Irian Akhir 1997

March 30, 2008 | Dibaca 7 kali

Irian Akhir 1997

Tangis bayi
Masihkah itu berarti bagi kita
Seperti anak sendiri
Mewek di atas tetek

Jeritan panjang
Dapatkah itu menyentuh iba kita
Seperti orangorang lereng merapi
Mereka juga terpanggang
Api

Apa beda enamratus jiwa
Dengan satu, sepuluh
Atau sejuta…
     Gogik
     Thiwul
     Beras
     Mie instan
     Upacara-upacara dan reporter tv

Tentunya kita mengerti
Merebutnya dari Belanda
Bukan untuk membiarkan
Mereka kelaparan
Lalu mati

Januari 1998

—–oOo—–

Seingat saya, sajak di atas dilatarbelakangi oleh peristiwa terbakarnya hutan di Irian Jaya. Ada rakyat yang menjadi korban jiwa. Akan tetapi, perlakuan bantuan kepada mereka berbeda dengan perlakuan pada penduduk lereng Merapi yang terkena wedhus gembel.

Artikel Terkait

  • Tidak Ada Artikel Terkait

One Response to “Irian Akhir 1997”

  1. sawali tuhusetya on March 31st, 2008 11:31 am

    irian? konon rakyat irian sendiri lebih suka dg sebutan papua karena irian itu konon akronim dari “ikut republik indonesia atau nederland”, wah! nama khas itu baru direspon setelah gus dur jadi presiden.

    Tahun 1997 masih disebut Irian, Pak. Makanya judul sajak yang dibuat akhir 1997 itu masih memakai nama itu. Irian adalah nama bikinan Bung Karno, kependekan dari Ikut Republik Indonesia Anti Nederland.

    [Reply]

Got something to say?