Tak Mungkin Di Negeri Ini
March 31, 2008 | 1 views
tak mungkin kuhirup wangi espresso
kucerna lezat teppanyaki
dan kuping ini dipenuhi
alunan disco-jazz-blues-country
atau flamenco
sementara di sudut kota
ada yang mencumbu bau busuk sampah
dan telinganya berzina dengan serapah
tapi itu hanya sirik
yang belum kubuat sarkas
karena aku tak berani
duduk-duduk di cafe minum kopi
atau berapresiasi di jakjazz
melewatkan malam yang selalu datang
tanpa diundang
aku lahir di bumi merdeka
gemah ripah loh jinawi
negeri manusia pancasila
pemuja dewa pertumbuhan
pemusnah iblis pemerataan
pemelihara kapitalis-kapitalis baru
penggusur jelata-jelata kesrakat
surga para manipulator
tak mungkin di negeri ini
ada pemimpin adil
impian pendiri negeri
yang telah lama mati
2 Februari 1998
Viewed 681 times by 335 viewers
3 Responses to “Tak Mungkin Di Negeri Ini”
Got something to say?




Semoga negeri Indonesia bisa jaya ya, Pak.
Amin, Pak Edy
[Reply]
puisinya kok tragis dan pesimis amat mas arif. yakinlah, suatu ketika kita pasti punya pemimpin yang bener2 memihak pada rakyat hingga adil-makmur itu benar2 terwujud, bukan hanya sekadar slogan kosong!
Itulah suasana hati saya tahun 1998 yang lalu, Pak. Setelah sepuluh tahun, tetap saja saya belum merasa ada pemimpin adil di negeri ini.
[Reply]
kelihatan kita-kita sudah mau putus harapan utk melihat Indonesia berubah. Kapan akan terlahir pemimpin yg berjiwa rakyat ?…..yang mengerti masaalah rakyat ….yang mau membenahi rakyat…….Mungkin… kita perlu 100 thn lagi utk dapat melihat pemimipin begini.
[Reply]