Walikota Depok, Bupati dan Ulama-ulama di Sukabumi, dan kepala daerah – kepala daerah yang lain yang mencekal dia juga munafik? Ah… Manusia banyak yang membohongi diri sendiri dalam usahanya mencari uang.

Kalau hanya membohongi diri sendiri sih mungkin hanya diri sendiri yang rugi. Namun, kalau sudah melangkah ke tingkat yang lebih tinggi, yaitu membohongi orang lain maka skala kerugian yang ditimbulkan otomatis juga semakin luas, bukan hanya diri sendiri melainkan juga orang lain. Bahkan bisa lebih luas lagi, yaitu merugikan masyarakat.

Banyak jalan menuju Roma. Banyak juga jalan menjadi kaya. Ada jalan yang panjang berliku dan penuh onak, ada pula jalan pintas yang sangat mulus, lebar dan tanpa hambatan. Yang belakangan ini yang banyak ditempuh para pejabat kita. Merasa gajinya kekecilan dan tidak memungkinkan untuk bisa mengantarkannya menjadi kaya, banyak abdi negara yang mengambil jalan pintas dengan mengerat keuangan negara untuk keuntungan sendiri. Para pejabat ini menyunat anggaran negara melalui penggelembungan nilai proyek. Modus lain, mereka meminta jatah agar pemenang lelang proyek menyetor sejumlah prosentase tertentu kepada mereka. Bukan hanya eksekutifnya, orang dari legislatif juga suka minta jatah pada pemenang proyek. Fakta-fakta di lapangan sampai saat ini masih sulit untuk menghilangkan praktek kongkalikong antara pengusaha, eksekutif dan legislatif dalam tender proyek. Namun, kerugian negara yang ditimbulkan tidak separah zaman dulu di mana proyek fiktif banyak
sekali. Kabar baiknya adalah para tikus pengerat itu mulai diendus olek KPK.

*bersambung*

Viewed 711 times by 336 viewers

Kopdar Dengan Fertob 15 Juni 2008

April 25, 2008

Segala puji bagi Tuhan seru sekalian alam, akhirnya Fertob bersedia untuk kopdar. Sesuai dengan komentar Fertob pada tulisan saya sebelum ini (maaf, posting by email nggak bisa naut) di mana Fertob minta dikabarin untuk kopdar seperti kutipan di bawah ini:

“Okeh…okeh… tinggal kasih kabar buat kopdar. Tapi bulan Mei ini saya balik ke Sorong (Papua) dulu, Kang. Sudah 9 tahun nggak pernah balik. Sekalian nengok ortu yang sudah lama nggak dikunjungi. Dan sekalian nengok kampung kelahiran :)

Maka saya tentukan saja waktu Kopdar dengan Fertob 15 Juni 2008. Tempatnya biar diatur oleh Chika. Syarat tempat: (1) merakyat, (2) muat orang banyak.

Saya menyaratkan tempat yang merakyat supaya rakyat jelata bisa ikutan dalam acara ini nanti. Blogosfer terdiri dari pangeran dan putri mal, pengusaha, profesional, karyawan, buruh, mahasiswa, pelajar dan golongan jelata yang lain. Mudah bagi pangeran dan putri mal untuk sedikit turun ke plasa. Akan tetapi, sulit bagi jelatawan seperti saya untuk naik tingkat ke wahana gaul bloger jetset. Dus, tempat yang merakyat akan mampu menyerap semangat dan kerinduan kita untuk menghadap Sang Fertob.

Syarat kedua, tempat kopdar harus muat orang banyak. Ruang starbuck yang sempit pasti tidak akan mampu menampung khalayak yang ingin bertemu dengan Fertob. Saya tidak merendahkan Sampeyan yang ingin ketemu Fertob. Saya sendiri sudah 15 tahun tidak bertemu Fertob. Bu Enny bersedia naik bus umum asal bisa bertemu Fertob. Anak bebek saya yakin bersedia terbang dari Palembang lagi untuk bertemu muka dengan superhero yang ditulisnya. Om Anggara, Caplang saya juga percaya akan siap sedia untuk datang. Saya bahkan akan mengusulkan kepada KBBC untuk menjadikan kopdar dengan Fertob ini sebagai acara wajib.

Catat dalam buku agenda atau organizer Sampeyan semua tanggal penting di pertengahan tahun ini, 15 Juni 2008 sebagai tanggal kopdar dengan Fertob.

Saya yakin Fertob akan sudah pulang dari Sorong pada tanggal itu nanti. Fertob tidak akan mengecewakan kita. Dia akan memilih mengecewakan diri sendiri daripada mengecewakan kita, orang-orang yang memendam rindu, mengidolakan atau sekedar penasaran dengan kemisteriusan Fertob.

Untuk yang belum tahu Fertob kunjungilah Pyrrho.

Silakan sebarkan warta gembira ini di blog masing-masing kalau berkenan. Please trekbek atau lacakbalik ke sini yah!

Viewed 995 times by 390 viewers

Siapa Pernah Bertemu Fertob?

April 24, 2008

Saya punya pertanyaan menggelitik: siapa pernah bertemu dengan Fertob atau yang menggunakan nickname Pyrrho di wordpress.com?

Fertob yang alamat blognya http://fertobhades.wordpress.com. Dia adalah teman SMA saya. Keturunan Batak tetapi kiriman Biak. Ketika Sampeyan menyebut Fertob, sebenarnya Sampeyan sedang menyingkat namanya.

Saya terakhir bertemu dengan Fertob adalah tahun 1993, tahun di mana dia dan saya masih sekolah di Magelang. Lulus SMA, saya dengar Fertob masuk STAN dan saya menganggur di rumah (karena pilihan secara sadar). Tahun 1994 saya dengar Fertob keluar dari STAN dan di tahun itu saya diterima di Administrasi Negara UGM tetapi saya cabut kembali pendaftaran ulang karena saya memilih menjadi perintis di UPH.

15 tahun sudah saya tidak bertemu dengan Fertob. Seperti pengakuannya di halaman aboutnya, mungkin Fertob memang asosial. Tahun lalu saya sempat menelpon dia dan menanyakan (biasalah…) di mana dia bekerja. Tidak tahu dengan Sampeyan semua, yang jelas saya belum pernah bertemu dengan Fertob dalam 15 tahun terakhir ini.

Membaca halaman aboutnya, sedikit persamaan saya dengan Fertob hanyalah dia lahir di bulan singa dan tahun macan. Mikir yang aneh-aneh dan membuat hal gampang jadi rumit mungkin juga menjadi kesamaan saya dengan Fertob. Soal kesenangan membaca, saya juga suka walaupun keluasan bahan bacaan saya tidak sehebat Fertob. Mungkin saja penyakit Fertob dan saya juga sama karena kesamaan naungan bulan dan tahun yang sama; singanya macan.

Namun, saya memiliki kesenangan yang mungkin tidak dimiliki Fertob. Saya senang membaca tulisan-tulisannya yang dengan segala kerumitan pemikirannya bisa menuliskan hal sepele menjadi penting. Kebalikan dengan saya yang menulis sesuatu yang penting menjadi remeh-temeh karena kekerdilan pengetahuan saya.

Saya memang tidak bergaul akrab dengan Fertob. Yang saya gauli adalah Agustinus Wahyudi, teman sekampung Fertob dari Biak. Agustinus Wahyudi ini anak Katolik asli Temanggung yang semasa di SMA dulu sangat akrab dengan saya. Perbedaan agama tidak menghalangi kekariban saya dan Agustinus Wahyudi karena level kemampuan otak kami yang setara. Berbeda dengan Fertob yang jenius tapi bodoh dimana kejeniusan dan kebodohannya mungkin membuat saya tidak bisa terlalu akrab dengannya. (Fer, di mana Agustinus Wahyudi sekarang? Anak-anak pada nggak tahu loh! Aku kangen sama anak item berambut kriting yang mirip orang Irian asli itu.)

Siapa yang pernah kopi darat dengan Fertob? Bagaimana kalau kita seret Fertob untuk kopi darat? Bagaimana Chik (http://chikastuff.wordpress.com)? Bagaimana, Fer?

*link ditulis urlnya karena post by email, nggak bisa bikin taut*

Viewed 750 times by 351 viewers

Next Page »