Sudahlah…
April 25, 2007
Gaya intelek saya mengatakan agar saya berhenti membuang energi pada sesuatu yang nggak ada gunanya seperti yang dilakukan Kang Kombor itu. Memang Kang Kombor itu kalau sedang kambuh gilanya bisa sangat di luar nalar perbuatannya. Umm… lebih tepatnya nggak pakai nalar.
Ya jelaslah… orang gila memang nggak punya nalar!
Jadi begini sajalah,…
Saya dapat info darinya siang ini tentang NS kombor.com yang sudah dia alihkan dari NS-nya Wordpress.com. Mungkin kalau warasnya sudah kembali, dia akan mengembalikan lagi ke NS-nya Wordpress.com. Tapi itu kecil sekali kemungkinannya. Walaupun bodoh, dia itu memegang prinsip secara kuat dan berkomitmen penuh pada apa yang sudah diucapkannya. Sekali dia bilang tidak akan mengirim email untuk mengemis kepada Matt agar akon-nya di layanan gratisan itu (sebenarnya dia mbayar $10 untuk bisa make domain kombor.com) direaktivasi.
Tapi ternyata tempat beli domainnya nggak memungkinkan dia menambah CNAME record, beda dengan domain-domain lain yang dia beli dari Yahoo!SmallBusiness. Katanya sekarang dia sedang akan mentransfer domainnya ke registrar lain yang domain settingsnya bisa dikendalikan secara penuh. Yahoo!SmallBusiness tidak menyediakan layanan transfer domain sehingga harus mencari registrar lain. Domain itu tadinya dibeli di suatu registrar, karena mau dipakai juga untuk Google Apps, ditransfer ke registrar kedua. Eh, tidak tahunya kedua registrar itu tidak seperti Yahoo!SmallBusiness.
Selama proses berlangsung, domain hanya akan diteruskan menggunakan URL forwarding ke blognya yang baru.
Gayanya bagaimana?
Katanya pakai gaya Kang Kombor yang seperti tukang becak itu, bicara saja apa adanya.
Apakah akan membahas motoGP juga?
Katanya masih tetap akan membahas motoGP. *Umm… tukang becak kok membahas motoGP? Seharusnya hanya membahas balap becak saja.
Kalu mau komentar kan susah, harus ngetik dulu?
Sama saja. Bu Maya, Mbak Kenny, Mas Anang kalau mau komentar di blog yang memakai layanan blog – yang walaupun tidak melanggar TOS pun akan bisa dikenai penangguhan karena setiap penggunanya sudah menandatangani TOS yang dalam isinya memberikan hak kepada pemberi layanan untuk berbuat seperti itu tanpa perlu memberikan notifikasi sebelumnya (di mana sih kalusul itu?)– yang berbeda pun harus ngetik nama, email, utl dan isi komentar. Dia (Kang Kombor) pun akan melakukan yang sama kalau akan memberikan komentar di blog yang majikannya lain.
Kang Kombor kok begitu banget sih? Nggak mau mendengarkan kita-kita?
Kata Kang Kombor, prinsip itu harus dipegang teguh. Walaupun hanya tukang becak tetapi kalau memiliki prinsip untuk dipegang secara teguh, itu akan lebih baik daripada presiden yang selalu ragu untuk mengambil keputusan. Ssst… itu pesan Kang Kombor.
Kombor.com tidak bisa dibuka?
Oh, itu sedang diurusin. Sementara pakai saja dulu http://kangkombor.blogspot.com
Tulisan-tulisan lama bagaimana?
Ada di harddisk. Sebenarnya kalau mau dipublikasikan ulang juga bisa. Tapi kan secara “moment”-nya sudah nggak tepat kalau dipublikasikan ulang karena setiap tulisan biasanya ada asbabun nuzulnya.
4 Tanggapan to “Sudahlah…”
Bagaimana pendapat Anda?












Sambil nyanyi lagunya PADI ya kang Arif… apa masih mau di panggil kang kombor
alhamdulillah tapi aku ngak ngerti arah postingnya
chayo ….. kang
padahal saya suka gaya nulisnya
Mengapa kombor.com ga bisa di buka
tetep semangat kang!