Saksikan Lari Dari Blora Mulai 28 Februari 2008
February 21, 2008
Film Lari Dari Blora yang peluncurannya dulu saya hadiri sudah akan dapat disaksikan di bioskop-bioskop kesayangan Sampeyan mulai 28 Februari 2008.
Lari dari Blora merupakan film perdana dari IBAR Pictures, merupakan sebuah drama roman dengan latar belakang budaya. Lari dari Blora mengangkat tema masyarakat Samin di Blora. Disutradarai oleh Akhlis Suryapati yang juga penulis skenario film ini. Adapun para pemain yang akan tampil dalam film ini antara lain WS Rendra, Ardina Rasti, Annika Kuyper, Soultan Saladin, Tina Astari, Iswar Kelana, Nizar Zulmi, Brata Sentosa, Andreano Phillip, Oktav Kriwil, dan Egy Massadiah yang juga merangkan sebagai produser.
WS Rendra mengatakan bahwa dia tertarik untuk terlibat dalam film ini karena skenarionya yang berjiwa seni tinggi. Selain itu, film ini juga mengangkat tema masyarakat minoritas yang jarang disentuh oleh para sinematografis lain. Sementara itu, Egy Massadiah mengatakan bahwa ini adalah film pertama yang akan dia garap. “Dari sisi seni dan budaya, skenario film ini sangat bagus. Bukan berarti film-film yang lain tidak bagus tetapi saya hanya ingin memberi warna lain pada film-film kita. Walaupun misalnya nanti film ini tidak sukses secara komersial, saya tidak akan berhenti untuk memproduksi film-film budaya.”
Dijamin bahwa film ini bakalan berbeda dari film-film nasional yang sudah bergairah kembali produksinya. Kalau film lain mengambil tema roman atau mengusung cerita horor, Lari Dari Blora benar-benar berbeda. Muatan budaya lebih ditonjolkan oleh film ini. Tentu ada kisar roman di film ini. Bahkan, dari film ini kita juga bisa mengambil pelajaran mengenai rentannya anak-anak gadis Samin untuk dipermainkan oleh lelaki-lekaki dari daerah sekitarnya.
Sampeyan yang di Jakarta, Tangerang, Bekasi dan Depok dapat memilih salah satu bioskop 21 di bawah ini:
Lihat dulu trailernya. Klik gambar di bawah untuk download.
1 tanggapan to “Saksikan Lari Dari Blora Mulai 28 Februari 2008”
Bagaimana pendapat Anda?












wah, film yang bagus, mengangkat nilai2 kultural masyarakat samin. khas dan eskotis. sayang, kendal dan semarang selalu tertinggal dalam mengikuti laju dunia perfilman. ndak bisa langsung nonton deh!