Pemutaran Perdana Film Lari Dari Blora
February 27, 2008
Di Plaza Senayan pukul 21:00 WIB kemarin malam Lari Dari Blora diputar di depan publik untuk pertama kali. Karena perusahaan saya merupakan sponsor pembuatan film tersebut maka tadi malam saya pun ikut suk-sukan di Plaza Senayan. LDB diputar di Theater 1.
Para pendukung film LDB hadir di sana. Ada Egy Massadiah, produser sekaligus pemain film ini. Ada Akhlis Suryapati, penulis skenario sekaligus sutradara LDB. Lalu ada Ardina Rasti, Tina Astari, Kardi Mandiri, Andreano, Kriwil, Fadli, dan pemeran Kliwon. Yang tidak nampak dalam tangkapan pengamatan saya adalah WS Rendra, Annika Kuyper, Nizar Zulmi, Soultan Saladin. Iswar Kelana yang memerankan Ramadian juga tidak tertangkap oleh mata saya. Entah dia datang atau tidak.
Di sela-sela wawancaranya dengan wartawan, saya menangkap bahwa Egy Massadiah akan membuat dua film lagi menyusul Lari Dari Blora yang mulai tayang serentak di bioskok 21 dan XXI di Jabodetabek mulai hari ini. Egy Massadiah yang akrab dengan seni peran melalui Teater Mandiri pimpinam Putu Wijaya itu memang selalu optimis. Saya pun yakin Egy Massadiah tidak akan berhenti hanya dengan Lari Dari Blora. Menurut bisikan yang saya dengar, salah satu film yang akan diproduksinya berjudul “Ibu”. Sayang, saya tidak tahu detil dari rencana film Ibu yang akan diproduksi oleh IBAR Pictures tersebut.
Bagi yang penasaan dengan masyarakat Samin dan ingin mengetahui kehidupan mereka serta ajaran-ajaran ki Samin Suryosentiko, film Lari Dari Blora ini akan menggambarkannya untuk Anda. Mengenai filmnya sendiri, saya cukup terganggu dengan kualitas gambar yang sering agak kabur ketika kamera bergerak. Hampir semua gambar yang diambil dengan kamera yang bergerak menghasilkan gambar yang agak kabur dan akan menjadi jelas ketika kamera sudah berhenti. Saya tidak tahu ini dihasilkan oleh kemampuan kamera atau terjadi karena proses editing digital. Faktanya, gambar kabur itu saya rasakan cukup mengganggu. Selain itu, pencahayaan pada beberapa adegan juga saya nilai agak kurang pas. Adegan percakapan antara Pak Camat dan Bu Zara di tepi pantai mengaburkan penampilan Pak Camat yang menghadap kamera karena kuatnya cahaya latar belakang (laut). Tanpa mengurangi obyektivitas karena perusahaan saya merupakan sponsor film ini, saya menilai cerita yang diangkat LDB merupakan cerita yang bagus. Film ini mengangkat tema yang saya yakin produser film lain tidak akan berani mengusung karena sama sekali tidak komersil. Film lain yang beredar di luar adalah film yang mengikuti selera pasar. LDB lain karena di dalamnya, idealisme Egy Massadian sebagai produser film ini ditanam kuat. Dia berani mengambil risiko mengambil tema yang tidak komersil itu karena kepeduliannya pada kualitas cerita dan terutama karena dia ingin memberi warna lain pada dunia perfilman nasional. Sebagai penutup, saya menilai film ini layak Anda tonton. Yang menjadi titik perhatian wartawan pada acara pemutaran perdana LDB adalah Tina Astari yang sudah sejak pukul delapanan sudah hadir di Plaza Senayan. Pemeran Wati di LDB itu sibuk melayani wartawan yang mewawancarainya. Bahkan, bukan hanya wawancara saja, Tina pun sempat berpose di sekitar lokasi pemutaran perdana LDB.
Ardina Rasti baru kelihatan di dalam Theater 1 ketika LDB sudah akan diputar. Dia duduk di deretan bangku di belakang saya. Akan tetapi, karena saya bukan wartawan saya tidak mewawancarainya untuk ditulis pendapatnya di blog ini. Saya pun tidak mengambil gambar para pendukung LDB karena saya hanya bermodal Siemens M75 yang sudah tua dan kameranya tidak mampu mengambil gambar di tempat yang cahayanya kurang.
Dilihat 59 kali oleh 39 pengunjung
Bloger Tangerang Wanted untuk Kopdar II
February 26, 2008
Hari Minggu tanggal 2 Maret 2008 mulai pukul 10:00 WIB sampai 14:00 WIB akan diadakan Kopdar II Bloger Tangerang. Kang Edy Caplang sudah menyediakan diri menjadi tuan rumah kopi darat kedua Bloger Tangerang. Oleh karena itu, Bloger yang merasa:
- Berdomisili di Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan (calon) Kota Tangerang Selatan
- Berasal dari Tangerang dan tinggal di luar wilayah Kab/Kota Tangerang (tetapi yang deket-deket saja)
- Peduli sama Tangeran
- Ingin ikut kopi darat
Diharapkan bisa ikutan kopi darat.
Insya’ Allah, bloger yang sudah bergabung dalam Komunitas Bloger Benteng Cisadane akan pada hadir. Berita yang saya terima, Danalingga dan Calonorangtenarsedunia juga akan merapat. Malu dong, Bloger Tangerang malah nggak merapat ke Puri Beta Ciledug.
Lokasi Kopdar II Bloger Tangerang:
Puri Beta Ciledug, Cluster Hujan Mas No.5
Agenda:
- Pengukuhan KBBC (nama komunitas, domain, dll.)
- Pemilihan Pengurus
- Pengusulan Rencana Agenda Kerja
Dilihat 69 kali oleh 43 pengunjung
Mencari HP CDMA dengan Phonebook 1000
February 25, 2008
Saat ini saya sedang mencari HP CDMA dengan kapasitas buku telepon (phonebook) 1000 kontak untuk menggantikan Audiovox 6700 yang diperbaiki tetapi tidak pernah dikembalikan oleh Adhi Purnomo Basuki, pemilik KFK Cellular di mana saya membeli barang tersebut. HP N6275i saya — yang casing atasnya sudah pecah di sisi kiri dan tidak bisa dipakai ngisi batere — sudah tidak dapat digunakan lagi sebagai alat komunikasi sehari-hari karena LCD-nya rusak ketika saya nyungsep dari motor bulan Januari lalu. Kapasitas phonebook N6275i juga hanya 500 isian saja. Kurang untuk menyimpan semua kontak saya yang terus bertambah. Digabung dengan kapasitas SIM card jadi 750 tetapi SIM hanya bisa menyimpan 1 nama 1 nomor. Sangat tidak memadai.
Saya sudah mencari HP cdma Samsung dan LG. Samsung CDMA hanya dibekali kapasitas phonebook sebesar 500 isian. Pun LG Chocolate CDMA yang sepintas kelihatan bagus, hanya bisa untuk menyimpan 500 kontak saja. Mau beli HP yang GSm dan CDMA sama-sama on tetapi kurang percaya sama ketahanan baterainya. Jangan-jangan seperti HP cdma dual band waktu kemarin Flexi masih belum memakai frekuensi tunggal. Baterai HP sangat boros karena si HP itu kerjanya hanya mencari frekuensi saja setiap kali pindah BTS. Nah, HP yang punya kartu UIM dobel dan keduanya dalam posisi sama-sama hidup saya takutkan akan menjadikan HP haus setrum dan baterai menjadi tidak TL alias tahan lama.
Ada HP model begitu yang harganya tidak begitu mahal saat ini, yaitu Coolpad 288. Sayangnya, HP ini buku alamatnya tidak pintar sama sekali. Buku alamat hanya dapat menampilkan huruf pertama saja. Sehingga, kalau kita mau mencari nama Fulan di HP, kita harus menggulung ke bawah setelah memencet huruf F. Kalau di HP kita ada 30 orang yang nama depannya memakai huruf F di atas si Fulan, apa nggak habis waktu kita untuk mencari nama si Fulan itu? Saya jadi ingat waktu dulu beli Motorolla E398. Baru seminggu HP itu saya beli, saya sudah menjualnya kembali dan langsung rugi Rp 300.000,-. Motorolla E398 itu punya buku alamat yang juga tidak pintar. Belakangan setelah di-upgrade firmwarenya menggunakan punya ROCKR, E398 jadi punya buku alamat yang setara dengan HP lain.
Nah, mungkin ada teman yang tahu HP CDMA yang punya kapasitas buku alamat 1000 atau lebih, tolong kasih tahu saya. Mau statis atay dinamis (disimpan dalam kartu memori) juga tidak apa-apa. Mau beli Dopod 818c atau HTC Wave sayang duitnya (karena nggak ada). Hehehe…
Dilihat 71 kali oleh 51 pengunjung
Modifikasi Bajaj Pulsar 180cc: Pulsar 180cc Hitam dengan Fairing FU
February 25, 2008
Nampaknya makin banyak saja yang ingin memasang fairing Suzuki Satria FU di Bajaj Pulsar 180cc-nya. Banyak yang menanyakan nomor telpon Pak Haris yang menjadi perintis pemakaian fairing Satria FU di Pulsar 180cc itu.
Salah satu yang menanyakan adalah Ahmad Junaedi, seorang java programmer yang bulan Desember 2007 lalu baru menyunting sebuah Pulsar 180cc berwarna hitam. Amien Rais, demikian saya suka memanggilnya karena sepuluh tahunan lalu wajahnya memang mirip Amin Rais. Lalu, gayanya yang cuek dengan memakai topi haji di kampus menambah keunikan identitasnya. Bayangkan, ada orang kuliah make topi haji di Universitas Pelita Harapan? Kalau bukan Amien Rais, siapa lagi? Hahaha…
Melalui YM sekitar dua minggu yang lalu Juned meminta nomor telpon Pak Haris. Katanya, dia tertarik untuk memasang fairing FU di Pulsar hitamnya yang masih greng. Hmm… kalau Si Ngorok nggak pakai box saya pun akan pasang fairing FU. Sekarang saya masih nimbang-nimbang apa pantes kalau motor dengan box bergaya sport. Yakin sih, tampangnya bakalan lucu.
Seminggu yang lalu Juned sms dan mengabarkan kalau dia sudah menghubungi Pak Haris dan akan pasang fairing di tempatnya. Pak Haris yang suka keliling itu yang akan datang ke tempat Juned. Juned menyediakan fairing FU sendiri dan Pak Haris membawa baut dan dudukan-dudukan untuk memasang fairing.
Benarlah apa yang diwartakan itu, Juned dan Pak Haris memasang fairing FU di Pulsar hitam milik Juned pada hari Minggu kemarin sementara saya berada di PMI Kabupaten Tangerang untuk Donor Darah. Menurut informasi Juned, yang tertarik untuk pasang FU dan terima bersih (fairing dari Pak Haris) dapat menghubungi Pak Haris. Biayanya sebesar Rp 180.000,-. Sedangkan, kalau fairing disediakan sendiri, biaya untuk baut dan dudukan-dudukan dari Pak Haris sebesar Rp 80.000,-. Pak Haris yang suka mangkal di Fontana Merdeka Tangerang itu dapat dihubungi di 0888-14-900-22.
Posisi baut dan dudukan: Tampilan seutuhnya: Bahan-bahan yang perlu disiapkan untuk memasang fairing FU: Di atas itu baru bahan dan peralatannya. Untuk memasang dan membuat dudukan, sampeyan perlu punya ketrampilan teknis yang bagus. Daripada repot telpon Pak Haris saja yang sudah berpengalaman memasang fairing FU untuk Pulsar 180cc.
Dilihat 483 kali oleh 265 pengunjung
Saksikan Lari Dari Blora Mulai 28 Februari 2008
February 21, 2008
Film Lari Dari Blora yang peluncurannya dulu saya hadiri sudah akan dapat disaksikan di bioskop-bioskop kesayangan Sampeyan mulai 28 Februari 2008.
Lari dari Blora merupakan film perdana dari IBAR Pictures, merupakan sebuah drama roman dengan latar belakang budaya. Lari dari Blora mengangkat tema masyarakat Samin di Blora. Disutradarai oleh Akhlis Suryapati yang juga penulis skenario film ini. Adapun para pemain yang akan tampil dalam film ini antara lain WS Rendra, Ardina Rasti, Annika Kuyper, Soultan Saladin, Tina Astari, Iswar Kelana, Nizar Zulmi, Brata Sentosa, Andreano Phillip, Oktav Kriwil, dan Egy Massadiah yang juga merangkan sebagai produser.
WS Rendra mengatakan bahwa dia tertarik untuk terlibat dalam film ini karena skenarionya yang berjiwa seni tinggi. Selain itu, film ini juga mengangkat tema masyarakat minoritas yang jarang disentuh oleh para sinematografis lain. Sementara itu, Egy Massadiah mengatakan bahwa ini adalah film pertama yang akan dia garap. “Dari sisi seni dan budaya, skenario film ini sangat bagus. Bukan berarti film-film yang lain tidak bagus tetapi saya hanya ingin memberi warna lain pada film-film kita. Walaupun misalnya nanti film ini tidak sukses secara komersial, saya tidak akan berhenti untuk memproduksi film-film budaya.”
Dijamin bahwa film ini bakalan berbeda dari film-film nasional yang sudah bergairah kembali produksinya. Kalau film lain mengambil tema roman atau mengusung cerita horor, Lari Dari Blora benar-benar berbeda. Muatan budaya lebih ditonjolkan oleh film ini. Tentu ada kisar roman di film ini. Bahkan, dari film ini kita juga bisa mengambil pelajaran mengenai rentannya anak-anak gadis Samin untuk dipermainkan oleh lelaki-lekaki dari daerah sekitarnya.
Sampeyan yang di Jakarta, Tangerang, Bekasi dan Depok dapat memilih salah satu bioskop 21 di bawah ini:
Lihat dulu trailernya. Klik gambar di bawah untuk download.
Dilihat 63 kali oleh 41 pengunjung





