<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Bangsa Anasionalis</title>
	<atom:link href="http://moharifwidarto.com/2008/03/bangsa-anasionalis/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://moharifwidarto.com/2008/03/bangsa-anasionalis/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 Jul 2010 14:33:50 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
	<item>
		<title>By: gempur</title>
		<link>http://moharifwidarto.com/2008/03/bangsa-anasionalis/#comment-274</link>
		<dc:creator>gempur</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Mar 2008 09:28:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://moharifwidarto.com/?p=11#comment-274</guid>
		<description>saya berharap Indonesia memiliki industri nasional yang menjadi jati diri bangsa sebagai bangsa agraris dan maritim... adakah itu bisa ditegakkan? diwujudkan?

Agraris memang bukan eranya, tapi apakah kemudian semua lari darinya? siapa yang bakal menjaga keberlangsungan perut dunia?

@olala: mbok yang gagah dan berani kalo mo ngasih komentar! jangan anonim begitu! banyak pejabat ngeri yang anonim seperti sampean, buang pendapat, buang kebijakan, lantas cuci tangan!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya berharap Indonesia memiliki industri nasional yang menjadi jati diri bangsa sebagai bangsa agraris dan maritim&#8230; adakah itu bisa ditegakkan? diwujudkan?</p>
<p>Agraris memang bukan eranya, tapi apakah kemudian semua lari darinya? siapa yang bakal menjaga keberlangsungan perut dunia?</p>
<p>@olala: mbok yang gagah dan berani kalo mo ngasih komentar! jangan anonim begitu! banyak pejabat ngeri yang anonim seperti sampean, buang pendapat, buang kebijakan, lantas cuci tangan!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: olala</title>
		<link>http://moharifwidarto.com/2008/03/bangsa-anasionalis/#comment-273</link>
		<dc:creator>olala</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Mar 2008 12:06:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://moharifwidarto.com/?p=11#comment-273</guid>
		<description>Ah si abang bisanya ngomel doang, ga ada solusi.

&lt;Em&gt;Kalau ngasih solusi apa ya terus diangkat jadi menteri? Sebagai rakyat, cukuplah ngasih omelanm&lt;/em&gt;

Kemarin saya ketemu tukang becak dia bilang persis kayak abang (cuma data dia kurang lengkap) karena kita kurang nasionalis.

&lt;Em&gt;Nah, tukang becak saja pinter tuh!&lt;/em&gt;

Coba abang kasi saya contoh orang yang nasionalis banget, supaya persepsi kita sama, karena yang ngancurin negara ini adalah orang yg ngaku nasionalis.

&lt;Em&gt;Yang nasionalis banget ya saya. Dua kali diajak nonton F1 di Sepang (dibayari kantor) saya tolak karena saya tidak suka sama Malaysia yang merongrong Indonesia. Buat apa saya ikut menghamburkan uang di negeri itu?&lt;/em&gt;

&lt;Em&gt;Eh, almarhun HAMKA tuh nasionalis banget. Bung Hatta itu nasionalis banget. Ngarso Dalem HB IX juga nasionalis banget, beliau sukarela menggabungkan kerajaannya ke RI dan ternyata RI-nya ngelunjak dengan melupakan fakta sejarah itu. DIY yang berupa kerajaan diprotholi seenaknya dan disamakan dengan provinsi lain.&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ah si abang bisanya ngomel doang, ga ada solusi.</p>
<p><em>Kalau ngasih solusi apa ya terus diangkat jadi menteri? Sebagai rakyat, cukuplah ngasih omelanm</em></p>
<p>Kemarin saya ketemu tukang becak dia bilang persis kayak abang (cuma data dia kurang lengkap) karena kita kurang nasionalis.</p>
<p><em>Nah, tukang becak saja pinter tuh!</em></p>
<p>Coba abang kasi saya contoh orang yang nasionalis banget, supaya persepsi kita sama, karena yang ngancurin negara ini adalah orang yg ngaku nasionalis.</p>
<p><em>Yang nasionalis banget ya saya. Dua kali diajak nonton F1 di Sepang (dibayari kantor) saya tolak karena saya tidak suka sama Malaysia yang merongrong Indonesia. Buat apa saya ikut menghamburkan uang di negeri itu?</em></p>
<p><em>Eh, almarhun HAMKA tuh nasionalis banget. Bung Hatta itu nasionalis banget. Ngarso Dalem HB IX juga nasionalis banget, beliau sukarela menggabungkan kerajaannya ke RI dan ternyata RI-nya ngelunjak dengan melupakan fakta sejarah itu. DIY yang berupa kerajaan diprotholi seenaknya dan disamakan dengan provinsi lain.</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Andri Cahyadi</title>
		<link>http://moharifwidarto.com/2008/03/bangsa-anasionalis/#comment-272</link>
		<dc:creator>Andri Cahyadi</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Mar 2008 10:28:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://moharifwidarto.com/?p=11#comment-272</guid>
		<description>Penyakitnya ada dikelas priyayi dan kelas tengah (intelektual) yang mendukung pola pembangunan neoliberal pro pemilik modal semata.

&lt;Em&gt;Saya sangat setuju.&lt;/em&gt;

Sebenarnya kita punya potensi kok (mencoba tidak pesimis, seperti tulisan di atas) kalau saja pola pendidikan kita baik bukan cuma dipersiapkan untuk kebutuhan bursa tenaga kerja, industri, yang keuntungannya tidak di bagi bersama, bahkan gilanya kita makin kelaparan sekarang.

Setelah paska Sukarno yang sosialis dan kalah, Suharto naik yang berwatak Kapitalis dan terlalu mementingkan keluarga dan konconya, rakyat terlantar lagi. Habis diperas keringatnya selama 42 tahun. Dibodohi terus, dikuasi, dibuat takut dan tidak berdaya.

Saya percaya kok, kalo pendidikan kita baik, politik kita sehat, tentu saja produktivitas kita bisa meningkat, para peneliti kita dihargai dan para teknokrat tidak hanya mndukung para koorporasi belaka, tapi membangun kesejahteraan bersama, keadilan sosial untuk anak cucu Indonesia.

&lt;Em&gt;Masalahnya, saya juga melihat pendidikan kita juga nggak baik. Sudah lebih dari 60 tahun usia kemerdekaan kita tetapi mendidik penduduk Indonesia untuk antri saja tidak bisa. Hanya antri loh!&lt;/em&gt;

Belum terlambat rasanya, kalo saja para tua bangka antek-antek betopeng demokrat dan reformasi kepanjangan tangan neoliberal, direbut kekuasaannya.

&lt;Em&gt;Mari kita rebut, Mas&lt;/em&gt;

Butuh waktu dan kerja bersama rakyat, saya pikir itu yang paling masuk akal saat ini. Bergerak, berhimpun, berorganisasi bersama rakyat!.

-A-</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Penyakitnya ada dikelas priyayi dan kelas tengah (intelektual) yang mendukung pola pembangunan neoliberal pro pemilik modal semata.</p>
<p><em>Saya sangat setuju.</em></p>
<p>Sebenarnya kita punya potensi kok (mencoba tidak pesimis, seperti tulisan di atas) kalau saja pola pendidikan kita baik bukan cuma dipersiapkan untuk kebutuhan bursa tenaga kerja, industri, yang keuntungannya tidak di bagi bersama, bahkan gilanya kita makin kelaparan sekarang.</p>
<p>Setelah paska Sukarno yang sosialis dan kalah, Suharto naik yang berwatak Kapitalis dan terlalu mementingkan keluarga dan konconya, rakyat terlantar lagi. Habis diperas keringatnya selama 42 tahun. Dibodohi terus, dikuasi, dibuat takut dan tidak berdaya.</p>
<p>Saya percaya kok, kalo pendidikan kita baik, politik kita sehat, tentu saja produktivitas kita bisa meningkat, para peneliti kita dihargai dan para teknokrat tidak hanya mndukung para koorporasi belaka, tapi membangun kesejahteraan bersama, keadilan sosial untuk anak cucu Indonesia.</p>
<p><em>Masalahnya, saya juga melihat pendidikan kita juga nggak baik. Sudah lebih dari 60 tahun usia kemerdekaan kita tetapi mendidik penduduk Indonesia untuk antri saja tidak bisa. Hanya antri loh!</em></p>
<p>Belum terlambat rasanya, kalo saja para tua bangka antek-antek betopeng demokrat dan reformasi kepanjangan tangan neoliberal, direbut kekuasaannya.</p>
<p><em>Mari kita rebut, Mas</em></p>
<p>Butuh waktu dan kerja bersama rakyat, saya pikir itu yang paling masuk akal saat ini. Bergerak, berhimpun, berorganisasi bersama rakyat!.</p>
<p>-A-</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sawali tuhusetya</title>
		<link>http://moharifwidarto.com/2008/03/bangsa-anasionalis/#comment-271</link>
		<dc:creator>sawali tuhusetya</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Mar 2008 09:34:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://moharifwidarto.com/?p=11#comment-271</guid>
		<description>yups, bener sekali mas arif. bangsa kita dalam beberapa dekade terakhir ini sudah mengalami erosi nasionalisme yang sudah demikian parah. nilai2 nasionalisme telah tergantikan oleh nilai materialisme, konsumtiisme, bahkan juga hedonisme yang gampang sekali menggoda naluri manusia utk bersikap secara antagonis terhadap nilai2 nasionalisme itu. dibutuhkan keteladanan dari kaum elite dan tokoh3 masyarakat kita agar generasi sekarang bisa belajar bagaimana cara menghidupkan nilai2 nasionalisme itu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

&lt;Em&gt;Air cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan juga. Karena para pemimpin bangsa tidak bisa memberi contoh nyata pengejawantahan nasionalisme maka rakyat juga tidak memperlihatkan nasionalisme.&lt;/em&gt;

&lt;Em&gt;Di tengah arus globalisasi yang tidak dapat dibendung, kita akan semakin tergilas dan bisa-bisa tak berbekas. Sampai kapan kita bisa mempertahankan agar NKRI tidak menjadi Uni Soviet atau Yugoslavia era milenium?&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>yups, bener sekali mas arif. bangsa kita dalam beberapa dekade terakhir ini sudah mengalami erosi nasionalisme yang sudah demikian parah. nilai2 nasionalisme telah tergantikan oleh nilai materialisme, konsumtiisme, bahkan juga hedonisme yang gampang sekali menggoda naluri manusia utk bersikap secara antagonis terhadap nilai2 nasionalisme itu. dibutuhkan keteladanan dari kaum elite dan tokoh3 masyarakat kita agar generasi sekarang bisa belajar bagaimana cara menghidupkan nilai2 nasionalisme itu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.</p>
<p><em>Air cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan juga. Karena para pemimpin bangsa tidak bisa memberi contoh nyata pengejawantahan nasionalisme maka rakyat juga tidak memperlihatkan nasionalisme.</em></p>
<p><em>Di tengah arus globalisasi yang tidak dapat dibendung, kita akan semakin tergilas dan bisa-bisa tak berbekas. Sampai kapan kita bisa mempertahankan agar NKRI tidak menjadi Uni Soviet atau Yugoslavia era milenium?</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: moerz</title>
		<link>http://moharifwidarto.com/2008/03/bangsa-anasionalis/#comment-270</link>
		<dc:creator>moerz</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Mar 2008 09:23:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://moharifwidarto.com/?p=11#comment-270</guid>
		<description>harus ditanamkan sejak muda...
seperti saya seharusnya...
hehehe....

&lt;em&gt;Bukannya sejak kecil ditanamkan rasa nasionalisme? Caranya saja yang salah. Kita lebih mementingkal ritual yang tidak merasuk jiwa yang bernama upacara bendera daripada penanaman rasa cinta tanah air yang lebih melembaga dalam jiwa&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>harus ditanamkan sejak muda&#8230;<br />
seperti saya seharusnya&#8230;<br />
hehehe&#8230;.</p>
<p><em>Bukannya sejak kecil ditanamkan rasa nasionalisme? Caranya saja yang salah. Kita lebih mementingkal ritual yang tidak merasuk jiwa yang bernama upacara bendera daripada penanaman rasa cinta tanah air yang lebih melembaga dalam jiwa</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
