Partai Gerakan Indonesia Raya

Mari Peduli

March 15, 2008

Adalah dosa kita apabila ada orang di sekitar kita sampai mati karena lapar, seperti yang dialami oleh saudara kita di Makassar. Mari buka mata kita, buka nurani kita.

Konstitusi kita mengamanatkan bahwa fakir miskin dan anak-anak telantar dipelihara oleh negara. Akan tetapi, negara yang politisa sibuk berebut kekuasaan sedangkan pejabat dan pegawai pemerintahan sibuk memperkaya diri dengan alasan gaji yang terlalu rendah untuk mereka. Akibatnya, yang terjadi adalah fakir miskin dan anak-anak ditelantarkan oleh negara. Kadang-kadang saya berpikir, buat apa kita punya negara. Buat apa kita punya pemerintah? Toh mereka tak pernah mengamalkan amanat konstitusi.

Sudahlah. Lupakan negara. Lupakan pemerintah. Mari kita bersama bersatupadu mengumpulkan berapapun yang kita mampu merelakan. Sedikit dari saya, banyak dari Sampeyan, tentu akan menjadi banyak juga.

Apabila Sampeyan peduli dengan Daeng Besse yang sudah tiada dan Daeng Besse - Daeng Besse yang lain, silakan sumbangkan ke nomor rekening berikut (masih rekening pribadi milik <a href="http://atapsenja.wordpress.com">Hanna</a>):

BCA KPC Bojong Indah #479-0057126 a.n. Tjhia Fui Ha.

Moh Arif Widarto

www.widarto.net


Sent from my BlackBerry®

powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google

Dilihat 38 kali oleh 29 pengunjung

5 Tanggapan to “Mari Peduli”

  1. gempur on March 15th, 2008 4:26 am

    oke kang saya dukung sepenuhnya.. nanti sore kami crew TPC mau kampanye blog dan anti kelaparan sekaligus penggalangan dana untuk mendukung gerakan mbak hanna..

  2. rumahkayubekas on March 15th, 2008 5:30 am

    Ok Mas,
    Yuk kita dukung semua aksi ini. Kita buktikan kalau blogger pun bisa peduli dalam arti yang sesungguhnya,

  3. Ina on March 16th, 2008 10:50 am

    Seep…!
    mari kita dukung rame2. :D

  4. -tikabanget- on March 17th, 2008 1:58 am

    sayah nyusul nulis..

  5. Dr. A. Kurniawan on July 24th, 2008 5:24 pm

    Saya senang dengan pergerakan ini, kebetulan saya juga bergerak ini dengan mengajak teman - teman yang lain,, Moral bangsa hancur oleh manusia yang intelektual tinggi,, Rakyat miskin hanya jadi korban saja.

Bagaimana pendapat Anda?