Partai Gerakan Indonesia Raya

Kena Racun BlackBerry

March 11, 2008

Papabonbon menyebarkan racun blackberry di milis SMA saya. Dia tidak sendirian tetapi dibantu oleh developer blackberry yang sudah membangun blackberry di dua operator blackberry di Indeonesia.

Saya kepincut dengan paket unlimited untuk email dan internet yang ditawarkan oleh XL yaitu Rp199.000 (unlimited internet & email plus data 50MB). Dengan paket ini, akses 10 email yang diintegrasikan ke blackberry plus browsing menggunakan browser blackberry dapat dilakukan sampai bosan. Email akan langsung mak nyusss masuk ke hanheld blackberry.

Kepincutnya sama paket XL tetapi yang saya eksekusi adalah dari Indosat karena alasan saya punyanya nomer dari Indosat. Saya akan terus pakai layanan blackberry Indosat sampai saya jumpai bahwa paketnya lebih menarik XL dalam artian browsing memakai browser blackberry hanya XL yang memberikan unlimited. Sebulan ini saya mau membuktikan dulu seperti apa blackberry Indosat yang di rumah saya sinyalnya sering SOS itu. Hahaha… dari milis id-blackberry, banyak yang mengeluh juga karena sinyal XL juga sering seperti sinyal Indosat di rumah saya. Apa semua orang harus pindah ke rumah yang dekat dengan BTS operator telepon yang dimilikinya? Ampun Pak Dhe!

Hari Sabtu blackberry sudah aktif. Baru empat email yang saya daftarkan ke blackberry. Masih ada enam lagi dan masih dicari-cari email mana yang akan dimasukkan. Saya punya email di hotmail, yahoo, gmail tetapi yang saya daftarkan ke blackberry saya baru yang gmail, email kantor plus dua email dengan domain widarto.net. Email kombor.com tidak saya daftarkan. Biar saja saya aksesnya dari Outlook Express saja, hehehe.

Ternyata benar-benar mak nyuusss… Sejak saya pakai blackberry, sudah dua tulisan Pak Sawali yang masuk ke email saya. Jadi, walaupun saya di rumah, saya masih bisa menikmati tulisan-tulisan dari bloger yang di blognya memberikan fasilitas langganan pengumpan lewat email. Contohnya blog Pitutur dan blog Pak Sawali. Ayo dong, yang belum pasang fasilitas langganan pengumpan lewat email segera pasang. Gratis ini pasangnya. Kalau Sampeyan pasang, saya kan bisa baca tulisan-tulisan Sampeyan walaupun saya tidak ngablogburit ke blog Sampeyan. Hihihi… saya sudah rikues hal ini ke Pak Ersis melalui Buku Tamunya tetapi belum dipenuhi. Padahal saya suka sekali baca tulisan Pak Ersis. Awal bulan ini saya sudah beli buku Menulis Mari Menulis di Gramedia Lippo Karawaci. Buku Menulis Mudah belun saya temukan.

Dengan memberikan fasilitas langganan pengumpan lewat email, cakupan kemampubacaan (readability coverage) blog kita akan semakin luas. Kita harus mengingat bahwa tidak semua orang sempat browsing. Ada tipe orang yang tidak sempat browsing tetapi selalu membaca email. Nah, orang-orang semacam itu perlu diapresiasi keberadaannya dengan memberikan fasilitas kepada mereka untuk berlangganan pengumpan blog kita. Kunjungan langsung ke blog memang penting tetapi jangan salah, silent reader yang membaca tulisan kita lewat email juga penting. Bagi yang ingin, pengumpan kita pun bisa kita monetize dengan ditempeli iklan. Feedburner memberi fasilitas itu dengan AdSense. Saya sih belum kepikiran untuk menempeli AdSense di pengumpan saya wong yang langganan baru sedikit. Kalau yang langganan sudah 10.000 orang pasti saya tempeli iklan, hahaha!

Loh… kok ngelantur ke sana. Pokoke gini deh, blackberry memang mak yus!

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google

Dilihat 27 kali oleh 23 pengunjung

3 Tanggapan to “Kena Racun BlackBerry”

  1. Eka on March 12th, 2008 4:23 am

    ada gak blackberry gratisan? :D

  2. Moh Arif Widarto on March 12th, 2008 1:23 pm

    Walah… blueberry saja mesti beli. Juga strawberry. Apalagi BlackBerry!

  3. sawali on March 13th, 2008 8:20 am

    wew… ternyata ada manfaatnya juga pasang fasilitas langganan pengumpan lewat email. makasih mas arif. saya lihat sudah ada 18 orang yang memanfaatkan fasilitas itu di blog saya. mudah2an ada yang mau memanfaatkan fasilitas itu. btw, selamat menikmati racun blackberry, mas arif, hehehehehe :lol:

Bagaimana pendapat Anda?