Simpati Saya Kepada Warga TAS
April 23, 2007 | Dibaca 10 kali
Saudara-saudaraku Warga Perum TAS yang sedang ditimpa kemalangan, Terimalah salam hormat saya. Saya turut prihatin atas apa yang menimpa Saudara-saudara semua. Percayalah, saya sangat bersimpati kepada Anda semua yang telah memperjuangkan hak Anda semua untuk menuntut penggantian kerugian secara kontan atau yang Anda sekalian sebut sebagai Cash and Carry.
Saya sangat berduka karena Pemerintah yang lebih dekat kepada Pemilik Lapindo telah menolak permohonan Anda sekalian. Semoga pemerintahan yang lebih dekat kepada pemilik kapital seperti ini tidak diberi kekuasaan yang langgeng di negara kita ini. Marilah kita sama-sama berdoa.
Saya teringat pelajaran agama mengenai doa-doa yang terkabul. Mudah-mudahan pelajaran ini cukup kuat saya ingat. Doa yang terkabul diantaranya adalah:
- Doa orang tua kepada anaknya
- Doa orang yang sedang berpuasa
- Doa orang miskin yang teraniaya
- Doa pemimpin yang adil
Saya kira, Anda sekalian sedang mewakili orang-orang miskin yang sedang teraniaya. Saya melihat saat ini Anda semua adalah orang miskin yang teraniaya karena harta benda Anda semua telah ditimbun oleh Lapindo dengan lumpur panas dari keculasannya dalam melakukan pengeboran di dekat lingkungan Anda.
Percayalah, pemimpin kita saat ini belumlah dapat dikatakan pemimpin yang adil sehingga doanya akan kalah makbul dari doa Anda semua. Kalau pemimpin kita adil, tentunya dia akan mengirim negosiator yang mampu menegokan pembayaran kontan 100%. Ataupun kalau bertahap, 80% dan 20%. Paling buruk, negosiator itu harus bisa bertahan di posisi 50% - 50%. Bukan seperti saat ini, 20% - 80%.
Kita orang-orang kecil selalu menjadi mainan penguasa dan yang empunya kapital. Empunya kapital adalah sahabat-sahabat penguasa. Penguasa adalah kacungnya pemilik kapital. Rakyat adalah obyek bagi penguasa dan yang empunya kapital.
Mari kita semua berdoa:
Ya Allah Ya Rabbi, bukakanlah mata hati pemimpin kami agar mampu melihat keteraniayaan lahir dan batin kami. Agar bisa memihak kami daripada memihak mereka-mereka yang hanya bisa membeli kepentingan pemimpin kami.
Ya Allah Ya Rabbi, panjangkanlah kepemimpinan pemerintahan ini apabila dia Kau pandang sebagai pemimpin yang adil. Kabulkanlah doa-doanya. Kabulkanlah hajatnya. Baguskanlah semua perbuatannya di mata rakyat dan lawan-lawannya.
Namun Ya Allah Ya Rabbi. Apabila Kau pandang sebaliknya, pendekkanlah kepemimpinan pemerintahan ini. Persulitlah segala macam usahanya sehingga di mata rakyat dan lawan-lawannya, semua yang diperbuatnya adalah salah belaka. Hina dan nistakan dia dengan kehendak-Mu.
Amin.
Insya’ Allah, semakin banyak yang membaca ini, semakin banyak yang berdoa bersama saya. Fakta yang dapat saya sampaikan kepada Anda semua saat ini, pemerintahan sekarang selalu saja sulit untuk berbuat sesuatu dan segala kebijakannya buruk di mata lawan-lawannya.
Artikel Terkait
3 Responses to “Simpati Saya Kepada Warga TAS”
Got something to say?



ya saya ikut berdo’a Kang.
Dua adik ipar saya bermukim di sekitar itu. Saat saya pulang 1 bulan yang lalu. Kena macet pas di depan area tersebut, dapat melihat langsung pemukiman yang tenggelam dan sebagian pengungsi. Mengenaskan.
Semoga permasalahan saudara-saudara kita di sana segera terselesaikan. Amin ya Robbal ‘alamin.
[Reply]
Ya Allah, kenapa ko pada tutup mata ya kang, masalah ga ada beresnya karenaga di beresin, semuanya numpuk, klo bikin fish bone analisys, pake iwak paus siji ae ga cukup… oh ya kang sudah ku umumkan tuh, tapi comentnya tak tutup, soale pada berantem ntar, lha calcupict sudah di kata2in gitu, ntar pada ribut di tempatku..
[Reply]
Ini karena conflict of interest. Sebenarnya, agar beberapa masalah bisa selesai, Presiden SBY harus tegas mencopot Aburizal Bakrie untuk Lapindo dan Hamid Awaludin untuk kasus KPU dan transferan uang Tommy.
Aku mau nulis tentang BAHAYANYA INDECISIVE LEADER tapi belum sempat juga nih nulis konten serius. Apalagi ini INDECISIVE LEADER mimpin negara. Wah, negara bisa terjerumus ke dalam keterpurukan.
[Reply]