Insya’ Allah ke Jogja 4 hari

March 13, 2008 | Dibaca 6 kali

Sejak Januari lalu saya sudah membuat rencana untuk pulang ke Sleman mengunjungi orang tua yang keduanya sudah mulai sakit-sakitan.

Sejak pensiun Bapak mulai dihinggapi banyak penyakit yang selama kerja mungkin belum dirasakan. Karena selama mengabdi sebagai PNS selalu pergi dan pulang kerja mengendarai sepeda motor maka bapak sempat kena paru-paru basah. Entah mengapa ketika masa BT tiba-tiba saja dokter bilang bapak mengalami pembengkakan jantung. Kalau penyakit ini kumat, tubuh bapak akan dingin sekali seperti sudah tidak ada darah yang mengalir. Bahkan, pernah suatu kali bapak pinsan ketika di Ring Road Utara ketika dlam perjalanan pulang dari kantornya di Bogem menuju rumah. Akibatnya bapak jatuh wong saat itu sedang membawa motor Tossa saya yang saya tinggal di Sleman supaya bisa dipakai bapak.

Ibu lain lagi. Sejak tahun 2003 ibu dinyatakan positif diabetes. Tadinya ibu mengira yang diderita hanya asam urat. Ketika tes darah ternyata bukan uratnya saja yang asam tetapi gula darahnya juga tinggi. Ibu saya memang gemuk tahun-tahun itu sehingga bapak sempat memanggilnya gajah. Geli juga kalau ingat hal itu.

Nah, dua tahun belakangan kondisi ibu buruk sekali. Berat badan turun drastis sehingga ketika bulan Juni 2007 lalu bapak dan ibu ke Citra Raya pada saat Si Berseri-seri Cahaya Kemuliaan ulang tahun, saya sempat bengong, "ibu kok kurus sekali?" Lebaran lalu berat ibu hanya 47 kg. Saya kasihan sekali melihatnya. Andai KPR saya sudah lunas, saya akan tinggalkan Tangerang untuk kembali ke Sleman mengurus mereka berdua. Sayangnya, lunasnya kok baru nanti tahun 2011. Itu pun kalau umur saya sampai.

Saya menunggu KPR lunas karena saya pasti tidak bisa mengandalkan pekerjaan di Jogja. Boleh percaya boleh tidak, saya tahun 2003 pernah kerja sebagai sales alat tulis di UD Nugraha di Jl. Wates dengan gapok Rp250.000. Sampeyan semua bisa membayangkan bagaimana istri saya yang sedang menyusui Si Berseri-seri Cahaya Kemuliaan yang baru berumur setahunan saya beri makan dengan lauk ikan cuik kranjangan yang per kranjang harganya gopek isi tiga, ditemani daun kenikir dan daun luntas yang saya tanam di halaman depan rumah saya di sana. Jadi, saya akan sangat berat nyari sesuap nasi di Sleman sambil nyicil KPR yang cukup besar jumlahnya. Bisa-bisa, kalau saya kerja di Jogja, KPR saja nggak ketutup.

Mudah-mudahan saya akan sempat kopdar dengan para penguasa Jogja. Tapi, selain Anto, saya tidak punya nomor ponsel teman-teman. Kalau tidak keberatan mungkin bisa kirim nomor ponselnya ke arif(at)widarto.net supaya sesampainya di Jogja saya bisa menghubungi. Rencananya saya mau lewat Bandung, eh, Kang Roffi ada acara reunian nanti hari Minggu, hari keberangkatan kami sekeluarga.

Mohon doanya supaya kami sampai di Jogja dengan selamat dan mohon bantuan doa supaya kedua orang tua saya selalu dikaruniai kesehatan supaya saya sempat membalas semua pengorbanan mereka dengan bakti. Amin.

Moh Arif Widarto

www.widarto.net


Sent from my BlackBerry®

powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Artikel Terkait

One Response to “Insya’ Allah ke Jogja 4 hari”

  1. sawali on March 13th, 2008 11:32 pm

    selamat pulkam mas arif, semoga ayah dan ibu segera mendapatkan jodoh kesembuhan. aku hanya bisa ikut berdoa.

    [Reply]

Got something to say?